Touring Bawa Misi Lingkungan, Petakan Kondisi Sungai Brantas


Perjalanan Agni Istighfar Paribrata begitu panjang dan belum berhenti. Ia gemar touring naik sepeda motor. Tapi ia tak seperti rider lain, yang hanya geber knalpot dan meminta pengemudi lain minggir. Ia lebih dari itu, bukan rider biasa. Sepanjang touring, Agni sekaligus melakukan konservasi sungai dan seabrek misi positif lainnya.
Sebelum menjadi rider, dengan keliling kota menaiki sepeda motor. Perjalanan Agni dimulai ketika terlibat dalam kegiatan di bidang lingkungan sekitar tahun 2006. Ia bergabung dengan ayahnya, Bambang Parianom di Pusaka Foundation, menggelar konservasi hulu Sungai Brantas. Ketika itu, Agni yang masih kuliah menjadikan hal tersebut hanyalah sebuah hobi yang hanya sekedar mengisi waktu luang untuk membantu sang ayah.
Begitu lulus kuliah S1 jurusan Hukum Universitas Brawijaya, ia kemudian diajak oleh kedua rekannya, Ahmad Yunus dan Farid Gaban untuk melakukan pemetaan kondisi pulau terluar di sekitar Pulau Jawa. Ia belum menaiki sepeda motor, bersama rekannya berkeliling selama sekitar tiga bulan.
Lalu, sekitar tahun 2013, di tengah kesibukannya bekerja di Kementerian Komunikasi dan Informasi, dirinya izin pulang ke Malang untuk melanjutkan kuliah S2. Sekitar tahun 2013, dirinya kemudian tertarik untuk melakukan analisis rona lingkungan dan melakukan  perjalanan dengan menaiki sepeda motor.
Pada bulan Agustus 2013 lalu, dirinya melakukan perjalanan untuk menyisir Sungai Brantas dari hulu ke hilir. Agni pun berkeliling ke 17 Kota dan Kabupaten dan berhasil mendapatkan 1.400 foto dan menemukan masalah untuk dimusyawarahkan bersama solusinya. Sejak saat itulah, dia memiliki visi berkeliling untuk melakukan kampanye.
Kepada Malang Post, Agni menceritakan apa yang berhasil ditemukannya ketika itu. Pada Sungai Brantas Hulu, terjadi deforestasi, yakni penggundulan hutan dan lahannya dialihfungsikan untuk pertanian atau kawasan perkotaan.
“Sebetulnya, di sana ada 111 sumber air, jadi hanya 57 sumber saja. Itulah yang menyebabkan banjir bandang di daerah Batu pada tahun 2004,” jelasnya ketika ditemui di rumahnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...