Perjuangan Renie Nirmala Menembus Dunia MC Ibu Kota


Renie Nirmala perempuan asal Jalan Ikwan Hadi 9, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, rupanya seorang fighter di dunia entertainment. Ia yang serba bisa ini, mengawali karier sebagai penyanyi. Namun lewat perjuangan keras, ia bisa bertahan di Jakarta, sebagai master of ceremony (MC). Acara-acara penting dari berbagai perusahaan hingga yang dihadiri presiden dan menteri sukses ia kawal.
Sosoknya mulai melejit dan populer sejak ia hijah ke Jakarta. Ia bertekat mengembangkan bakatnya menjadi seorang entertainer sejak tahun 2000. Bahkan sebelum menjadi seorang MC yang cukup populer di beberapa kegiatan besar yang dihadiri oleh Presiden, Menteri, Gubernur hingga jajarannya tentu ada masa sulit yang dilaluinya.
Saat ditemui saat pulang kampung di Kota Batu, perempuan kelahiran Malang, 31 Mei  ini mulai menceritakan lika-liku perjalanan panjangnya meraih sukses sebagai MC. Mengawali karir sebagai penyanyi dengan ikut UKM musik di kampusnya, beberapa job untuk manggung di kafe, restauran dan hotel mulai diterimanya. Bahkan tak jarang cerita menarik saat manggung sering dialaminya.
"Sebelum jadi langganan MC di pemerintahan hingga berbagai intansi lainnya. Banyak cerita dari perjalanan saya yang sangat memotivasi. Salah satunya saat dapat job tahun baru di Bali yang masih saya ingat sampai sekarang," ujar Renie memulai ceritanya.
Pada saat menerima job tersebut, ia bersama teman-temannya dijanjikan akan dipenuhi kebutuhan seperti transportasi hingga tempat penginapan. Saat itu, ia sudah membayangkan, manggung acara tahun baru di Bali bakal dijamu dengan baik. Tapi saat berangkat ternyata naik kereta kelas ekonomi menuju Banyuwangi. “Jadinya  bercampur sama penumpang yang membawa berbagai perbekalan seperti sayur dan ayam. Bisa dibayangin saja," kenang ibu dua anak ini.
Bahkan sampai di Bali, bersama teman-temannya Renie dikumpulkan di ruangan dengan alas karpet untuk istirahat bareng bersama yang lainnya. Usai tampil mengisi acara, honor yang diterima juga mengejutkannya.
"Setelah selesei hanya dibayar Rp 75 ribu. Sementara buat belanja oleh-oleh untuk keluarga di rumah sampe habis Rp 200 ribu," bebernya dengan tertawa malu.
Selain aktif organisasi di kuliah, ia juga pernah ikut ajang kecantikan seperti Mbakyu Malang tahun 1990 dan meraih juara 3. Lalu Putri Kerudung Asri Jawa Timur tahun 1990, Top Model Kepribadian Terbaik Malang di tahun yang sama, juara harapan 1 Ning Surabaya tahun 1994 dan 40 besar Wajah Femina tahun 1996. Dengan berbekal prestasi nonakademik itu serta menyanyinya, barulah ia memberanikan diri untuk hijrah ke Jakarta untuk melebarkan sayap.
Namun, memulai karir dari nol bukanlah hal mudah bagi setiap orang. Pasalnya selalu ada rintangan untuk menuju kesuksesan. Di tahun  milenium itulah ia memulai karinya untuk jadi penyanyi ibu kota. Bahkan ia juga sempat merilis album religi Karunia Ilahi tahun 2003.
"Saat merilis album religi, edarnya cuma terbatas. Karena khusus Ramadan saja dengan delapan lagu," papar Renie.
Baru pada tahun berikutanya, alumni Psikologi Univ. 17 Agustus Surabaya ini mencoba keberuntungannya kembali dan nekat menjual mobil miliknya. "Setelah album Ramadan selesai, saya nekat jual mobil untuk biaya rekaman dan titip edar ke label. Karena kebetulan ada beberapa musisi terkenal yang mau bantu jadi produser musik dan arranger," tutur alumni SMAN 1 Batu ini.
Tapi ada daya, lanjut dia, setelah selesai produksi dan berjalan hingga empat tahun lamanya. Project yang diharapkannya tidak ada kejelasan sama sekali. Padahal telah banyak telah jerih payah dan usaha yang telah dilakukan hingga selesai rekaman. Belajar dari apa yang dialaminya, akhirnya Renie mencoba keruntungan lainnya untuk menjadi MC.
"Mungkin karena belum saatnya  atau sama Tuhan tidak dikasih jalan jadi penyanyi saya harus pindah haluan," kata perempuan yang pernah menjadi figuran di beberapa sinetron ini.
Dari situlah ia memulai dengan mengisi acara regular di hotel dan restoran sebagai MC dan beberapa kali juga menyanyi. Mungkin, lanjutnya, saat ia tampil dan menunjukkan peforma sebagai MC mulai banyak orang yang menghubungi dan meliriknya untuk mengisi mengisi acara besar lainnya.
Kini, ia sering mengisi berbagai acara yang mengundang RI 1, RI 2 bahkan sampai jajaran menteri. Pengalaman itu telah dirasakannya sejak pemerintahan Megawati, SBY hingga Jokowi. Misalnya yang pernah dihadiri Presiden Jokowi adalah acara di PT. Kalbio Global Medika. Dan masih banyak lagi, acara di Mabes TNI, serta di Mabes TNI AD, AU dan AL.
"Meski bukan dalam istana, tapi hal itu menjadi kebanggaan dan tantangan bahwa saya bisa," imbuhnya.
Pasalnya, setiap kegiatan yang diikutinya dihadiri orang nomor satu di Indonesia, ia harus kerja ekstra keras dan cerdas. Bahkan ada acara yang melibatkan banyak negara seperti pertemuan untuk negara Asean. Hingga ekstra tenaga dikeluarkannya, karena harus gladi bersih berkali-kali. Dan tak jarang rundown yang sudah terjadwal harus berubah sewaktu-waktu.
"Jadi untuk menjadi MC di di kalangan pejabat negara memang memiliki tantangan tersendiri. Kita harus mengikuti aturan yang telah ditentukan, paham situasi acara yang berlangsung serta bisa mengontrol suasana sepanjang kegiatan berlangsung," bebernya. (eri/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :