Sepatu Pantofel Buatan Napi Dijual Rp 1 Juta

MOJOKERTO - Tak mau kalah dengan sepatu impor, narapidana (napi) Lapas Mojokerto terus berinovasi untuk membuat sepatu pantofel berbahan kulit dengan kualitas tinggi. Desain baru pun dirancang khusus untuk dipasarkan ke kalangan pejabat.

Ide model sepatu trendi itu datangnya dari Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kememkum HAM Jatim Harun Sulianto. Menurut dia, model sepatu kulit yang dia namai sepatu Aladin itu dia peroleh setelah mengunjungi sejumlah toko sepatu impor di beberapa mall.
Bentuk desain pantofel baru ini memang lancip pada ujungnya seperti sepatu tokoh Aladin. “Saya minta dibuat khusus oleh napi di Lapas Mojokerto dengan kualitas tinggi, eksklusif, tidak diproduksi massal,” kata Harun saat meninjau di bengkel napi Lapas Mojokerto, kemarin.
Pemilihan model sepatu ini, lanjut Harun, bukan tanpa alasan. Menurut dia, sepatu itu merupakan desain papan atas yang biasa dipakai para pejabat tinggi negara. Harganya pun cukup fantastis, Rp 7,5 juta per pasang.
Oleh sebab itu, dia meminta para napi terampil di Lapas Mojokerto untuk meniru desain tersebut. Pasalnya, enam orang napi itu terkenal piawai membuat sepatu berbahan kulit dengan kualitas tinggi, tapi dengan harga yang relatif terjangkau.

“Karena handmade, saya ingin dibuat lebih detil, sol yang kuat, lemnya kualitas baik dan bahan kulit sapi,” ujarnya. Jika sepatu pesanannya itu selesai dibuat, Harun berjanji akan membantu memasarkan produk napi Lapas Mojokerto.
Sejumlah kepala daerah akan dia minta untuk membeli sepatu buatan napi. Urusan harga, dia hanya mematok Rp 1 juta sepasang. “Sasaran saya minggu depan sepatu ini saya pakai untuk acara di Kemenkum HAM di Jakarta, supaya mereka beli,” tegasnya.
Kalapas Mojokerto Muhammad Hanafi menambahkan, untuk membuat sepasang sepatu Aladin, para napi membutuhkan waktu tiga hari. Kualitas pengeleman sol menjadi prioritas utama agar sepatu dengan merk Pasmoker (Lapas Mojokerto) itu bertahan lama. (dk/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...