Ada Alarm Banjir, Bunyi saat Debit Air Meningkat

 
PERUM Jasa Tirta I bersama Forum Jurnalis Kali Brantas (FJKB) menggelar field trip atau pengenalan perusahaan tersebut kepada awak media, kemarin. Berbagai fasilitas perusahaan dikenalkan. Mulai dari Laboratorium Kontrol Kualitas hingga Flood Forcasting Warning Sysytem (FFWS) atau system alarm akan terjadinya banjir dikenalkan dalam kesempatan tersebut.
Siapa sangka perusahaan yang mengelola dua Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas dan Bengawan Solo ini memiliki fasilitas canggih FFWS. Fasilitas FFWS tersebut berada di area kantor dan di sebuah ruangan yang luas. Terdapat peralatan canggih di dalam ruangan memiliki ac dingin ini. Diantaranya berbagai macam komputer, satelit hingga alarm atau warning akan terjadi banjir.
Tuntutan peralatan canggih tersebut, harus dimiliki Perum Jasa Tirta I. Apalagi beban tanggungjawab  perusahaan tersebut bertambah. Setelah kepengelolaan DAS Danau Toba menjadi kewenangan Perum Jasa Tirta I.
“Kalau terjadi peningkatan volume air, alarm akan berbunyi,” ujar Koordinator Balitbang Perum Jasa Tirta I, Didik Ardianto ST MSc.
Sembari menunjukan peralatan super canggih ini, dia menjelaskan terjadinya banjir tersebut bias dimonitor melalui CCTV yang terhubung dengan internet. Dia menyebut, apabila terjadi banjir di Bendungan Sutami, maka kondisi nyata terlihat melalui LCD berukuran besar. Sehingga, pihaknya bisa melakukan tindakan untuk mengatasi banjir atau peningkatan debit air.
“Bila terjadi peningkatan air secara signifikan, maka pintu bendungan kami buka. Sebelum itu, kami berkoordinasi dengan Bendungan terdekat seperti Bendungan di Wlingi,” tuturnya. Koordinasi itu, kata dia, sangat penting. Sehingga, bendungan terdekat tidak kaget akan mendapat kiriman air sangat besar dari Bendungan Karangkates.
“Ototmatis Bendungan di Wlingi, Blitar, juga akan membuka pintu airnya. Supaya tidak terjadi over debit di tempat tersebut,” tuturnya.
Fasilitas canggih ini, kata dia, sangat berguna untuk mengatasi banjir. Sehingga, tidak terjadi luapan air ke daratan maupun pertanian milik warga. Berkat system itu, menurutnya sejauh ini, segala permasalahan banjir bisa teratasi.
Terutama potensi banjir di DAS Berantas selama musim hujan terjadi, bisa diantisipasi dengan baik melalui FFWS tersebut. Dalam kesempatan itu, dia juga menujukan laboratorium pengontrol kadungan serta kualitas air. Fungsi laboratorium itu untuk mengecek terjadinya pencemaran air melalui limbah industry yang dibuang ke sungai.
“Biasanya kami melakukan patrol di sungai dan mengambil sampel air. Kemudian sampel air tersebut dibawa ke laboratorium ini untuk dicek kualitas dan tingkat pencemaran air,” terangnya.
Usai mengenalkan dua peralatan canggin tersebut, dia menyambut baik dengan terselenggaranya kegiatan ini. Lantaran bisa memberikan informasi baru kepada media dan juga masyarakat, terkait tugas, tanggungjawab serta wewenang perusahaan itu. (big/bua)  

Berita Terkait

Berita Lainnya :