Belajar Setahun, Langsung Ikut Event Nasional

 
MALANG - Sekilas siswa kelas X IPS 4  SMAN 2 Batu ini kalem. Dibalik sikapnya yang kalem Alief Rendy R adalah seorang pembalap. Dia sangat garang pada arena balap sehingga di kalangan pebalap Slalom, Alief dikenal sebagai pemula nomor tiga se-Indonesia.
Setidaknya hal ini terlihat dari Auto Gym Khana Slalom saat ini sudah memasuki seri keempat. Pada seri pertama Maret 2017 di Solo, Alief meraih juara ketiga. Prestasi ini kembali diraih saat slalom seri kedua di Lampung, Mei lalu. Saat itu, ia meraih rangking empat, hingga semakin menambah poin. 
Seri ketiga di Bandung, peringkatnya semakin terdongkrak, karena di kota ini ia berhasil menjadi juara ketiga. Namun kesuksesan yang sama, tidak dapat diraihnya saat seri keempat di Purwokerto, awal September ini. 
"Saya mendapatkan peringkat keenam di Purwokerto. Saya sempat grogi saat pembalap depan sayameraih perolehan waktu sangat singkat," ujarnya. 
Fokus Alief pun berpindah, hingga gagal masuk peringkat tiga. Gara-gara kehilangan konsentrasi, Alief ketinggalan dua detik  dibanding lawannya tersebut.
"Sebelum saya, ada pebalap pemula yang mendapatkan perolehan waktu 52. Saya berpikir, perolehan waktunya cepat sekali, hingga saya grogi dan kehilangan konsentrasi," ujarnya sambil tersenyum.
Meski demikian, secara rangking perolehan poin, Alief tetap berada di rangking tiga pebalap pemula nasional. Merosotnya prestasi di Purwokerto, menurut Alief akan menjadi bekal untuknya meraih juara pada seri berikutnya di Jogjakarta, November nanti. 
2016 lalu, Alief menjadi juara pebalap pemula tingkat Jatim pada INCS Slalom dan juara kedua pebalap umum tingkat Jatim INCS Slalom. Berbagai prestasi gemilang ini diraih Alief dalam waktu singkat.
Dia baru saja belajar slalom 2016. Pada tahun yang sama, ia langsung mengikuti kejuaraan slalom tingkat nasional. Anak terakhir dari pasangan M Nur Hasan dan Charlina ini awalnya menekuni motorcross.
Dia ikut berbagai even motorcross ini sejak masih duduk di TK B. Saat itu ayahnya Nur Hasan mengajaknya menekuni olahraga petualangan ini. Hingga akhirnya, saat duduk di bangku SD, ia pernah meraih juara kedua motorcross di Madiun.  
"Awalnya saya motorcross sama kakak. Kakak saya, Cindy berhenti latihan motorcross, saya coba-coba ikut slalom," ujarnya.
Ia pun berlatih slalom di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, hingga ketagihan.\ Menurutnya, antara motorcross dan slalom sangat berbeda. Memacu motor dalam motorcross menurutnya lebih memacu adrenalin dan menguji keberanian.
"Kalau slalom beda, cuma butuh konsentrasi," ujarnya.
Latihan dan kebiasaannya saat motorcross memang sangat membantunya ketika slalom. Sedikit banyak, keberanian yang dimilikinya berguna untuk mengendarai motor. 
Mobil Honda Jazz warna Abu-Abu keluaran 2010 selalu digunakannya untuk slalom, seolah sudah menyatu dengannya. Hingga ia merasa harus selalu dekat dengan mobil ini beberapa hari sebelum balap. 
"Dulu latihan menggunakan Honda Brio, sekarang lebih cocok menggunakan Honda Jazz," katanya. Lama kelamaan tidak hanya naluri balapnya yang terasah, namun mulai sedikit memahami tentang mesin dan kelengkapan mobil lainnya.
Meski demikian, Alief menegaskan bahwa balap hanya hobi, ia bercita-cita menjadi seorang pengusaha, seperti ayahnya yang mengelola bisnis mebel di Kota Batu. (dan/feb)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...