Baru Setahun Tekuni Taekwondo, Sabet Medali Emas di Taekwondo Bandung International Invitation

 
MALANG - MEMILIKI banyak saudara yang menjadi atlet, membuat Muhammad Alwi Alhadad menyukai dunia olahraga. Namun, dunia ini baru diseriusinya setahun belakangan. Menariknya, meski terhitung baru digelutinya, mahasiswa Unisma ini justru mampu mendulang prestasi. 
Medali emas baru-baru ini berhasil direbut mahasiswa semester tiga Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris ini. Di ajang Taekwondo Bandung International Invitation yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) beberapa waktu yang lalu, ia berhasil meraih prestasi. Alwi, sapaan akrabnya, bahkan bisa mengalahkan perwakilan Kamboja dan Timur Leste untuk kategori Kyorugi.
“Awalnya orang tua saya tidak setuju saya jadi atlet taekwondo. Tapi begitu saya mendapatkan prestasi ini, sepertinya mereka juga merasa bangga,” ujarnya.
Bertanding dalam kategori under 58 kilogram, Alwi mengaku diuntungkan oleh posturnya yang kurus tinggi. Kakinya yang panjang memungkinkan dia untuk melakukan serangan ke kepala lawan. Namun, dalam kategori  tersebut juga dia harus bertanding dengan lawan yang memiliki power dan kecepatan yang sangat baik.
Memperoleh prestasi yang membanggakan dalam kurun waktu yang singkat, bukan berarti Alwi menang dengan cara instan. Selama satu tahun sejak belajar taekwondo, anak ketiga dari empat bersaudara ini aktif berlatih. Tiga bulan menjelang pertandingan, dia harus berlatih setiap hari dengan jadwal yang ketat.
Di pagi hari, Alwi biasanya berlatih pada pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB. Siang harinya, jadwal latihan pada pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB dan malam hari, latihan berlangsung pukul 19.00 WIB hingga 23.00 WIB. Namun, bukan berarti Alwi berklatih di sepanjang hari. Jadwal latihannya tergantung pada jadwal kuliah.
“Kalau kuliah pagi seperti hari ini (kemarin, red), berarti latihannya malam hari. Capek sekali memang. Saya siasati dengan minum vitamin C agar tidak sakit,” sambungnya.
Mahasiswa kelahiran Ende, 15 Agustus 1998 ini memang sejak kecil bercita-cita menjadi altet, setelah melihat saudara-saudaranya yang juga gemar olahraga tersebut. Dia mengaku sangat kagum setiap kali melihat atlet taekwondo bertanding, dan mendapatkan juara. 
Sebenarnya, lanjutnya, dari kecil dia lebih diakrabkan dengan olahraga renang. Sebab pada dasarnya, orang tua tak merestuinya menjadi atlet.
Meski begitu, Alwi telah menorehkan prestasi yang membanggakan, yakni juara pertama dalam gelaran Piala Walikota Surabaya pada akhir 2016 lalu. Dia juga sempat mengikuti kejurnas dan kejurprov mewakili kota Malang.
Saat ini, Alwi sedang menyiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan Taekwondo se Kota Malang pada hari Minggu nanti, dan bersiap di kejurprov di kota Kediri pada tanggal 6 Oktober nanti. (ras/adv/oci)

Berita Lainnya :