Punya Nama China dan Muslim


Selama di Yinchuan, Zakiyah juga melihat dan mengamati kehidupan serta budaya masyarakat setempat yang sebagian besar beragama Islam. Ningxia memang berbeda dengan provinsi lain. Provinsi yang berada di bagian barat laut ini memiliki jumlah penduduk muslim tertinggi, yakni dari suku Hui. Di sana pun ada salah satu masjid tertua di negara ini, yakni Masjid Na Jia Hu yang telah berusia lebih dari 500 tahun.
Sebagai masyarakat muslim, menurut Zakiyah, warga setempat memiliki dua nama. Yakni nama China sekaligus dengan marganya dan juga nama muslim yang diberikan oleh orang tua, masjid atau sekolah muslim. Ia lalu memberi contoh, dosen-dosen Bahasa Mandarin di sana Yang Kun yang memiliki nama muslim Zainab, lalu Yang Li Jia dengan nama Sarah. Lalu ada Ma Jia Hui dengan nama Jum’ah dan Ma Qi Wei punya nama lain Abdullah.
“Mereka menggunakan nama itu, dua-duanya. Mau dipanggil nama China atau nama muslimnya, pasti nengok,” ungkap
Dosen penyuka warna ungu ini sangat takjub melihat kebudayaan Islam di Ningxia. Dengan mayoritas penduduk muslim, kaum muslimnya tergolong mudah belajar bahasa Arab dan beribadah di masjid. Turis yang datang ke Yinchuan, ibu kota Ningxia pun mudah mencari makanan halal. Berbeda dengan dua kota besar Shanghai dan Beijing, meski Islam sudah banyak dikenal tapi mencari makanan halal sangat sulit di sana.
Segala bentuk mi, burger, street food, semuanya halal. Termasuk menu favoritnya selama di sana, yaitu tapansi, ayam dan kentang dimasak dengan paprika dengan bumbu merah. Semua pedagang makanan itu menuliskan label halal dalam bahasa China dan Arab, juga tulisan tha’amul muslimin (makanan muslim) yang ditaruh di stand-stand jualan mereka. “Termasuk street food, mereka juga memasang label halal ini, mereka memiliki otoritas mengeluarkan label halal seperti kalau di Indonesia dari MUI,” ungkapnya.  
Sementara itu, sebagai Ketua CLCC UIN Maliki, Zakiyah ingin mengadopsi fokus kebahasaan di Ningxia International Language College untuk salah satunya dapat diterapkan di kampusnya. Menurutnya dengan prodi yang fokus pada kebahasaan akan membuat mahasiswa belajar lebih maksimal.
Zakiya yang mulai mengembangkan program CLCC UIN Maliki dengan beberapa program khusus seperti kursus bahasa untuk umum, akan terus meningkatkan kerjasama dengan Ningxia International Language College setiap tahun. Baik berupa pertukaran pelajar, maupun pertukaran dosen.
“Di masa mendatang, CLCC UIN Maliki juga akan turut mengembangkan kebahasaaan berupa pengabdian civitas akademika dengan pengajaran bahasa asing bagi seluruh warga UIN Maliki, termasuk keluarga,” beber lulusan Pascasarjana Pendidikan Bahasa Arab UIN Maliki tersebut.(mg3/han)

Berita Lainnya :