Dirikan Majelis di Usia 19 Tahun, Atas Anjuran Sayyid Alawi Makkah

 
Jamaah Majelis Darul Musthofa, tentu tidak asing dengan sosok KH Romo Achmad Soeroso. Selain pendiri Majelis Darul Musthofa, juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Musthofa. Namun masyarakat banyak yang tidak tahu, kalau Romo Achmad Suroso, ternyata mendirikan majelis sejak usianya masih 19 tahun.
Ponpes Darul Musthofa yang sekaligus menjadi kediaman KH Romo Achmad Soeroso ini, berada di Jalan Sunan Giri, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi. Lokasinya tidak jauh dari Kota Malang. Hanya ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit. 
Lokasinya berada di tengah perkampungan, hanya berjarak sekitar 350 meter dari jalan raya. Pondok Pesantren Darul Musthofa ini, baru sekitar tiga tahun berdiri. Sebelumnya, Romo begitu sapaan akrabnya, hanya mendirikan sebuah TPQ Syifaul Qulub, di Desa Bedali, Kecamatan Lawang.
“Pondok Pesantren ini, masih baru sekitar tiga tahun. Itu karena permintaan Kepala Desa dan warga sekitar Desa Putukrejo ini, supaya berdiri Ponpes Darul Musthofa,” ungkap KH Romo Achmad Soeroso. 
Kendati masih baru, namun santrinya sudah ratusan. Tidak hanya dari Malang Raya, tetapi juga dari beberapa kota, seperti Cianjur, Sidoarjo, Jakarta dan Madura.
Ulama yang dikenal dengan ciri khas rambut gondrongnya ini, mendirikan majelis sejak usia sekitar 19 tahun. Sebelum nama Majelis Darul Musthofa, pada tahun 1998 nama majelisnya adalah Nurul Iman. Majelis ini, berdiri dari dari sekadar perkumpulan keluarga Ponpes, seperti Ponpes Al Ihsan, Bahrul Ulum, Darul Umum dan Ponpes Al Falah, yang melakukan sholawat bersama.
“Semula hanya sekitar 25 orang keluarga Ponpes saja. Itupun sholawatnya berpindah-pindah dari rumah ke rumah. Kemudian keluarga Ponpes (pengasuh, red) ini, mengajak teman dan saudaranya hingga jamaah Majelis Nurul Iman mencapai ribuan,” terang ulama berusia 39 tahun ini.
Ketika jamaah semakin banyak, pada tahun 2001 Romo membubarkan Majelis Nurul Iman. Alasan dibubarkannya karena pada waktu itu, sudah tidak mampu dan mau lagi. Pertama karena ilmu dan kedua karena umur. 
“Saya takut tidak bisa membawa orang-orang ke dalam kedamaian. Bubarnya, ya saya bubarkan begitu saja, karena saya ini orangnya memang tidak bisa diatur,” tuturnya dengan tertawa lebar.
Pada tahun 2004, Romo kemudian mendirikan Majelis Labaik Sholawat. Majelis itu juga dibubarkannya pada tahun 2005. Kemudian mendirikan lagi Majelis Labaik Orkestra pada tahun 2002 sampai 2007. 
“Majelis itu juga saya bubarkan, dengan asumsi sama karena jamaah semakin banyak,” ucap bapak tiga anak ini.
Kemudian pada tahun 2007, Romo Achmad Soeroso, kembali mendirikan Majelis Labaik Syifaul Qulub. Majelis ini, hanya bertahan sampai tahun 2011. Setahun sempat vakum, kemudian pada pertengahan 2012, kembali mendirikan Majelis Darul Musthofa sampai sekarang ini.
Nama Majelis Darul Musthofa ini, dikatakan ulama yang hobi membaca buku ini, berawal ketika ia bersama dengan keluarga Ponpes Lirboyo dan jamaah lainnya berjumlah 68 orang, berangkat umrah pada pertengahan tahun 2011. Waktu itu, rombongan sowan ke dalemnya Sayyid Alawi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani yang merupakan seorang ulama di Makkah. 
Ketika sowan Romo dan rombongan diminta untuk membaca salawat, dan diberi wawasan untuk membuat majelis. “Saya tanya namanya apa?. Kemudian kami diminta untuk tawaf ke Baitullah sebanyak 45 kali, mulai bakda Isya sampai Subuh. Dari itu, akhirnya kami seperti memiliki keyakinan untuk mendirikan Majelis Darul Musthofa,” beber ulama yang hobi dengan makanan desa, seperti nasi jagung (empok), urap-urap dan mendol.
Sepulang dari umrah, kemudian Romo bersama dengan jamaahnya melakukan musyawarah untuk mendirikan kembali majelis dengan mengganti nama Majelis Darul Musthofa, pada pertengahan 2012. Dari semula hanya puluhan, lalu ratusan, kini jamaah Majelis Darul Musthofa sudah mencapai puluhan ribu.
Tidak hanya di Malang Raya, Majelis Darul Musthofa, memiliki tujuh Korwil. Selain Korwil Malang, juga ada Korwil Blitar, Nganjuk, Surabaya, Mojokerto, Trenggalek dan Jombang. Korwil tersebut berdiri sendiri, namun tetap dalam naungan KH Romo Achmad Soeroso.
Kegiatan Majelis Darul Musthofa, dilaksanakan setiap hari Selasa dan Sabtu untuk wilayah Malang, setelah ba’da Isyak sampai selesai. “Lokasi untuk Majelis Darul Musthofa ini, tidak memilih tempat tetapi siapa yang mengundang kami pasti datang. Insya Allah, sampai tahun 2020 nanti jadwal sudah terisi padat,” paparnya.
Dalam setiap kegiatan, selain membaca salawat seperti majelis lainnya, Romo menekankan pada jamaah untuk tidak minder. Pada jamaahnya, menegaskan untuk menyamakan kedudukan di hadapan Allah SWT. Karena bahwa yang dibedakan oleh Allah SWT, bukan karena rupa, dunia atau apa-apa. Melainkan karena ilmu dan ketakwaan.
Oleh sebab itu, jamaah diminta untuk tidak minder dengan kehidupannya. Majelis Darul Musthofa, adalah menjadikan semuanya menjadi satu ummatnya Rasulullah Muhammad SAW dan sebagai ciptaan Allah SWT yang mempunyai agama sempurna. 
“Majelis Darul Musthofa, adalah majelis dengan jamaah lorek-lorek. Kaya, miskin, bodoh, pintar, penjahat atau tidak, semuanya sama. Karena kami tekankan pada jamaah adalah kerukunan. Kami mencari dulur tidak mencari musuh. Cari dulu sampai mati,” bebernya.(agp/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...