Lebih Dekat dengan Surya Narayana, Juara 1 Superbike Malaysia


Surya Narayana Renaldo Surojo (15 tahun) menjadi jawara di Pirelli Malaysia Superbike Championship 2017, pada Minggu (17/9). Selasa (19/9) sang juara 1 superbike kelas 250 cc itu sudah berada di Kota Malang, bertemu dengan Malang Post di sebuah bengkel. Surya ini tergolong luar biasa, dari sirkuit di halaman Stadion Kanjuruhan, ia bisa melaju ke pentas nasional!
Surya sedang asyik menonton rekaman pertandingannya sendiri, Pirelli Malaysia Superbike Championship 2017 ketika Malang Post datang berkunjung. Ia sebenarnya tinggal bersama orang tuanya di Jalan S. Supriadi RT 1 RW 1 Kepuh Sukun Kota Malang. Namun, Malang Post menemuinya di bengkel Ken Motor di Jalan Danau Toba E4 No 13 Sawojajar.
Di bengkel itu ada dua mentornya, Fandika Dionisius Wijaya. Dion sapaan akrabnya, mendampingi Surya ketika berlaga di Sirkuit Sepang. Ada juga mentor lainnya, tak lain kakak kandung  Dion, Kristian Tri Sugiharto. Ia sedang duduk bersantai mengawasi dua pegawainya yang sedang fokus memperbaiki motor customer.
“Maklum, dia masih belum menonton pertandingannya sepulang dari Malaysia” ujar Kristian mentor Surya kepada Malang Post.
Di bengkel tersebut Surya sangat fokus saat melihat pertandingannya sendiri, ia seperti sedang menikmati suara deru motor yang dipacunya. “Kalau sedang melihat balapan motor memang seperti itu, jadi tidak bisa diganggu” imbuh Dion yang mendampingi Surya di Sepang Circuit saat itu.
Usai menonton pertandingannya, senyum lega terpancar di bibirnya. Surya kemudian segera ikut bergabung bercengkrama dengan Kristian dan Dion. Surya bercerita, ia menyukai balap motor karena sering melihat motoGP. Ketika ia masih duduk di kelas 5 SDN Gadang 1. Ia langsung jatuh cinta melihat kemampuan Pedrossa menggeber kuda besinya saat itu.
Dari motoGP itu Surya berani terang-terangan berbicara kepada Surojo, ayahnya bahwa ia ingin menjadi seorang pembalap. Ayahnya tak langsung menjawab atas pernyataaan yang di ungkapkan oleh Surya. Sedangkan ibunya, Winarsih Anika, jelas menolak hal tersebut. Surya hanya diam menunggu keputusan dari sang ayah.
Rupanya, esok harinya, Surya diajak oleh ayahnya ke Lapangan Kanjuruhan dan membuat sirkuit dadakan untuk berlatih. Ayah Surya memang pembalap motor. Wajar jika Surya memiliki bakat adu cepat menaiki kuda besi.
“Saat itu motor yang saya pakai latihan pertama kali adalah motor SupraX 125, hingga akhirnya setelah saya khitan di kelas 6, ayah memberikan motor Blade khusus untuk saya, saya juga dipinjami motor CBR oleh ayah” urai Surya sambil tersenyum mengenang masa lalunya.
Surya mulai memasuki perlombaan ketika ia ditawari oleh ayahnya untuk mengikuti event dari Honda, yaitu HRC tingkat nasional yang diadakan di Stadion Kanjuruhan
“Di balapan pertama, saya menduduki peringkat ke 8 namun rasanya senang sekali” ungkap siswa SMA Trimurti Pakisaji ini.
Ia kembali memasuki balapan keduanya di Motorprix Championship tingkat nasional namun ia gagal memasuki garis finish karena terjatuh di lap ke 3. “Saya terluka bagian pinggang saat itu, tapi rasa penasaran untuk meraih podium nomor satu masih lebih besar daripada rasa sakit yang saya alami,” aku alumnus SMPK Frateran Celaket 21 ini.
Di tengah perjalanan menggeluti dunia balap motor, Surya bertemu dengan Dion dan Kristian. Ketika itu, ia sedang berada di Ciamis mengikuti Kejurda. Melihat potensi yang dimiliki oleh Surya, Dion memutuskan untuk menawarkan diri menjadi mekanik dan helper di Asia Talent 2017. Ya, Surya memang bisa lolos untuk mengikuti Asia Talent.
Bersama Dion dan Kstrian, kemampuan Surya kian terasah. Ia mengaku baru bisa menguasai teknik tikungan roll ketika dilatih oleh Dion. Ditanya mengenai pengalaman yang menegangkan, Surya mengaku ia tidak pernah bisa meraih juara pertama di  Sirkuit Sentul Jakarta ketika mengikuti Honda Racing School. Di sana ia hanya meraih podium tiga, lalu terjatuh di kejuaraan Honda Dream Cup karena membentur karung pasir dan terpelanting jauh ke depan, mendarat dengan posisi dada lebih dahulu.
“Sempat drop, lalu juga gagal di Asia Talent,” aku putra pengusaha coldstorage itu.
Surya terus berusaha, ia mendapat porsi treatment yang lebih dari Dion dan Kris. Setelah masa treatment dan masa pemulihan psikis dianggap sudah cukup, Surya akhirnya kembali ke sirkuit Sepang Malaysia di Super Bike Pirelli Malaysia Super Bike Championship 2017.
Ia juga kembali lolos seleksi Asia Talent Cup 2018. Pada tahap seleksi awal, ia mengalahkan sekitar 127 pembalap dari berbagai negara. Seperti Australia, Bangladesh, Tiongkok, India, Jepang, Malaysia, Nepal, New Zealand, Pakistan, Filipina, Qatar, Korea Selatan, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Turki hingga Vietnam. Ia harus menjalani seleksi lagi, bersama 30 pembalap di Sirkuit Sepang pada tanggal 24 dan 25 Oktober 2017.
 “Selain mempersiapkan di Asia Talent, ia juga mengikuti Superbike Malaysia. Superbike ini ada lima seri, Surya baru masuk di seri ke tiga pada bulan Juli lalu,” imbuh Kristian.
Pada satu seri Superbike Malaysia, biasanya ada dua sesi balapan. Saat kali pertama mengikuti Superbike, Surya secara mengejutkan langsung menyodok ke posisi dua, ia naik podium. Sejak saat itu, performanya semakin ditakuti di lintasan balap.
“Kemudian pada hari Minggu (17/9) ikut di seri 4, ia berhasil juara 1 di race 1 dan pada race 2, juara 2,” pungkas Kristian.(mg1/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...