magista scarpe da calcio In Memoriam Abah Yon, Pendiri HC Putra


In Memoriam Abah Yon, Pendiri HC Putra

Dulu Tujuh Truk Sayur Tenggelam, Kini 74 Cucu Bisa Bekerja

KOTA BATU kehilangan seorang pengusaha lokal yang selama ini banyak mewarnai pembangunan di kota wisata itu. H Hari Cahyono, pengusaha yang bergerak di pertanian dan wisata ini menghembuskan nafas terakhirnya Sabtu (15/7) sekitar pukul 20.40.

Korban meninggal dunia setelah dilarikan ke RS Baptis, Sabtu sekitar pukul 19.00 karena mendadak kesehatannya drop. Saat dilarikan ke rumah sakit, pemilik toko oleh-oleh dan pusat kuliner HC Putra ini sempat menolak karena merasa kondisinya sudah membaik.
Namun Tuhan berkendak lain, Hari Cahyono dipanggil Sang Khalik diusia 53 tahun akibat sakit komplikasi (diabet dan jantung) yang sebenarnya dideritanya sudah cukup lama. Abah Yon, panggilan akrab Hari Cahyono meninggalkan satu orang istri dan 10 orang anak.
“Sebenarnya sakit yang diderita kakak sudah cukup lama, hanya saja minggu ini bisa dikatakan sembuh, keluhan yang selama ini dirasakan sudah hilang,” ujar H Hari Danah Wahyono, Wakil Ketua DPRD Kota Batu yang juga adik kandung Hari Cahyono.
Mendadak setelah sholat Maghrib Sabtu lalu, kondisi kesehatan Hari mendadak drop. Ribuan pelayat datang ke rumah duka di Jalan Diran, Kelurahan Sisir, Kota Batu Minggu (16/7) sekitar pukul 09.00 kemarin. Mereka memberikan penghormatan terakhirnya sebelum dimakamkan di TPU Kelurahan Sisir.
Hadir dalam pemakaman tersebut Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edi Purnomo, Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto dan para anggota DPRD.  
Hari Cahyono, owner HC Putra Grup merupakan anak ke -7 dari 11 bersaudara pasangan suami istri H Sapari dan Mujinah. Ia lahir 1 Maret tahun 1964.  Banyak kenangan yang ditinggalkan oleh suami dari Pangestuti ini.
“Semua golongan dirangkul oleh beliau (Hari Cahyono-red), ia sangat peduli dengan keluarga dan fakir miskin. Saya tahu persis setiap bulan ia selalu bersedekah untuk fakir miskin dan janda,” ujar Aiptu Eko Samsiyadi, anggota Satlantas Polres Malang Kota yang masih memiliki ikatan saudara dengan almarhum.
Jaringan bisnis yang ada saat ini tidak lepas dari kerja keras Hari Cahyono dalam membangun usaha yang diberi nama HC (Hari Cahyono) Putra. Ia mengawali usahanya dengan membangun imperium bisnisnya dengan menjadi buruh salah satu pengusaha sayur di Pasar Batu. Hingga akhirnya pada tahun 1987, ia memutuskan membangun usaha sendiri. Saat itu ia mengirim sayur ke Palangkaraya dan Banjar Negara.

Hingga akhirnya ia melakukan ekspansi pasar ke Sampit pada tahun 1990 hingga usahanya pun menggurita. Termasuk membeli sebuah hotel di Jalan Diponegoro, Kelurahan Sisir untuk menambah usahanya, meski akhirnya hotel ini dijual karena tidak cocok dengan naluri usahanya.  
Tahun 1994, HC Putra sempat bangkrut karena tujuh truk bermuatan sayurnya tenggelam di perairan Gresik hingga menelan kerugian hingga ratusan juta rupiah. Disusul dengan kerugian akibat kerusahan Sampit yang membuat usahanya kolaps.
Dia harus menanggung utang puluhan miliar rupiah dan terpaksa ia harus menjual banyak asetnya, mulai dari rumah, sepeda hingga berbagai aset miliknya. “Meskipun sudah menjual seluruh asetnya, kakak saya (Hari Cahyono) masih menanggung utang lagi. Dia tetap memberikan jaminan akan mengembalikan semua hutang-hutangnya itu sebagai bentuk tanggungjawab,” ujar Hari Danah Wahyono yang sebelum menjadi anggota dewan menangani keuangan usaha HC Putra.
Almarhum berusaha keras untuk mengembalikan utang itu dengan pergi ke Banjarmasin dan Palangkara untuk membuka jaringan pasarnya di sana. Saat itulah, sedikit demi sedikit usahanya kembali bangkit. “Uutang kepada para pedagang itu Alhamdulillah lunas semua, padahal jumlahnya miliaran rupiah,” ujar Nanang, sapaan akrab Hari Danah Wahyono.
Motivasinya untuk bangkit ini berawal dari menjaga kepercayaan orang lain dalam berusaha. Ia juga memikirkan bagaimana nasib seluruh keluarganya jika mereka harus kehilangan pekerjaan.
Usahanya bertambah maju dan kembali berjaya di pemasaran hasil bumi hingga melakukan ekspansi membeli tanah di Alun- Alun Kota Batu untuk pusat kuliner dan pusat oleh-oleh HC Putra di Jalan Raya Oro Oro Ombo.
Pengusaha lulussan SMP ini jauh hari sudah mempercayakan dua usahanya tersebut kepada anak-anaknya. Toko Oleh-Oleh dipasrahkan pengelolaannya kepada anak nomor dua,yakni Fitri dan usaha sayuran diserahkan pengelolaanya kepada anak nomor tiga, Sandhi.
“Almarhum bekerja selama ini, tidak lain tujuannya agar anak-anak dan saudaranya bisa bekerja, karena kita satu keluarga dari 11 anak ibu dan bapak saya saja, sudah ada 74 cucunya, semua bekerja di HC Putra,” tambahnya. (dan/feb)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top