magista scarpe da calcio Ustad Muslih Hasan, Pembimbing Rohani Para Tahanan Polres Malang


Ustad Muslih Hasan, Pembimbing Rohani Para Tahanan Polres Malang


MALANG - Narapidana atau pelaku tindak kejahatan juga manusia. Mereka punya hak untuk bertobat, agar bisa diterima kembali di masyarakat, setelah bebas menjalani masa hukuman. Adalah Ustad Muslih Hasan, yang selama empat tahun ini telaten dan sabar dalam membimbing para tahanan untuk kembali ke jalan yang benar. Tidak sedikit dari mereka yang sudah kembali ke jalan Allah SWT, setelah keluar dari penjara.
JUMAT siang itu, ruang tahanan At-Taubah Polres Malang nampak hening. Tidak ada clometan atau pun suara gaduh dari para tahanan. Dibandingkan dengan hari biasanya yang selalu ramai. Ada yang sedang bercanda, ada juga yang bernyanyi dan berteriak-teriak hingga terdengar dari luar.
Para tahanan duduk bersila di ruang tengah menghadap ke barat. Identitasnya jelas, seragam tahanan warna orange dan hitam putih, mereka duduk membentuk shaf. Tidak ada suara apapun. Semuanya terdiam. Mereka sedang menunggu kedatangan Ustad Muslih Hasan.
Tak lama kemudian, Ustad Muslih Hasan datang dengan didampingi Kasat Tahti Polres Malang, Iptu Basuki. Para tahanan ini, satu persatu berebut salaman. “Apa sudah salat semuanya,” tanya Ustad Muslih Hasan. Semuanya kompak menjawab sudah.
Sebelum memberikan siraman rohani Islam, Ustad Muslih mengajak para tahanan untuk bersalawat terlebih dahulu. Baru kemudian, ustad asal Pasuruan ini memulai memberikan bimbingan dengan siraman rohaninya. Materi yang disampaikan setiap pertemuan selalu berbeda.
“Tergantung permintaan. Kalau diminta menyampaikan tentang bahaya dan dampak narkoba, ya saya sampaikan tentang narkotika. Kadang juga soal pergaulan bebas. Namun kadang juga materi yang sudah saya pelajari. Tujuannya supaya mereka selalu ingat dengan keluarganya,” terang bapak dua anak ini.
Sudah empat tahun sejak 2013 lalu, Ustad Muslih Hasan, dipercaya untuk memberikan siraman rohani kepada para tahanan di Polres Malang. Ia memang sengaja diminta, agar pelaku tindak kejahatan ini tidak stress saat berada dalam tahanan. Syukur mereka mau mengaji dan salat.
Waktunya dua minggu sekali setiap hari Jumat. Itu pun tidak lama hanya sekitar 30 menit saja. Pemberian bimbingan siraman rohani Islam kepada para tahanan ini, mungkin di Jawa Timur baru ada di tahanan Polres Malang.
“Saya didatangi ke rumah di Desa Jatirejoyoso, Kepanjen untuk memberi siraman rohani kepada para tahanan. Karena tujuannya baik, saya langsung menerimanya,” ujar alumni Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Sukorejo, Pasuruan ini.
Kali pertama masuk ruang tahanan sempat ada rasa grogi dan takut yang dirasakan. Alasannya, takut kalau kehadirannya tidak bisa diterima. Ustad Muslih pun didampingi oleh petugas. Apalagi melihat berbagai macam pelaku kejahatan dengan wajah yang sangar dan tubuh penuh dengan lukisan tato di tubuh.
Dugaannya saat itu benar. Meski ada beberapa tahanan yang menerima dan menyambutnya dengan berebut salaman, namun ada juga tahanan yang cuek dengan kehadirannya. Salah satunya adalah tahanan kasus perampokan yang dikenal sadis. Tidak hanya wajahnya yang sangar dan tubuhnya penuh tato, sikapnya juga tidak sopan.
Namun setelah diberi siraman rohani, dipertemuan kedua sudah ada perubahan sikap. Dari yang semula clometan alias berteriak tak beraturan, mulai diam. Bahkan, tahanan tersebut yang kali pertama menyambut kedatangan Ustad Muslih. Tidak hanya itu, ia juga takut tidak bisa masuk surga meskipun sudah bertobat.
“Dia cerita kepada saya, takut masuk neraka. Karena salat dan ngajinya tidak diterima, lantaran tubuhnya penuh tato. Saya sampaikan, dalam ilmu fiqih orang yang bertato memang tidak sah ketika dibuat wudhu. Namun kalau memang betul-betul bertobat, Insya Allah bisa diampuni. Akhirnya dia mengatakan ingin benar-benar bertobat,” jelas jebolan Unira Kepanjen ini.
Tidak sekadar itu saja. Dalam memberikan siraman rohani, Ustad Muslih juga sering melontarkan tanya jawab. Salah satu pertanyaan adalah tentang hukum narkoba dalam ajaran Islam. Dijelaskannya bahwa dalam Alquran, bahwa narkotika tersebut memang hukumnya haram dan dilarang.
Dari sekian ratus para tahanan Polres Malang yang sudah dibimbingnya, tidak sedikit mereka yang sudah bertobat setelah bebas menjalani masa hukuman. Bahkan, ada beberapa mantan tahanan begitu bebas mencari Ustad Muslih dengan datang ke Polres Malang. Mereka hanya sekadar ingin mengucapkan terima kasih dan menyampaikan kalau sudah kembali kepada keluarganya.
“Ada yang ketemu langsung dengan saya. Ada juga yang hanya menitip pesan, karena tidak bisa bertemu dengan saya. Kalau mereka mau bertobat dan kembali pada jalan yang benar, saya sangat senang karena apa yang saya sampai diterima oleh mereka,” paparnya.(agung priyo/ary)                       

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top