Sempat Jadi Pendaki, Jemput Bola Melalui Dakwah Teknologi


Habib Asadullah bin Alwi Alaydrus pengasuh Ponpes Darut Ta’lim Wad Dakwah Bumiayu menimba ilmu dari berbagai guru sebelum berkiprah ngopeni umat. Dia menegaskan, guru pertama sekaligus pria yang membangun semangatnya untuk terjun berdakwah adalah ayahnya sendiri. Yaitu, Al Habib Al Allamah Al Ustadz Alwi bin Salim Alaydrus, pendiri Majelis Ta’lim Al-Islamy.
Sebagai Arek Malang asli, Habib Asad mewarisi spirit ayahnya untuk berjuang dalam syiar agama. “Guru pertama saya tentu adalah abah, Habib Alwi,” ujar putra keempat dari Habib Alwi tersebut.
Meski demikian, semangat Habib Asadullah untuk terjun terletup setelah Habib Alwi meninggal dunia pada 1995. Habib Asad masih berusia 18 tahun ketika Habib Alwi mangkat. Sejak 1996, Habib Asad pun mulai menjadi santri dari berbagai guru pondok, baik di Indonesia hingga luar negeri.
Habib Asad pernah belajar kepada Habib Hasan Baharun pendiri Mahad Darullughah Waddawah Bangil Pasuruan. “Saya juga pernah belajar ke Ustadz Abdullah Darut Tauhid. Terakhir, saya berangkat ke Hadramaut Tarim, Yaman untuk belajar di Darul Musthafa pimpinan Habib Umar. Saya belajar sejak 1996 sampai 2003,” ujar Habib berusia 41 tahun ini.
Sepulangnya dari menimba ilmu dari berbagai guru, Habib Asad sedikit demi sedikit mulai meneruskan pengasuhan Majelis Ta’lim Al-Islamy yang menjadi warisan ayahnya. Dengan amanah yang dipikulnya, Habib Asad secara konsisten melakukan dakwah dan pengajian bersama Majelis Ta’lim Al-Islamy.
“Awalnya tentu kami menggelar pengajian di desa-desa, di sekitar rumah Jalan Tanjungrejo nomor 7. Kami juga dorong pengajian agar tak hanya berada di Kota Malang. Kami menyebar ke berbagai daerah. Misalnya area Jawa Timur seperti Mojokerto, Pandaan hingga Ngawi,” ujar Habib Asad.
Bapak dari dua putra dan dua putri ini memaparkan, area Jawa Barat seperti Sumedang, Cileungsi, Cianjur dan Jakarta juga telah memiliki peserta Majelis Ta’lim Al-Islamy. Majelis ini memiliki perbedaan dibandingkan era dulu. Terutama, sejak tahun 2013 ketika Habib Asad beserta cucu Habib Alwi, Habib Muhammad bin Abdullah Alaydrus, berduet dalam menentukan arah dakwah Majelis Ta’lim Al-Islamy.

Berita Lainnya :