Usia 21 Gantikan Sang Ayah Pimpin Majlis Riyadlul Jannah


Gus Rofi'ul Hamid Himzi bin Abdurochim Syadzily adalah sosok guru muda yang sangat tenang, sabar dan kalem. Hal tersebut tidak lepas dari guru besar yang jadi panutannya, orang tuanya yang juga pendiri dan pengasuh Majlis Riyadlul Jannah KH. Abdurochim Syadzily.
KH Abdurrochim bin Achmad Syadzili telah berpulang ke Rahmatullah pada 4 Oktober 2014. Hari itu pula tanggung jawab besar beralih kepada Rofi'ul Hamid Himzi atau yang banyak dikenal dengan Gus Rofiq.
Sebagai anak pertama dari lima bersaudara pendiri Majlis Riyadlul Jannah, tentu bukan hal mudah meneruskan dan mengasuh ribuan anggota majlis yang saat ini telah memiliki cabang di seluruh Indonesia. Bahkan sampai luar negeri, salah satunya Hongkong.
Gus Rofiq menceritakan, dia tidak pernah mengira takdir Allah harus membawanya meneruskan perjuangan ayahnya untuk memimpin dan mengasuh Majlis Riyadlul Jannah di usia 21 tahun. "Setiap orang memang harus mempersipakan semuanya. Termasuk ditinggal orang tua dengan segala tanggung jawab besar yang diberikan secara tiba-tiba," ujar Gus Rofiq mengawali cerita.
Dia mengakui,  memegang amanah besar sangat berat dan tidak mudah. Terlebih, saat sang guru besar atau ayahnya wafat, ia pun hanya bisa pasrahkan semuanya kepada Allah SWT. "Mau tidak mau sebagai anak harus meneruskan. Itu sudah kewajiban. Perlu diketahui, saya tidak menggantikan beliau. Karena abah adalah sosok yang tidak tergantikan," tandas Gus Rofiq.
Alumni Lembaga Pendidikan Islam Daruttauhid Malang itu mengungkapkan, saat ini cara terbaik yang dilakoninya adalah menyenangkan hati sang ayah dengan tidak mengecewakannya. "Saya masih muda, tapi saya yakin ada hikmah yang bisa dipetik dari setiap sejarah. Karena saya tidak ingin mengecewakan dari apa yang abah rawat," kenangnya.
Memang benar kata sebuah pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Dalam berdakwah Gus Rofiq banyak menekankan ihwal menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW di hati kaum muslimin. Begitu juga dengan sifat dan laku serta akhlaknya.
Itu terlihat dari sosok Gus Rofiq dalam memimpin Majlis Riyadlul Jannah di setiap kegiatan. Salah satunya, dalam safari Qiyamul Lail, Ziarah Maqom yang dilaksanakan di Ramadan ini. Ia dikenal hangat bila bertemu jamaah serta siapa pun.
Tutur katanya kalem, tenang namun penuh wibawa. Lewat pribadi yang terkesan low profile itu, Gus Rofiq bisa membuat ribuan jamaah dengan setia mengikuti prosesi setiap kegaitan yang dilaksanakannya.
Ditanya tentang sosok abah yang membanyanginya dalam memimpin dan mengasuh jamaah, Gus Rofiq menjawab tenang. Menurutnya, hal itu bisa dimaklumi. Sebab sang ayah adalah sosok yang tidak tergantikan.
"Satu yang tetap saya pegang hingga saat ini untuk menjaga dan terus mengembangkan Majils Riyadlul Jannah. Yaitu, jangan bangga punya majlis dengan nama besar dan jamaah yang banyak. Tapi banggalah bisa berkumpul dengan rasulullah," paparnya.
Kini, di usia 24 tahun Gus Rofiq tengah menyelesaikan tugas akhirnya di Jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir di UIN Sunan Ampel Surabaya. Di sela-sela kuliah ia juga mengajar di Pondok Pesantren Amanatul Ummah dan Pondok Pesantren Mahasiswa Al Jihad, Surabaya. Di tengah kesibukan akademik yang terbilang padat, Gus Rofiq selalu hadir dalam setiap kegiatan Majlis Riyadlul Jannah.  (eri/han)

Berita Lainnya :