Inovasi SID, Permudah Komunikasi Saat Ada Bencana


MALANG - Satu lagi desa di Kabupaten Malang baru meraih prestasi dari Pemprov Jawa Timur. Yakni Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, yang masuk Kategori Utama Bidang Administrasi dan Legislasi dalam Lomba Desa/Kelurahan Tangguh Bencana Tahun 2017.
Upacara Hari Jadi ke 72 Tahun Provinsi Jawa Timur di Tugu Pahlawan, Surabaya, Kamis (12/10) merupakan momen istimewa bagi masyarakat Kabupaten Malang, khusunya warga Desa Pandansari. Lantaran desa tersebut dinyatakan sebagai desa tangguh bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada Wakil Bupati (Wabup) Malang, Drs H M Sanusi MM. Saat menerima penghargaan, Wabup didampingi Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan.
Orang nomor dua di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang ini berbagi kisah kesuksesan meraih penghargaan tersebut kepada Malang Post.  Wabup Sanusi mengatakan, Desa Pandansari dinyatakan sebagai desa tangguh bencana, berbekal dari pengalaman bencana alam erupsi Gunung Kelud pada 2014 lalu.
Saat bencana erupsi tersebut, Desa Pandansari merupakan salah satu desa yang terdampak parah. “Akan tetapi, penanganan bencana alam di desa tersebut sangat cepat. Sehingga, dapat meminimalisir kerugian harta benda. Termasuk patut disyukuri saat itu tidak ada korban jiwa di desa tersebut akibat erupsi di Gunung Kelud,” ujar Sanusi.
Kesuksesan desa tersebut menangani bencana alam erupsi Gunung Kelud, salah satunya karena peran aktif dari masyarakat, termasuk penanganan bencana alam berbasis masyarakat. Selain itu, masyarakat juga memiliki inovasi baru dalam mengatasi bencana alam dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.
Menurutnya, masyarakat desa tersebut sukses mengembangkan Sistem Informasi Desa (SID). “Ketika bencana alam erupsi Gunung Kelud terjadi, ada beberapa desa mengalami terputusnya akses komunikasi. Namun, itu tidak terjadi di Desa Pandasari, yang sudah memanfaatkan kecanggihan teknologi berupa SID,” kata Sanusi.
Pria yang akrab disapa Abah ini menjelaskan, melalui SID itu, akses komunikasi masih terhubung. Selain itu, melalui SID juga bisa dipantau kondisi terkini serta potensi yang ada di wilayah tersebut. Sehingga, ketika ada dropping bantuan menjadi tepat sasaran. Lantaran sudah terjadi pemetaan disesuaikan dengan klasifikasi di wilayah itu.
Seperti dapat diketahui secara pasti jumlah penduduk beserta kategorinya, termasuk terdapat pemetaan daerah yang paling besar terkena risiko bencana alam. “Sehingga,  penanganan bencana alam semakin optimal. Lantaran kondisi terkini bisa dipantau melalui komputer atau smartphone yang terhubung dengan internet,” urainya.
Seluruh teknologi ini, kata Abah Sanusi memang diciptakan, dikembangkan dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Lantaran masyarakat desa tersebut memiliki kepedulian tinggi dalam mengurangi risiko maupun dampak terjadinya bencana alam. Mengingat desa mereka memang rentan terjadi bencana alam. Tidak hanya bencana erupsi Gunung Kelud, melainkan juga berpotensi terjadi bencana banjir bandang serta tanah longsor.
Sehingga, masyarakat desa tersebut bahu membahu dalam menciptakan inovasi terbaru. Yakni memanfaat kecanggihan teknologi internet melalui SID. Atas inovasi itu, Abah Sanusi mengapresiasi apa yang dilakukan masyarakat Desa Pandasari. sehingga, desa tersebut dinyatakan sebagai Desa Tangguh bencana. Selain itu, juga meraih prestasi Kategori Utama Bidang Administrasi dan Legislasi dalam Lomba Desa/Kelurahan Tangguh Bencana Tahun 2017.
“Tentunya melalui inovasi ini menjadi pemicu bagi desa lain untuk berlomba-lomba menciptakan suatu inovasi,” kata pria asal Gondanglegi ini. Selain itu, SID sebagai pilot project, nantin ya bisa diterapkan oleh desa lain dengan bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya bencana alam.
Sanusi menambahkan, Pemkab Malang juga tidak menutup mata terhadap desa maupun masyarakat yang terus menciptakan inovasi, sehingga membuahkan prestasi. Yakni dengan memberikan penghargaan maupun reward, termasuk konsisten melakukan pembinaan serta pemberian bantuan. (binar gumilang/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...