Maut Menjemput Kuswanto di Dekat Gapura Gang Rumahnya


MALANG - Keluarga korban kecelakaan beruntun truk tronton masih berduka. Termasuk keluarga Kuswanto, korban meninggal yang mengendarai motor Revo, dan hendak pulang menuju gang rumahnya di Dusun Takeran Desa Ngijo Karangploso.
Kuswanto yang saat itu membonceng Sujatmiko, rekan kerjanya, sebenarnya tinggal beberapa mater lagi menuju rumahnya. Namun takdir berkata lain. Jarak dekat  tak mampu menghalau malaikat maut yang menjemput. “Sebenarnya, posisi Kuswanto tinggal beberapa meter menuju gapura gang rumah kami, namun Allah lebih menyayangi adik saya,” papar Jainul kepada Malang Post.
Ia menambahkan, saat ini keluarga besar Kuswanto sedang menunggu itikad baik dan permintaan maaf dari PT Wijaya Putra Pakis, perusahaan tempat Iwan Prasetyo (sopir truk) bekerja. Kuswanto, lanjut Jainul, meninggalkan seorang istri dan dua balita perempuan. Si sulung berumur 3,5 tahun dan yang bungsu masih berusia 7 bulan.
Sementara Warsiti, korban meninggal dunia di lokasi ternyata merupakan penumpang mikrolet. Ia baru pulang dari pasar untuk membeli kue dan roti untuk disumbangkan dalam tasyakuran memperingati kemerdekaan ke 72 Indonesia. Jejen Jaelani, sang suami menjelaskan, Warsiti menolak saat akan diantar ke pasar.
“Berangkatnya memang naik ojek, namun pulangnya naik angkot jurusan KA, jadi istri saya itu yang meninggal di tempat dengan luka bagian kepala belakang seperti terkena pukulan benda tumpul dengan keras,” jelas Jejen.
Jejen mengungkapkan, istrinya meninggal karena kepala bagian belakang terhantam oleh besi pegangan di dalam angkot, lalu terlempar keluar. Melihat kondisi mikrolet yang hancur, benturan yang mengenai kepala Warsiti diperkirakan sangat kuat.
Sementara korban meninggal satu lagi, Winarti, yang merupakan tetangga Warsiti juga berpamitan kepada Yunanik kakaknya, untuk membeli kue dan roti yang akan disumbangkan dalam acara tasyakuran di kampungnya. Ia diantarkan oleh suaminya, Agus, yang sampai saat ini masih mendapat perawatan di rumah sakit.
“Kami hanya bisa mendoakan agar Winarti adik saya dan para korban mampu untuk bersabar dan ikhlas dalam perjalanan terakhir menuju alam yang kekal,” ungkap Yunanik dengan mata sembab namun tetap menunjukkan ketenangan.(mg1/han)

Berita Lainnya :