Belajar dari Youtube, Satu Minggu Hasilkan 120 Busur Panah



Tidak banyak pembuat busur panah di Kabupaten Malang. Salah satunya adalah M Achwan, yang dibantu tujuh pegawainya bisa memproduksi 120 busur panah dalam satu pekan. Karya warga Jalan Pesantren, Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji ini, diminati atlet pemula dan penghobi olahraga panahan dari seluruh daerah di Indonesia.
Membuat busur panah sebenarnya baru ditekuni bapak dua anak ini sejak tahun 2015. Berawal dari kebosanannya bekerja di karoseri truk, dia ingin bekerja bidang lain. Bak gayung bersambut, salah seorang temannya menawari untuk membuat busur panah. Namun, saat itu ia belum memiliki kemampuan dalam membuat media penembak anak panah ini.
Temannya tersebut menyuruhnya belajar sendiri melalui video Youtube. Saat itulah, pria asal Klayatan Gang 3, Kota Malang ini belajar secara serius tutorial membuat senjata yang digunakan saat zaman kerajaan dahulu kala ini. Melalui belajar secara otodidiak itu, kini dia mampu membuat lima macam busur panah.
Lima jenis busur panah itu yakni recurve bow, compound, horse bow, crossbow dan hunting bow. “Kalau yang menjadi primadola ya ini, panah recurve bow,” ujar M Achwan sembari menunjukkan panah yang dimaksud kepada Malang Post. Busur panah reurve bow digunakan untuk atlet pemula.
Jika ada ada orang yang belajar memanah, mereka bisa bisa menggunakan jenis busur panah ini. “Busur panah ini sangat ringan. Selain itu, tarikannya tidak terlalu berat,” imbuhnya. Sembari mengajak Malang Post menuju rumah belakang yang dipergunakan sebagai pembuat busur panah, dia menjelaskan proses pembuatannya secara rinci.
Pertama, harus mempersiapkan kayu, yang bisa dipilih ada tiga yakni mahoni, akasia dan jati. Sedangkan mayoritas yang digunakan adalan jati dan mahoni. Karena dua kayu ini berkualitas tinggi dan memiliki tekstur halus dan tidak mudah patah. “Untuk mendapatkan kayu jati, saat ini mulai sulit. Biasanya saya memakai kayu mahoni,” tuturnya.
Pria berjenggot ini menjelaskan, kayu tersebut dipotong kecil-kecil, lalu dipahat atau diselep untuk dibentuk sesuai dengan keinginan atau pesanan. Proses selanjutnya, menambahi limb, pipa pvc dan tali busur yang terikat pada kedua ujungnya. Saat tali busur ditarik ke belakang, limb akan melengkung lebih dalam.
Kemudian mengubah energi gerak tarikan tali busur menjadi energi potensial pegas. Setelah semua terpasang, kayu pegangan tersebut dilapisi oleh melamine sanding supaya lebih halus. Sehingga, enak dipegang oleh penggunanya.
“Harus melengkung seperti ini dan tarikannya tidak berat,” ucapnya sembari mempraktekkan cara menggunakan busur panah.
Sayangnya, dia hanya membuat busur panah. Untuk anak panah, biasanya pengguna membelinya di toko olahraha atau toko khusus panah. “Kalau anak panahnya bisa beli. Yang penting itu, busur panahnya yang didesain sesuai dengan permintaan dan mudah digunakan,” katanya.
Sembari melanjutkan pekerjaanya, Achwan menceritakan, ia menyerahkan penjualan busur panah itu pada temannya, yang memasarkannya secara online. Menggunakan kencanggihan teknologi, busur panah buatannya dengan cepat dibeli oleh peminat dari seluruh wilayah Indonesia.
Busur panah dijual paling murah seharga Rp 300 ribu per unit. Satu pekannya, dia berhasil menjual 120 buah busur panah. Dengan rincian 100 busur panah biasa dan 20 busur panah kualitas istimewa. Untuk busur panah dengan kualitas istimewa, Achwan menjual seharga Rp 600 ribu per unit.
“Penjualannya melalui internet marketing. Saya harus memenuhi target dari internet marketing sebanyak 120 unit tersebut,” kata pria berusia 42 tahun ini.
Selain itu, dia juga menerima pesanan, yang harga jualnya disesuaikan dengan tingkat kesulitan desain yang diinginkan. Semakin sulit desain, maka semakin mahal harganya.  Achwan mengatakan, ada keistimewaan busur panah buatannya itu, yakni halus dan ringan. Sehingga banyak diminati oleh pemula yang baru belajar panahan.
Dia mengatakan, pembuat busur panah saat ini tidak banyak dan bisa dibilang langka. Meski demikian, dia tetap nekat untuk menekuni usaha tersebut. Beberapa daerah seperi Boyolali dan Tasikmalaya, hanya ada satu pembuat busur panah.
“Justru membuat produk yang langka dan tingkat kesulitan tinggi, menjadi tantangan saya. Buktinya, banyak yang memesan busur panah buatan saya,” tuturnya. (binar gumilang/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...