Kunci Dakwah Adalah Ikhlas dan Sabar


MALANG - Dengan keragaman kondisi masyarakat mulai dari latar belakang pendidikan, ekonomi hingga budaya, maka bukanlah tugas Majlis Maulid wat Ta'lim Riyadlul Jannah untuk berdakwah. Berbagai latar belakang dan budaya yang melekat di masing-masing wilayah, menjadi tantangan tersendiri.
Hal itu diungkap oleh Khadim Majlid Riyadlul Jannah, Habib Abdurrahman Baragbah. Menurut dia, berdakwah memerlukan kesabaran dan keikhlasan untuk mengajak masayarakat lebih dekat dengan Rasulullah.
"Kesabaran dan Keikhlasan adalah kunci untuk mengajak umat lebih dekat dengan Rasulullah. Karena dari setiap majlis yang kita datangi memiliki cerita dan kenangan tersendiri," beber Habib Abdurrahman Baragbah memulai ceritanya.
Setiap kali menggelar majlis di daerah berbeda selalu memiliki cerita menarik. Salah satunya di Kedungkandang, Kota Malang yang dihadiri ribuan jamaah Riyadlul Jannah. "Harus sabar untuk dekat dengan Rasulullah. Jika dilakukan dengan paksaan nantinya akan sama saja," imbuhnya.
Memang, jika seorang menanam sebuah kebaikan, maka yang akan dipanen adalah kebaikan. Di mana, berkah dari kegiatan maulid di wilayah Kedungkandang sangat besar. Itu dirasakannya saat mengikuti beberapa kali yang makin lama semakin banyak masyarakat yang tertarik dengan kegiatan maulid ini.
"Bahkan, di kemudian hari jumlah jamaah makin banyak dan sampai dibentuk Korwil Kedungkandang dan diresmikan Desember 2011 di Masiid Nashruddin, Kedungkandang," cerita suami Faizah Binti Idrus Baragbah ini.
Hingga saat ini yang telah ikut dalam setiap kegiatan Majlis Riyadlul Jannah mencapai ribuan setiap kegiatannya. Dari jumlah korwil jamaah berjumlah 6000 jamaah.
Habib kelahiran Tegal, Jawa Tengah pada 5 Mei 1969, mengungkapkan selalu ada cerita yang dikenangnya saat mendatangi majlis. Baik di dalam kota hingga luar pulau. Begitu juga di luar pulau seperti Bali. Di mana sudah banyak masayarakat tahu pulai indah dengan pesona alam dan pantai ini jadi menjadi surga dunia bagi wisatawan dipenjuru dunia.
Dengan berbekal niat baik Majlis Riyadlul Jannah mendapat sambutan yang sangat luar biasa. Mengingat, Bali sangat ketat keamanannya pasca terjadinya bom Bali 1 dan 2. Bahkan kecurigaan senantiasa membayangi jika ada pendatang baru.
Namun semua tantangan tersebut tak menyurutkan niat Majlis Maulid Wat Ta’lim Riyadlul Jannah untuk mengadakan safari maulid di pulau dewata itu. "Seperti semangat dakwah yang diajarkan Nabi kita. Tak menyangka antusiasme jamaah dalam menyemarakkan kegiatan ini sungguh Iuar biasa," papar ayah tiga anak ini.
Sampai-sampai, lanjut dia, jamaah yang ikut dalam majlis tidak hanya dengan kendaraan bus saja. Di tengah perjalanan dirinya juga bertemu dengan jamaah yang berkendara dengan motor dari Malang menuju Bali.
Saat itu majlis berlangsung pada bulan Agustus 2013. Tepat di Lapangan Renon, Monumen Puputan Margarana Sanur, Kota Denpasar, Bali Gegap gempita jamaah semakin terasa ketika tim hadrah Majlis Rasulullah cabang Bali sebelum kegiatan inti dimulai.
"Saat kelompok hadrah Riyadlul Jannah mulai melantunkan ayat-ayat cinta menyanjung Allah S.W.T dan Rasulullah SAW. Semakin malam jamaah semakin larut datam rasa khusyuk hingga meneteskan air mata karena perjuangan yang mereka rasakan untuk sampai di tempat ini," paparnya Habib Abdurrahman.
Ia juga mengatakan, jika kegiatan tersebut terselenggara dengan baik atas kerjasama dengan GP Ansor Bali, Arema Bali, perkumpulan warga Banyuwangi di Bali, Majlis dzikir dan istighotsah al Ustmaniyah , Majelis Rasulullah cabang Bali dan jajaran kepolisian Polda Bali. Di sana, lanjut dia, mereka saling bahu membahu agar kegiatan berlangsung dengan lancar dan hikmat.(eri/ary/habis)

Berita Lainnya :

loading...