Akui Nakal Saat SMP, Panglima TNI Doakan Penjaga Kantin


Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P tidaklah berbeda jauh dengan masyarakat kebanyakan saat duduk di bangku sekolah dulu. Yakni pernah melakukan hal-hal nakal ala anak sekolah. Seperti “mengakali” bapak penjaga warung kantin.  Hal itu terungkap saat reuni akbar alumni SMPN 7 Singosari di area lapangan SMPN 3 Singosari.
“Jadi ketika saya masuk pertama kali setelah meninggalkan SMPN 7 (Saat ini SMPN 3 Singosari, Red) yang keluar dari memori saya adalah nama satu orang, yakni Pak Min,” tutur Hadi saat menghadiri Reuni Akbar SMPN 7 Singosari disertai tepuk tangan riuh peserta alumni yang hadir.
Kenapa mengatakan hal tersebut? Pasalnya, Hadi melanjutkan, dirinya pada saat itu melakukan hal yang dapat dikatakan nakal. Meski ia menegaskan jika hal tersebut tidaklah bermaksud menyakiti hati orang lain.
“Ya kalau orang bilang ada namanya nakal putih biru itu, manis-manis nakal. Gak ada niatan,” ungkapnya.
Ia pun menceritakan jika pada saat itu dirinya kerap melakukan sebuah aksi nakal yang disebutnya “Daruji”. Daruji merupakan sebuah singkatan dari Dahar Loro, Ngaku Siji (makan dua, mengaku satu, Red). Hal nakal lainnya yang ia lakukan pada Pak Min tidak hanya itu.
Panglima TNI asal Malang ini juga mengakui jika pada saat mengambil Weci (gorengan,red) ia terkadang mengambi dua buah weci dalam satu genggaman. Maka membayarnya pun hanya satu biji saja. Saat mengakui dua hal ini peserta reuni tertawa terbahak-bahak.
Meski disambut tawa, Hadi mengaku sangat menyesali perbuatannya tersebut kepada Pak Min yang saat ini sudah meninggal.
“Tetapi saya setiap malam selalu mendoakan Pak Min dan mengaturkan permohonan maaf. Mudah-mudahan terus diberikan kelapangan dan tenang di alam sana,” paparnya.
Dalam Reuni Akbar ini Hadi juga mengapresiasikan rasa cinta dan bangganya kepada guru-guru SMPN 7 Singosari yang telah berganti menjadi SMPN 3 Singosari ini. Ia mengucapkan terima kasihnya kepada bapak dan ibu guru yang selama ini mendidik siswa dengan tulus dan ikhlas.
Hadi pun mengintruksikan pemain band dalam reuni, untuk memainkan lagu khusus untuk mengingat jasa-jasa guru yang ia cintai.
“Terlebih pada guru di sini. Yang dengan sabar mendidik kami sehingga sekolah ini dikenal secara nasional. Karena didikan gurunya yang banyak melahirkan alumnus yang saat ini menjabat sebagai pejabat strategis,” tandasnya.
Di sela perkataan ini, Hadi pun menunjuk salah satu kawannya yang juga alumnus SMPN 7 Singosari yang turut hadir yakni Desra Percaya. Yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Asia Pasifik Afrika Kementerian Luar Negeri RI.
“Makasih ya mas sudah mau datang ke sini. Mas Desra ini susah kalau saya telepon, pernah saya telepon katanya nanti dulu masih di New York,” tutur Hadi sambil sedikit tertawa dan melambaikan tangan pada Desra yang berada dalam kerumunan alumnus.  
Suasana reuni akbar ini memang dalam pengawalan yang sangat ketat. Meski begitu Hadi tetap melayani permintaan selfie yang diminta oleh kawan-kawan alumnusnya yang sangat senang bertemu dengannya.
Sebelumnya Hadi juga mengadakan Open House di kediamannya di kawasan Araya pada Minggu (17/6) lalu. Dalam Open House yang dihadiri tamu-tamu pentingnya Hadi sempat menceritakan soal kakeknya.
Hal ini diceritakan salah satu redaktur Malang Post, Mahmudi yang berkesempatan berkunjung ke sana pada saat itu.
“Pak Panglima menceritakan kalau dia belum lama ini mendapatkan data jika kakeknya merupakan salah satu anggota Pejuang Hizbullah di masa kemerdekaan dulunya," tutur redaktur yang akrab disapa Udi belum lama ini.
Hadi juga dikatakan menceritakan jika kakeknya berhak dipindah ke TMP  Untung Suropati Malang dan harus meminta izin ke Danrem wilayah tersebut.  Udi melanjutkan, keinginan agar memindah jenazah kakeknya pun terwujud. Lalu jenazah kakeknya akhirnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Untung Suropati belum lama ini.
“Pak Panglima cerita saat jenazah dibuka, masih utuh padahal sudah 31 tahun yang lalu dikubur,” tandas Udi menceritakan kembali apa yang dikatakan Panglima TNI saat ramah tamah kepada tamu-tamu yang hadir termasuk dirinya.
Sementara itu, suasana open house Panglima TNI ini sangat cair. Menurut Udi, sosok Panglima TNI Hadi Tjahjanto sangat “humble” . Karena menemui satu per satu tamunya yang duduk di kursi sembari mengobrol meski dalam waktu tidak lama.
Panglima TNI pun sempat mendendangkan beberapa lagu barat kesukaannya di hadapan tamu yang hadir. Dan membaur bersama tamu-tamunya.(ica/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :