Segar dengan Lagu Baru, ‘Bangkitkan’ Mars Legendaris

 
MALANG - Tak salah bila ‘Kembali Berpesta’ dijamin bakal mengobati kerinduan fans d’Kross. Membawa warna musik yang lebih segar dengan memadukan genre punk dan ska dalam album barunya ini, seolah membuktikan semakin matangnya ekplorasi musikalitas band komunal tersebut selama 11 tahun eksistensinya di belantika musik Tanah Air.
Meski begitu, bukan berarti band yang selama ini kental nuansa rock itu berubah haluan 180 derajat. Justru lewat album baru ini, Ined dkk sukses mentransformasi musik rock menjadi lebih ‘kaya’ dengan kolaborasi aneka genre secara smooth dan tetap enerjik. Penggarapannya pun menggandeng gitaris kenamaan dari ibukota, Noldy Benyamin Pamungkas. 
Fill gitar yang meraung dan melengking dengan ciri khas distorsi dan reverb kental ala Noldy akan menjadi ‘roh’ di album berdesain colorfull tersebut. 
Selain hits single ‘Kembali Berpesta’, lagu baru lain yang masih kental nuansa Malangan adalah ‘Sing Tawur Ngesroh’.
“Pesan moral dari lagu itu sebenarnya cukup sederhana. Jadi dalam menyelesaikan masalah, tidak harus dengan kekerasan. Sekarang sudah bukan zamannya tawuran. Justru sekarang saatnya generasi muda bergaul melalui banyak kegiatan positif,” ulas Yokiwuz, vokalis d’Kross.
Di samping sejumlah lagu anyar lain bernuansa ska seperti ‘Tamasya’, ‘Best Friends Forever’ dan ‘Jomblo Ngenes (Jones)’, beberapa repackage dari tembang lawas ikut melengkapi deretan track di album ini.
Salah satu yang menarik adalah aransemen ulang lagu legendaris ‘Malang Kota Subur’ dengan nuansa punk-rock. Para musisi dan kritikus pun mengapreasi positif langkah d’Kross mengangkat kembali lagu tersebut.
“Satu upaya yang baik dari d’Kross untuk membangkitkan kembali memori publik tentang lagu legendaris ini. Bahkan sebetulnya, masih banyak lagu legendaris lain yang seharusnya diketahui oleh generasi muda Kota Malang saat ini,” ungkap musisi senior, Mamek HS.
Menurut Mamek, hal ini bisa berdampak positif menjadi stimultan bagi pemerintah kota untuk menggiatkan kembali kecintaan anak didik terhadap daerahnya.
“Jadi mereka diajarkan lagi untuk bangga menjadi arek Malang lewat lagu-lagu ini. Selain berisi pesan moral yang baik, lagu tersebut sekaligus menjadi media untuk mempromosikan Kota Malang,” paparnya.
“Karena Malang itu barometer musik nasional. Kalau sepakbola Malang bisa menjadi besar, jadi saatnya musik Bhumi Arema juga kembali berjaya,” timpal bapak dua anak itu.
Bahkan salah seorang mantan guru senior di SMAN 3 Malang, Ny Naning Suwito sempat mengirimkan surat khusus kepada frontman d’Kross, Sam Ade Herawanto, berisi notasi asli lagu gubahan R Dirman Sasmokoadi tersebut. 
Karena itulah, momentum lahirnya kembali lagu ini juga bakal semakin terasa, seiring bakal ditampilkannya lagu ‘Malang Kota Subur’ di acara Reuni Akbar 65 Tahun SMAN 3 Malang, pada 19 Agustus mendatang. 
Sebagai salah seorang alumninya, Sam Ade d’Kross rencananya akan ikut naik panggung membawakan lagu legendaris ini.
“Tentu akan terasa istimewa bisa mendengarkan kembali lagu tersebut sambil mengenangnya bersama teman-teman kami saat acara reuni nanti,” kata Ketua Panitia Reuni Akbar 65 Tahun SMANTI, Hari Resofianto.
Performance d’Kross di acara reuni tersebut sekaligus mengawali rangkaian tour album ‘Kembali Berpesta’, setelah lebih dulu digelar kegiatan bedah album pada 10 Agustus nanti dan launching bersamaan peringatan HUT ke-30 Arema sehari kemudian. (*/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :