Terbitkan Koran Tjahaja Timoer di Malang, Bedakan Setiap Generasi dari Warna Kaos



Suasana hangat penuh kekeluargaan begitu terasa di Hall Arjuna, Hotel Selecta, Malam Minggu (23/9) kemarin. Di hall tersebut tengah digelar reuni keluarga Kwee Khay Khee, tokoh pengusaha  percetakan. Ia adalah orang yang menerbitkan  koran pertama di Indonesia dari Kota Malang, Tjahaja Timoer. Sungguh riuh, sebab keluarga ini sudah menginjak pada generasi keempat. Setiap anggota keluarga yang datang hadir dengan warna kaos yang berbeda, warna kaos menunjukkan ia lahir dari generasi ke berapa.
Reuni keluarga Kwee Khay Khee diselenggarakan agar setiap generasi bisa saling mengenal. Maka di Hall Arjuna, setiap anggota keluarga memperkenalkan satu persatu saudaranya. Awalnya hanya satu orang tertua yang memperkenalkan diri. Kemudian ia mengenalkan istrinya, anaknya, hingga cucunya. Hingga akhirnya panggung hall sudah dipenuhi banyak orang. Wow!
Tidak hanya memperkenalkan diri, keluarga yang ada di depan panggung, juga menyanyi di depan sambil diiringi petikan gitar . Seluruh hadirin pun ikut menyanyi, mengikuti iringan lagu  mandarin. Kehangatan keluarga ini sangat terasa, karena baru kali ini diselenggarakan reuni keluarga Kwee Khay Khee. Reuni ini mempertemukan seluruh keturunan yang tidak hanya tinggal di Indonesia.
Kwee Khay Khee merupakan seorang pengusaha  percetakan yang menerbitkan  koran pertama berbahasa melayu pertama di Kota Malang, Tjahaja Timoer. Koran ini menjadi salah satu media cetak pada masa kolonial Belanda  yang dicetak oleh percetakan bernama Snelpersdrukkerij Kwee  Khay Khee (KKK) milik Kwee yang berdiri tahun 1907.
Koran Tjahaja Timoer yang terbit di masa penjajahan Belanda ini terbit tiga kali dalam seminggu.  Koran khusus perekonomian (bisnis) ini banyak menuliskan tentang persaingan ekonomi antara kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Khususnya daerah Pekalongan yang menjadi sentra batik yang menjadi sektor ramai saat itu.
Koran tersebut terbit pada hari Senin, Rabu dan Jumat kecuali hari besar ini juga dipenuhi berbagai jenis iklan, mulai dari kacamata hingga emas. Percetakan KKK ini berada di Kidul Pasar atau yang sekarang bernama Jl Kyai Tamin 3 Malang.  Kwee merupakan keturunan dari Kwee Tie Tik yang berasal dari Rembang.
 “Baru kali pertama ini kita selenggarakan reuni keluarga ini. Kakek saya Kwee Khay Khee dan nenek saya Tan Liang Nio memiliki 16 anak yang terdiri dari 10 laki-laki dan 6 perempuan, saat itu ada 3 yang meninggal dunia di usia muda (belum menikah-red),” ujar Laurensius Hermanto Budi, Ketua Panitia Pelaksana Reuni.
Hadir dalam reuni tersebut 11 keluarga dari generasi ketiga Kwee yang tidak tinggal di Indonesia. Ada yang tinggal di Amerika, Afrika, Tiongkok dan Hongkong. Biasanya mereka bertemu dengan hanya ketika ada hajatan keluarga seperti menikah atau ketika ada saudara yang meninggal dunia. Saat ini keluarga ini sudah masuk ke generasi keempat.

Berita Lainnya :

loading...