Dr Zakiyah Arifa, Sebulan di Ningxia International Language College, China


Disiplin bisa menjadi “nama tengah” sebagian besar warga China. Saat masih banyak mahasiswa Indonesia yang telat masuk kelas, mahasiswa di negara tirai bambu ini sudah berada di kelas sebelum pelajaran dimulai. Suasana pembelajaran ini yang membuat takjub Ketua Chinese Language and Culture Center (CLCC) UIN Maliki Malang, Dr. Zakiyah Arifa yang selama sebulan berada di sana.
Bila ada mahasiswa telat, mereka akan mendapat sanksi beragam, tergantung kebijakan dosen. Maka tak ada mahasiswa yang berani dan nekat terlambat. Sebab para dosen pun begitu. Mereka mengajar tepat waktu.
“Misalnya, kuliah dimulai jam 8, lima menit sebelum itu dosen sudah masuk kelas. Otomatis mahasiswa harus berada di kelas sebelum dosen datang,” kata Zakiyah yang April hingga pertengahan Mei berkesempatan belajar Bahasa Mandarin di Ningxia International Language College di Kota Yinchuan Provinsi Ningxia.
Selama satu bulan, Zakiyah tinggal di asrama kampus tersebut. Mengikuti ritme pembelajaran dan aktivitas di sana, mulai Senin sampai Jumat. Dia baru bisa keluar asrama saat weekend. Ningxia International Language College memang menerapkan sistem mirip pesantren di Indonesia dengan asrama penunjang. Di samping kegiatan akademik, mahasiswa juga aktif dalam aktivitas olahraga.
Selain disiplin, lanjutnya, para mahasiswa juga sangat tekun dalam memahami dan mempraktikkan pelajaran bahasa. Pagi hari mulai dari jam 6, terlihat banyak mahasiswa yang wira-wiri di jalan-jalan asrama sembari memegang buku untuk menghafal kosa kata, sesuai bahasa yang ia pelajari di kampus. Mulai dari kosa kata Bahasa Inggris, Arab, Perancis, Jerman hingga Bahasa Mandarin.
Tidak hanya di pagi hari, para mahasiswa masih meneruskan proses belajar di luar kelas saat malam hari. Mulai pukul 7 sampai 9 malam, mahasiswa memiliki waktu untuk belajar langsung dengan para dosen khususnya wali kelas. Sebab dosen pun tinggal di asrama saat weekdays. “Berada di tengah-tengah mereka, saya seakan balik lagi ke pesantren, serasa mondok,” ucap alumnus Gontor Putri ini tertawa.
Disiplin dan tekun belajar membuat mahasiswa Ningxia International Language College bisa melafalkan kata dan kalimat Bahasa Arab dengan tepat. “Ketekunan mereka nomor satu, meski pelafalan Bahasa Arab dan kosa kata China berbeda, khususnya makhorijul huruf pada bahasa Arab kan susah, tapi karena mahasiswa ini tekun belajar, mereka bisa melafalkannya dengan bagus,” tutur perempuan kelahiran Jember itu.(mg3/han)

Berita Lainnya :