Latihan dari Usia Dua Tahun, Langganan Naik Podium

Hobi yang ditekuni dengan serius, bisa membuahkan prestasi luar biasa. Contohnya Firdaus Putra Setyawan, pembalap sepeda kategori BMX dari Kota Malang yang selalu mendapatkan prestasi di setiap ajang kejuarana yang dia ikuti. Masih kelas IV SD, pembalap cilik tersebut sudah sering berprestasi baik di kancah nasional maupun internasional. 
Di April 2017, Firdaus berhasil meraih juara dua pada kejuaraan Internasional BMX 2017 di Banyuwangi. Pembalap cilik kelahiran tahun 2008 ini, mampu mengalahkan para pesaingnya dari berbagai negara seperti Malaysia, Australia, Jepang, dan Thailand. Tak hanya itu, akhir tahun 2016, pembalap berpostur gempal ini juga meraih juara dua di kejuaraan  BMX  tingkat internasional, yang  digelar di Banyuwangi.
“Senang rasanya bisa juara mengalahkan puluhan pembalap cilik dari negara lain. Sebenarnya dengan juara satu masih beda tipis, tak sampai 20 detik. Tapi apapun hasilnya harus disyukuri,” kata Firdaus.
Deretan medali Firdaus berjejer rapi di lemari rumahnya. Tercatat beberapa medali didapat dari kejuaraan tingkat daerah nasional, dan internasional. Kesuksesan Firdaus tak didapat dengan mudah. Ayahnya, Benny Setyawan adalah pelatih balap sepeda. Itu keuntungannya. Namun porsi latihan yang dilahap dan harus Firdaus kerjakan, sama dengan pembalap lain.  
Sejak usia dua tahun, ia diperkenalkan dengan sepeda. Kala sebagian besar anak seusianya masih menaiki sepeda roda tiga, Firdaus sudah lincah menggerakkan kakinya dengan sepeda roda dua. “Umur dua tahun saya sudah bisa menggunakan sepeda roda dua. Sejak saat itu saya tak pernah lepas dengan sepeda. Bahkan setelah mandi dan makan, saya selalu meminta ayah mengantar ke velodrome untuk latihan sepeda,” tambahnya.
Umur tiga tahun, Firdaus telah mengikuti lomba di sirkuit dengan adrenalin tinggi yang digelar di Surabaya. Berkat dorongan dari ayahnya,  Firdaus  yang kala itu memang ingin menjadi pembalap sepeda, bersemangat untuk mengikutinya. Meski belum menjadi juara pertama, kala itu pembalap cilik yang mempunyai hobi memasak ini berhasil meraih juara empat.
“Juara empat kan naik ke podium, saat itu saya senang sekali. Saya juga berjanji akan selalu naik podium pada saat mengikuti kejuaraan. Rasanya senang dan bangga setiap kali ikut kejuaraan selalu naik podium,” tuturnya.
Di masa mendatang, Firdaus bercita-cita menjadi pembalap sepeda BMX dan dapat berlaga di PON, Sea Games, bahkan Olimpiade. Oleh karena itu, meskipun usianya masih muda, dia akan terus berlatih dan selalu mengikuti kejuaraan untuk memompa keahliannya.
“Saya ingin menjadi pemenang dan membanggakan Indonesia. Saya juga ingin mengoleksi piala-piala dan piagam di rumah saya. Biar jadi seperti museum penghargaan,” tandasnya.
Sementara itu, beberapa prestasi yang mampu  dia raih saat masih usia lima tahun di antaranya adalah, meraih juara tiga di Event BMX Surabaya 2013, juara dua di Lumajang dan jura satu Wali Kota CUP Malang. Di umur enam tahun, dia berhasil meraih juara dua Kejurda Lumajang, dan juara satu Wali Kota Malang Cup 2014. Lalu di usia 7 tahun, dia berhasil meraih juara pertama Walikota Malang Cup 2015. Setahun kemudian, dia mampu meraih juara tiga di kejuaraan internasional BMX  Banyuwangi 2016, juara dua Kejurnas BMX 2016 Banyuwangi, dan juara ITT Kejurnas BMX Banyuwangi 2016.
“Sebenarnya prestasi saya adalah hasil dari disiplin latihan setiap hari, juga hasil dari rasa cinta saya pada sepeda. Setiap mengikuti kejuaraan saya selalu mendapat piala,” ungkapnya.(yun/han/bersambung)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :