Mengenal Sindy Amani Faizah Miss Matos 2017


Malang Post, Sindy Amani Faizah, berhasil meraih mahkota Miss Matos 2017, pada ajang pemilihan yang dihelat beberapa waktu yang lalu. Mahasiswa Universitas Ma Chung semester lima ini tak menyangka bila akhirnya dia yang terpilih menjadi juara. Dalam test bakat, Sindy menyanyikan lagu ciptaannya sendiri berjudul Tahun diiringi dengan mini gitar akustik.
"Aku suka iseng ciptain lagu sejak dari SMP. Buat aku, nyiptain lagu itu seperti semacam pengganti diary. Jadi, kadang aku suka curhat di lagu-lagu yang aku ciptain dan kebetulan hobiku adalah menyanyi," katanya.
Lagu Tahun, bercerita tentang sepasang kekasih yang telah lama berhubungan melalui berbagai fase  kehidupan. Kemudian mereka bersiap merangkai mimpi bersama dan mewujudkannya. Lagu ini diciptakan hanya dalam tempo satu minggu sebelum ditampilkan.
"Awalnya aku mau musikalisasi puisi, tapi sepertinya terlalu panjang karena waktu yang diberikan cuma tiga menit. Akhirnya tanggal 18 Agustus itu aku ciptain lagu untuk ditampilkan di tanggal 26 Agustus," sambungnya.
Ajang tersebut merupakan kali pertama Sincy menyanyikan lagu ciptaannya sendiri. Sempat merasa deg-degan karena takut merasa tidak cocok dengan telinga pendengar, lagunya mendapatkan respons yang bagus.
“Katanya easy listening gitu,” imbuhnya.
Hingga saat ini, anak kedua dari tiga bersaundara ini mengaku telah menciptakan 27 lagu sejak SMP yang terinspirasi dari cerita Sindy sendiri maupun dari cerita rekan-rekannya. Sindy mengaku memang menyukai seni sedari dulu. Tak hanya merangkai kata untuk lirik lagunya, namun sedari dulu dia menyukai teater, puisi. Meskipun menurutnya, tidak terlalu handal.
“Begitu aku kuliah di sastra Inggris, aku sadar kalau aku emang suka sastra karena lebih condong ke sini dan musik. Dulu juga pengen kuliah jurusan sastra tapi karena dapat beasiswa di sini, jadi aku ambil aja. Syukurlah aku nggak salah jurusan,” ujarnya.
Sejak SD, Sindy kerap mengikuti berbagai perhelatan seni, seperti menyanyi, nembang bahasa Jawa, modern dance, dan teater salah satunya di ajang Festival dan Lomba Seni Siswa tingkat Nasional. Selain minat seni, ini juga didukung oleh rasa ingin tahu dan karakternya yang selalu ingin mencoba hal baru.
“Dari situlah aku selalu pengen mencoba kemampuanku melalui kompetisi,” sambungnya.
Berbagai prestasi pernah diraihnya, di antaranya sebagai lima besar penampil terbaik festival ludruk pelajar tingkat provinsi, juara 2 Lomba Teater SMA FLS2N Kota Malang. Ia juga tercatat sebagai Miss Congeniality Putri Kartini Malang Post 2014 dan juara Harapan 3 Duta Budaya dari Museum Kota Malang di tahun 2015.
Menjadi Miss Matos 2017, Sindy mengaku tidak menyangka dapat mendapatkan prestasi tersebut.
"Awalnya beneran nggak nyangka karena waktu dapat giliran jawab pertanyaan tiga besar itu, aku nggak bisa denger jawaban teman-temanku sebelumnya. Jadi aku pasrah aja," ujarnya.
Ditanya mengenai perjuangannya, Sindy mengaku harus belajar materi lagi sejak awal. Sebab, anak kedua dari tiga bersaudara ini sempat vakum dari dunia modelling selama setahun.
"Jadi ketika ikut audisi kemarin, aku benar-benar mengulang lagi dari awal. Belajar catwalk lagi, belajar publik speaking dan lainnya. Dan aku nggak main-main ikut kompetisi itu karena bagi aku kesempatan tak datang dua kali," urainya.
Awalnya, dia mengaku sempat merasa minder karena vakum dari dunia model membuatnya tidak tahu banyak soal perkembangan dunia model Kota Malang. Terlebih, 20 besar finalis Miss Matos yang menjadi pesaingnya lalu, memiliki potensi yang juga luar biasa.
"Tapi kembali lagi. aku tetep berjuang dan nggak lupa give in ke Tuhan," sambungnya,
Banyak hal berkesan yang dilaluinya selama mengikuti ajang. Tak hanya kemenangannya, namun juga kegiatan yang dilakukan selama proses penilaianya. Misalnya, saat dia dan rekan-rekannya mengikuti kegiatan company visit ke berbagai perusahaan. Selain dapat belajar mengenai perusahaan sendiri, Sindy mengaku terbekali dengan ilmu bisnis yang menurutnya bermanfaat untuk di kemudian hari.(Dhewi Bayu Larasati/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :