Anak-anak Bisa Terjemahkan 30 Juz Alquran dalam Tiga Tahun


MALANG - Memiliki buah hati yang hafal Alquran tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi orangtua. Apalagi bisa menerjemahkannya dengan cepat, tepat dan benar. Di Dusun Patuk Rekesan, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, ada tempat belajar menerjemahkan Alquran dengan cepat, mulai anak usia dini dengan metode An-Nashr 4-3-2-1.

Ustad Muhammad Taufik, pengasuh Pondok Pesantren An-Nashr inilah, yang menciptakan belajar menerjemahkan Alquran. Pola 4-3-2-1 memang layaknya formasi yang digunakan pelatih tim sepak bola. Tetapi dengan metode ini, anak akan bisa menerjemahkan seluruh isi kitab suci umat Islam tersebut, dengan cepat dalam kurun waktu tiga tahun.
“Belajar menerjemahkan Alquran sebetulnya bisa dipelajari oleh semua orang. Mulai dari usia anak-anak hingga dewasa. Namun, cepat atau tidaknya dalam proses menerjemahkan, tergantung bagaimana metode yang digunakan,” ungkap Ustad M Taufik.
Butuh waktu lama untuk menciptakan metode menerjemahkan Alquran, An-Nashr ini. Diawali pada 1999 silam, ketika ia melihat banyak orang yang bisa membaca Alquran, tetapi tidak tahu dengan makna atau artinya.
Melalui kitab Al Mu'jam Al Mufahras Li Alfazh Alquran yang dibelinya dengan harga Rp 85 ribu, uang dari hasil penjualan petai, Ustad M Taufik mulai melakukan penelitian. Ia lalu menemukan, bahwa dalam Alquran ada banyak kata sama yang diulang. Salah satunya seperti Qul dan A’uudu.
“Setelah saya kumpulkan, ada 9408 kata yang sama, dari total 77.439 kata dalam Alquran. Dari situ lalu saya berpikir, jika dalam sehari bisa menghafal penerjamahaan 10 kata saja, maka setahun sudah 3.000 kata yang dihafalkan. Dan kurun waktu minimal 3 tahun, maka sudah hafal semuanya,” terangnya.

Berita Lainnya :

loading...