Bangun Darul Falah 2 Pakisaji Sejak Usia 25 Tahun


MALANG – Pengajian tiap minggu pagi di Ponpes Darul Falah selalu berjubel dengan ribuan orang yang antusias. Sejak tahun 1989 sampai sekarang, peserta pengajian selalu memadati jalan. Sehingga warga harus menutup Jalan Terusan Grajakan untuk memudahkan ribuan orang mengikuti pengajian di Darul Falah yang dipimpin KH Abdurrahman Qomari.
Kendati demikian, selama beberapa waktu ini, Kiai Abdurrahman jarang memimpin pengajian. Karena Kiai Abdurrahman sedang jatuh sakit, putra tertua, menggantikan tugas untuk ngopeni umat. Ulama muda tersebut adalah Gus Mamad. Lahir dengan nama Ahmad, Gus Mamad yang berusia 37 tahun, sudah sembilan bulan membantu pengajian Darul Falah.
Tiap hari Minggu pagi mulai jam 05.30 WIB sampai 07.00 WIB, dia membimbing umat yang ikut dalam pengajian Darul Falah tiap Minggu pagi. Ceramahnya disukai oleh umat karena membongkar perkara kehidupan sehari-hari dengan gaya yang slow serta santun. Bahkan, usai bubaran acara, Gus Mamad masih duduk di dalam ruangan Ponpes.
Dia menemui peserta pengajian yang ingin berkonsultasi soal problema hidup sehari-hari. Beberapa peserta tampak bertanya dan meminta saran tentang berbagai problema keseharian yang dialami oleh umat. Dengan sabar dan kalem, Gus Mamad menyampaikan berbagai jawaban untuk dipraktikkan secara langsung oleh umat yang berkeluh kesah.
“Sudah sembilan bulan saya membantu di Darul Falah Plaosan, karena Abah sedang sakit, saya membantu di pengajian,” kata Gus Mamad saat diwawancarai Malang Post.
Sembari bersila, Gus Mamad dengan gaya yang kalem dan santai, menceritakan pengalamannya sejak muda ketika menimba ilmu sebelum terjun ke masyarakat. Anak kedua dari sembilan bersaudara ini memaparkan, jalan hidupnya sebagai pengajar umat telah terbangun sejak dia lulus dari Ponpes Lirboyo Kediri pada tahun 2004.
Dia menjadi santri Lirboyo sejak tahun 1994, lalu menikahi istrinya sekarang pada 2002. Setelah lulus dari Lirboyo, dua tahun kemudian Gus Mamad mendapat amanah dari Kiai Abdurrahman untuk membangun Darul Falah 2 di Desa Karangpandang Kecamatan Pakisaji. Pada usia yang sangat belia, yakni 25 tahun, Gus Mamad membangun Darul Falah 2.
“Jadi setelah lulus, dua tahun kemudian saya langsung terjun ke masyarakat, dan mengelola tempat waqaf di Pakisaji sejak 2006. Awalnya saya membangun majelis salawat, berkembang ke majelis istigotsah hingga majelis taklim,” ujarnya.
Menurutnya, tidak mudah mengemban amanah orang tuanya untuk mengembangkan Darul Falah di Pakisaji. Apalagi, Gus Mamad terjun ke masyarakat saat masih berusia 25 tahun. Bapak dari lima anak tersebut merasakan beratnya tanggung jawab yang diembannya sebagai pengajar umat sejak muda.
“Kalau untuk Pengeran (Allah SWT), saya senang saja, tak ada dukanya. Saya melakoni semua ini dengan hati bahagia. Jalan saya ini adalah jalan yang sudah ditetapkan Allah. Tapi, memang tanggungjawab ini berat. Karena tuntutan saya adalah, harus bisa menjalankan apa yang saya omongkan,” sambung Gus Mamad.
Baginya, ngopeni umat adalah perjalanan penuh nikmat yang akan diembannya sebagai seorang hamba Allah. Dia meyakini Allah sudah menata perjalanan hidupnya. Dengan berbagai problema sehari-hari tiap pribadi yang berharap perubahan ketika ke pengajian Darul Falah, Gus Mamad memiliki prinsip penting.
“Agar orang lain berubah, perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri,” ujarnya kalem.
Dengan prinsip ini, Gus Mamad muda melangkah dengan pasti dalam perjuangannya sebagai pengajar umat. Setelah sekitar 12 tahun berjuang, Darul Falah 2 di Pakisaji lambat laun diterima oleh masyarakat.
Saat ini, Darul Falah 2 Pakisaji telah memiliki peserta pengajian sekitar 500 orang. Tiap Jumat pagi, mulai pukul 05.30 WIB sampai 07.00 WIB, ratusan orang tersebut mendatangi Darul Falah 2 Pakisaji untuk mendengarkan ceramah agama. Sedangkan, pengajian Darul Falah di Jalan Teluk Grajakan diikuti peserta berjumlah ribuan orang dari berbagai daerah tiap hari Minggu pagi.
Sebagai pegangan, Gus Mamad menggunakan kitab Bidayatul Hidayah yang ditulis oleh ulama Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali.(fin/bersambung/ary)

Berita Lainnya :

loading...