Mengenal Arif Joko Suryadi, Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen

MENJADI orang sukses itu tidak mudah, butuh perjuangan dan kerja keras. Pesan itulah yang selalu disampaikan Arif Joko Suryadi, kepada seluruh siswa-siswinya. Sebab, berkaca dari pengalamannnya ketika masih menjadi guru. Sebelum diangkat sebagai Kepala SMK Muhammadiyah 5 (Smeamu) Kepanjen, ia pernah digembleng ala office boy (OB). 
Cuaca sekitar Kota Kepanjen sedang mendung hari itu. Awan hitam sudah menggelayut di atas langit, tanda-tanda hujan akan segera turun. Beberapa siswa SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, sudah tampak bingung menyelamatkan helm supaya tidak basah kehujanan.
Di dalam masjid Smeamu, ratusan siswa-siswi kelas XII sedang dikumpulkan oleh Arif Joko Suryadi. Mereka diberi motivasi dan semangat sebelum menghadapi ujian. Tujuannya supaya anak didiknya bisa menata diri untuk kedepannya. Apakah melanjutkan kuliah atau bekerja.
Jika meneruskan ke perguruan tinggi, maka harus mengejar nilai yang bagus. Sedangkan yang ingin bekerja, harus menyiapkan mental dan keterampilannya. Jangan sampai asal-asalan bekerja dan berhenti di tengah jalan. Termasuk juga merencanakan program setelah nanti menyelesaikan ujian. 
“Nanti setelah ujian rekreasinya ke Bali, tetapi harus ada kesepakatan semua. Yang mau rekreasi ke sebelah kanan arah jam 9, dan yang wisuda ke sebelah kiri arah jam 3. Ayo cepet jangan pengaruhi temannya. Hitungan kelima semuanya harus duduk,” ungkap Arif Joko Suryadi, mengarahkan siswa-siswinya.
Arif, adalah sosok kepala sekolah dan guru, yang menjadi tauladan siswa-siswinya. Kesabaran, keuletan, kedekatan serta murah senyum membuatnya banyak disukai oleh semua murid. Apalagi bapak dua anak ini, juga sukses membawa Smeamu menjadi salah satu sekolah favorit di Kabupaten Malang.
Sebelum diangkat sebagai Kepala Smeamu Kepanjen pada 2012 lalu, seperti umumnya Kasek, Arif juga mengawali karir dari guru. Ia menjadi guru ketika SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, masih bernama SMEA Muhammadiyah 4 Kepanjen. Hanya ada dua jurusan saja, yakni akuntansi dan sekretaris.
Waktu itu, SMEA Muhammadiyah 4 Kepanjen, bukanlah sekolah yang menjadi kebanggaan. Karena hanya sekolah pilihan alternatif untuk ke sekian kali, ketika siswa tidak diterima di sekolah lain. Apalagi juga merupakan sekolah satu atap dengan SD serta SMP yang berlokasi di Jalan Effendi Kepanjen.
Selama menjadi guru, Arif juga menyambi sebagai office boy. Mulai dari membersihkan sekolah, menata ruang rapat hingga lainnya. “Karena dulu tidak mengenal OB (office boy). Makanya kami yang masih muda, termasuk saya sering disuruh angkat-angkat dan bersih-bersih. Tetapi semuanya saya lakukan dengan senang hati,” terang Arif, sembari tertawa.
Bahkan, hari libur atau Minggu pun Arif mengaku masih masuk. Ia selalu berpikir, akan menjadi apa ke depan sekolahnya. Sampai akhirnya SMEA Muhammadiyah 4 Kepanjen, diubah nama menjadi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, dan menambah satu jurusan yakni Broadcasting. Perubahan itu, sekaligus mengangkat Arif menjadi Waka Kesiswaan pada 2004.

Berita Terkait

Berita Lainnya :