magista scarpe da calcio Hasil Penelitian 7 Tahun, Aman Simpan Hidrogen dalam Es Batu


Hasil Penelitian 7 Tahun, Aman Simpan Hidrogen dalam Es Batu



Salah satu ilmuwan energi yang dimiliki Indonesia berasal dari Kota Malang. Dia adalah dosen FMIPA Universitas Brawijaya (UB), Dr Lukman Hakim Ssi, MSc, yang telah berhasil menemukan penyederhanaan penggunaan energi terbarukan dengan metode penyimpanan yang lebih sederhana serta efektif.
Temuan tersebut, yakni menyimpan gas hidrogen dalam es batu. Saat ini produknya sudah ada, namun masih digunakan terbatas, di luar negeri. Tepatnya di Jepang. Sebab Lukman melakukan penelitian itu di laboratorium Theoritical Chemistry Laboratory, Graduate School of Natural Science and Technology Okayama University.
Penemuan Lukman ini dilatarbelakangi dengan tidak efektifnya penyimpanan energi dalam tabung gas selama ini. Zat hidrogen yang mudah meledak dirasa tidak efektif jika disimpan dalam tabung. Banyaknya kejadian pesawat meledak, balon udara meledak membuatnya ingin mencari alternatif penyimpanam hidrogen.
Lukman mencoba menyimpan khusus energi hidrogen ini ke dalam es batu, yang lebih sederhana, dan mudah dibawa berpindah. Kenapa gas hidrogen ia pilih untuk dijadikan sebagai sumber energi? Lukman menganggap gas ini paling banyak ditemui di muka bumi. Dan tentu saja, kaya mamfaat.
"Tujuan dari temuan kan memang harus mempunyai banyak manfaat untuk hajat hidup banyak orang," kata Lukman. Ia mengatakan, hidrogen adalah satu-satunya gas di muka bumi yang paling banyak digunakan.
Selain untuk industri pesawat, lanjut dia, zat ini juga bisa digunakan untuk industri rumah tangga, sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG). Untuk manfaat kedua ini, lanjutnya, masih memerlukan penelitian lebih lanjut lagi.
"Manfaatnya untuk masyarakat, hidrogen dalam tabung biasanya disimpam dalam bentuk tabung LPG . Karena sifat hidrogen tidak bisa dicairkan ketika disimpan dalam tabung, secara kimia akibatnya gas dalam tabung menjadi berat," terangnya.
Menurut Lukman, pemanfaatan gas hidrogen dalam tabung ini tidak ekonomis dan efisien untuk penyimpanan bahan bakar alternatif masa depan. “Biaya yang dihabiskan lebih banyak, namun yang tersimpan hanya sedikit. Dalam tabung 1 kg, hanya bisa menyimpan 15 gram gas hidrogen,” kata dosen ulusan Okayama University, Jepang itu.
Pembuatan penyimpanan hidrogen dengan es batu dilakukan dengan memanaskan air dan hidrogen secara bersamaan menggunakan sel amfil berlian bertekanan 1.000-10.000 bar. “Molekul hidrogen akan menempati rongga di dalam es batu bertekanan. Es batu kemudian diperiksa menggunakan spektrometer untuk memastikan hidrogen tersimpan di dalamnya,” kata pria berwajah oriental itu.
Hasilnya, dalam sebongkah es dengan berat 1 kg es batu, hidrogen yang tersimpan bisa mencapai 110 gram. “Jelas sangat jauh lebih efisien dibandingkan menggunakan tabung yang hanya bisa menyimpan 15 gram gas,” jelas Lukman menjelaskan proses pembuatan ilmiah penyimpanan hidrogen dalam es batu.

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top