Fendy Suharsono, Pembuat Cosplay dari Malang Selatan


Pamor costume player (cosplay) yang tengah menanjak, membuat guru ini membuka usaha kreatif bagi dirinya dan orang di sekitarnya. Dalam 1,5 tahun terakhir, Fendy Suharsono, menjadi costume maker bersama tim kreatifnya di Panji Cosplay,  dan sudah memiliki lebih dari 500 karakter cosplay. Kini, ia tengah menyelesaikan project 200 cosplay bertemakan The Legend of Crazy Lion, yang merupakan khas dari Bumi Arema.
Fendy, merupakan guru Bimbingan Konseling di SMA Widya Dharma Turen. Tetapi, di sela kesibukannya menjadi guru, dia juga menjalankan hobinya membuat cosplay. Dia tertarik mewujudkan kostum dari tokoh anime, dari robot, super hero sampai karakter pahlawan khas Indonesia, seperti wayang orang.  Awalnya, itu semua adalah koleksi pribadi.
“Saya tertarik, karena melihat cosplay di pameran atau di pawai. Setelah itu, di Malang juga sempat ada pameran cosplay dan ternyata ada beberapa costume maker hebat dari Malang,” ujarnya.
Sejak saat itu, dia coba melihat karya dari costume maker dari kawasan Malang Selatan seperti Gondanglegi, Segaran, hingga Wonokerto, yang merupakan desa tempat dia lahir. Akhirnya, dia pun belajar menciptakan costume player dari bahan spon hati tersebut. “Masih sangat kasar, karena saya belajar. Apalagi, saya juga masih bekerja sebagai guru,” beber dia kepada Malang Post.
Pria berusia 36 tahun itu mengatakan, setelah memiliki puluhan cosplay, dia sering mengenakannya di event tertentu. Misalkan acara pentas seni di sekolah. Lalu, cosplay tersebut dia pamerkan juga di kegiatan car free day yang berlangsung di Kecamatan Turen. “Dari situlah niat saya untuk terus membuat cosplay semakin kuat. Saya ingin di car free day ada ajang show untuk cosplay yang selama ini belum begitu terekspose,” terangnya.
Namun, kali ini bukan sekadar membuat cosplay yang dia inginkan. Fendy ingin menyatukan para costume maker yang sebelumnya belum punya wadah atau tujuan, harus kemana mereka pasca membuat kostum animasi tersebut. Padahal, nilai jual dari cosplay bisa mencapai jutaan rupiah, tergantung kerumitan dari karakter yang dibuat.
Harga jual yang dari cosplay tersebut, mulai dari Rp 750 ribu sampai Rp 2 juta. Itu untuk penjualan di tingkat lokal di Malang Selatan. Kalau ke luar kota, luar pulau atau luar negeri, bisa mencapai Rp 10 juta. Pasalnya, permintaan karakter dari pemesan juga rumit. Misalkan robot, yang membutuhkan tingkat detail sangat tinggi, dengan adanya penyoderan pula.
“Saya pernah mengirim ke Australia dan beberapa kali ke Hongkong. Tetapi memang paling banyak masih lokal seperti Kediri, Banyuwangi atau Sidoarjo. Biasanya kalau pengiriman ke luar negeri, satu karakter, perlu dikerjakan sampai seminggu,” paparnya.
Sedangkan untuk pembuatan cosplay yang simpel, diakuinya perlu waktu antara 2-3 hari yang dikerjakan olehnya atau costume maker yang kini bekerja dengannya. Setidaknya, dari kawasan Malang Selatan ada lima kreator yang membantu memenuhi pemesanan.
“Dalam sebulan, kami bisa membuat antara 15-25 cosplay. Kalau ada pesanan, berarti yang dikebut adalah pesanan orang. Kalau tidak, menjadi koleksi, yang nantinya akan kami sewakan,” tambah pria yang juka Wakasek Humas tersebut.
Fendy menyampaikan, Agustus-September ini, cosplay miliknya laris manis untuk disewa dan digunakan untuk pawai atau karnaval. Sekali sewa, minimal 5-10 karakter. “Kalau untuk karnaval, yang menyewa biasanya satu grup. Ya bisa sampai 30-40 kostum,” sebut dia.
Tahun ini, ia menyebut pawai di Dusun Dawuhan, Dusun Ubalan, Gedog Wetan, Pakisaji, Dau hingga Wajak meminjam cosplay di tempatnya. “Paling murah Rp 100 ribu, itu kalau cosplay prajurit, sangat simpel. Tetapi untuk karnaval tahun ini juga tidak jarang yang menyewa cosplay yang kami hargai Rp 300 ribu-Rp 500 ribu. Bahkan, di salah satu pawai, hampir separuh cosplay disewa,” ungkap pria yang tinggal di Gunung Ceneng, Kecamatan Turen tersebut.
Menurutnya, apa yang dia lakukan ini, memang mulai membuahkan hasil dan membuatnya bangga. Padahal, tahun lalu, belum ada yang melirik cosplay buatan dia dan para kreatornya.
“Oktober ini, ada orang dari Kediri yang meminjam kostum di Panji Cosplay ini. Ada 50 karakter yang diminta. Memang baru tahun ini, karena tahun lalu jumlahnya masih sedikit dan Alhamdulillah, sekarang ada lebih dari 500 karakter. Di rumah saya, ada sekitar 200 cosplay,” sebut pria yang juga bisa menjadi MC tersebut.
Selain menerima pesanan dan menyewakan cosplay, kini dia dan para kreator di Panji Cosplay, juga memiliki proyek membuat 200 cosplay bertemakan Arema. Cosplay tersebut, rencananya akan dipamerkan dalam project carnival 2018 mendatang.“Kami coba menyiapkan The Legend of Crazy Lion. Tahun depan harus ada pawai untuk cosplay khas Arema ini. Sekarang sudah terwujud lebih dari 50 cosplay tentang Arema,” tambahnya.
Menurutnya, project yang dia kerjakan itu, juga membantu para pemuda di sekitar wilayahnya. Dia meminta para pemuda di kawasan Gunung Ceneng, yang tidak jauh dari rumahnya, untuk turut menggarap pesanan serta mencicil projectnya.
“Kalau tidak ada pesanan, ya menggarap kostum bertema Arema. Kalau ada, kebut dulu untuk customer. Hasilnya kan bisa masuk ke kantong para pemuda itu. Lumayan bisa memberikan lahan pekerjaan melalui cosplay,” tandas dia. (stenly rehardson/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :