Peneliti Produktif, Sembilan Tahun Hasilkan 200 Penelitian



Sejak kecil, Mardiyah Jusuf Hasan Mansoor S.Si memiliki cita-cita sebagai peneliti. Dia melihat alam sebagai sebuah objek yang kaya akan ilmu pengetahuan. Terinspirasi dari surat Al-Alaq yang diawali dengan Iqra (cacalah), yang menurutnya, merupakan perintah bagi setiap hamba untuk harus membaca ciptaan-Nya, yang tertulis dan yang tidak.
"Salah satu ciptaanNya yakni alam. Jadi kita diminta untuk mempelajari alam, agar tidak rusak," ujarnya.
Gagasan inilah yang kemudian terus menginspirasinya untuk belajar dan meneliti. Sejak 2008 hingga sekarang ini, ia telah melakukan lebih dari 200 penelitian, baik yang dilombakan di tingkat nasional hingga internasional.
Cita-cita sebagai peneliti pernah mengantarkan Mardiyah mendaftar di Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sebanyak tiga kali, namun tidak pernah berhasil. Baru ketika menjadi guru Karya ilmiah Remaja di SMA Surya Buana di tahun 2008, cita-citanya mendapatkan tempat.
Beberapa penelitian yang menurutnya paling berkesan adalah pembuatan minuman rempah yang dapat menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol bagi orang-orang Eropa, yang dilakukan bersama dengan Sri Istuti Mamik, Pembina Yayasan dan Perguruan Surya Buana.
Penelitian ini menghasilkan Double Gold dan Semi Grand Award dari ajang Innovation Design Research International Symposium di Malaysia dan selanjutnya mendapatkan Grand Award di European Exhibition of Creativity and Innovation 2017. Selain medali emas, Mardiyah juga meraih penghargaan Spesial Prize serta penghargaan Ambassador of Innovation dari EUROINVENT yang diikuti oleh 37 negara, dengan sekitar 300 peserta dan 544 inovasi.
"Awalnya dari ketidaksengajaan ketika saya mau ke Kroasia, saya racik minuman penghangat dari jahe, kapulaga, keningar, cengkeh, dan rempah lain karena di sana suhunya bisa sampai minus dua hingga minus 13. Kebetulan, di hotel bertemu dengan teman yang merokok. Dalam dua hari setelah minum racikan ini, beliau tidak merokok lagi,” kata Mardiyah.
Penelitian yang dilakukan Mardiyah ternyata juga menarik perhatian Profesor Ion Shandu, Ketua EUROINVENT, yang menanyakan bagaimana cara membuat racikan tersebut.  Sebab di negaranya Rumania, banyak masyarakat yang ingin menghentikan kebiasaan minum alkohol.
Penelitian lain yang tidak kalah mengesankan menurutnya adalah yang dia ciptakan bersama dengan Sri Istuti Mamik, mengenai pemanfaatan limbah buah-buahan untuk perawatan wajah.
“Inspirasinya dari ibu Sri yang usianya sudah 69 tahun tapi kulit wajahnya masih sangat bersih. Karena kulit beliau ini sangat sensitive, beliau menggunakan ramuan dari kulit buah-buahan. Waktu dibawa ke Korea, produk ini dibeli banyak orang. Padahal di Korea sendiri sudah punya produk kecantikan yang terkenal luas,” katanya.
Kosmetik penelitian mereka inipun juga sempat dibeli oleh sebuah perusahaan di Miami. Namun karena belum mendapatkan paten, maka produk urung diberikan. Produk kecantikan ini juga telah dipresentasikan dan dalam suatu uji pembanding, memiliki kualitas yang sama dengan produk kecantikan lokal ternama. Atas inovasinya, penelitian ini mendapatkan Gold Medal dan beberapa Special Prize dalam ajang EUROINVENT di tahun 2016.

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...