Sejak Lima Tahun Yatim Piatu, Dipilih Gus Rochim dari Istiqarah


Habib Abdurrahman Baragbah menjadi bagian tak terpisahkan dari Majlis Maulid Wat Talim Riyadlul Jannah. Beliau sudah tak asing bagi jamaah Majlis tersebut. Sebagai sosok yang sederhana, ramah, dan santun ternyata ada cerita menarik dari Habib Abdurrahman pada perjalanan hidupnya. Ia sejak usia lima tahun telah ditinggal kedua orang tuanya. Sebagai yatim piatu akhirnya ia diasuh oleh paman dan neneknya.
Lahir di Tegal, Jawa Tengah pada 5 Mei 1969, Habib Abdurrahman ternyata adalah sosok yang tangguh. Ia menghadapi cobaan ditinggal kedua orang tua bersama dengan adik kandungnya. Tidak lama kemudian, ia dipondokkan di panti asuahan Arrobitoh Al Alawiyah Daarul Aitam Pekalongan, Jawa Tengah selama 12 tahun.
“Sekaligus menyelesaikan pendidikan mulai dari SD hingga SMA di Mahad Islam Pekalongan," ujar Habib Abdurrahman mengawali ceritanya.
Setelah menyelesaikan sekolah, ia pamit dari pondok karena dipanggil oleh saudara yang berdomisili di Malang dan dianggap sebagai anaknya sendiri. Dari panggilan itulah ia mulai hijrah untuk menapaki hidup baru.
"Saat itulah sekitar tahun 1980an saya ditawari saudara untuk bekerja atau melanjutkan kuliah. Karena pertimbangan dan tanggung jawab kepada nenek, paman dan adik yang berada jauh di Tegal," kenang Habib Abdurrahman.
Pekerjaan yang saat dilakoninya sebagai penjaga toko jamu tradisional di tempat saudaranya di Singosari. "Yang ada di benak saya hanya membiayai keluarga. Jangan tanya tentang gaji yang saya dapat, karena saya bekerja tidak pernah minta bayaran," bebernya.
Diungkap Habib yang saat ini memiliki tiga anak tersebut, yang terpenting saat bekerja adalah ikhlas. Karena ia yakin berapapun uang yang didapatnya bisa mencukupi keluarga yang ada di Tegal.
"Hasil uang yang saya dapat, kemudian setiap bulan saya kirim ke keluarga. Bisa dikatakan, untuk jajan dan beli baju saja sangat jarang. Karena saya selalu mensyukuri berapapun uang yang saya dapat," ungkapnya.

Berita Lainnya :

loading...