Andriyono dan Totalitasnya dalam Bermusik Keroncong


MALANG - sayup-sayup terdengar denting musik keroncong dan suara merdu dua penyanyi laki-laki dan perempuan. Alunan gamelan mengalun syahdu, mengiringi lagu Pamit, yang dipopulerkan Tulus. Lagu bergenre jazz dengan iringan musik keroncong itu mampu menghadirkan harmoni cantik  dan elegan.
Kreasi itu dibuat oleh Orkes Keroncong (OK) Marsudi Luhuring Budoyo (Marlubu) yang rata-rata personelnya anak muda. Mereka sedang siaran di Radio Republik Indonesia (RRI). Adalah Andriyono (46) musisi keroncong nasional yang berada di belakang kiprah Marlubu.  Menggeluti musik keroncong selama lebih dari 31 tahun, Andriyono ingin terus mencetak anak-anak muda yang mau dan suka dengan genre musik ini.
Totalitas Andriyono untuk musik keroncong tidak bisa diragukan lagi. Dia pernah menjuarai lomba untuk pencipta lagu keroncong terbaik nasional. Bahkan, salah satu karyanya berhasil masuk nominasi ajang musik bergengsi, Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2017.
Ketika ditemui Malang Post di sela siarannya kala itu, pria yang akrab disapa Yono tersebut menceritakan sejak awal dirinya berkecimpung di dunia musik keroncong. Ketika itu, Yono yang sudah jatuh cinta pada dunia musik sejak kelas 5 SD, diminta sang ayah yang juga musisi keroncong, Susetyo untuk mempelajari musik ini. “Ketika itu, saya menolak. Karena di usia itu, anak-anak band sedang laris. Namun, ayah saya mewajibkan saya untuk tetap mempelajari keroncong,” kenang Yono.
Ayah Yono berpesan, kalau ingin menjadi musisi, jangan pilih-pilih jenis musik, karena nantinya, ‘taste’ akan ditemukan dengan sendirinya. Perlahan-laha, Yono pun mulai menuruti sang ayah. Sekitar 1986, Yono yang ketika itu kelas 2 SMP mulai belajar musik keroncong dengan alat musik ukulele. “Kala itu, ayah meminta saya menggantikan posisi kawannya yang memegang  ukulele dan mengikuti beberapa festival musik. Selain itu, saya juga diwajibkan untuk mendengarkan kaset keroncong. Lama kelamaan, akhirnya jatuh cinta dengan keroncong,” papar dia.
Sejak saat itu, Yono yang bersekolah di SMPN 14 Malang tersebut, kemudian bergabung dengan Orkes Keroncong Irama Sehat. Di masa SMA, Yono tetap melanjutkan pengalamannya di musik keroncong dengan bergabung OK Duta Abadi.
Sesudah lulus SMA, Yono kemudian bergabung di Gemah Dirgantara milik TNI AU selama tiga tahun. “Meskipun berpindah grup, saya masih tetap setia dengan ukulele. Setelah itu, saya pindah ke OK Gita Kusuma selama 10 tahun,” lanjut dia.
Pada orkes keroncong tersebut, keterampilan Yono semakin lama semakin berkembang. Dia mulai belajar alat musik lain, seperti gitar melodi hingga membuat aransemen. Bahkan, sejak tahun 2002, ia mulai menciptakan lagu keroncong. Ketika itu, lagu pertama yang ia ciptakan berjudul ‘Generasi Muda’. Atas kerja keras dan perjuangannya tersebut, Yono pernah didapuk untuk tampil di Belanda pada saat acara Tong-Tong Fair. “Pertama kalinya saya ke luar negeri. Rasanya bangga sekali bisa membawa karya negeri sendiri ke negeri orang melalui musik keroncong,” beber pendiri OK Anasyr Kota Malang tersebut.
Perjalanan Yono terus berlanjut. Sekitar 2003, Yono kembali pindah grup musik ke Gemah Nada Mahardika. Orkes keroncong tersebut sering menjadi penampil saat acara pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminal) di Kota Malang. “Sampai saat ini, grup musik ini masih tetap ada. Sudah 14 tahun rutin tampil di Rumah Makan Inggil. Sedangkan setiap Rabu, kami mulai mengisi jadwal regular di Hotel Atria Malang,” jelas ayah tiga anak tersebut.
Suami Wiwin Mujiani ini melanjutkan, sekitar tahun 2013, dia dipercaya untuk melatih anak-anak OK Marlubu. Dalam melatih, dia mengaku tidak menemukan kesulitan yang berarti. Pasalnya, anak-anak muda tersebut secara sadar ingin melestarikan buadaya yang mereka miliki. “Pada dasarnya, mereka sudah memiliki kemauan untuk melestarikan. Namanya anak muda, kadang ketika latihan, tingkahnya macam-macam. Saya sih nurutin aja inginnya mereka. Asal ketika latihan, harus serius,” kata dia santai.
Perjuangannya tersebut akhirnya membuahkan hasil, sejak di bawah komandonya, OK Marlubu berhasil mencetak prestasi. Diantaranya, Juara II Jatim Festival Keroncong di Banyuwangi 2013, Juara Harapan I Festival Keroncong Muda Pilar Indonesia 2015 di Jakarta. Sebagai peserta Solo Keroncong Festival 2015 dan 2017 di Solo serta orkes tersebut menjadi pengiring bintang RRI Indonesia dan ASEAN 2013, sekaligus menjadi peserta keroncong on the mountain volume 1 dan 3.
Tak hanya itu, mereka juga pernah meraih juara Grup Favorit Parade Trenggalek 2016, Juara II Festival Nasional Keroncong Muda Pilar Indonesia 2016, pengisi acara Sweet Bintang Memories 2017 di Museum Musik Indonesia, Juara II Festival Nasional Keroncong Muda Pilar Indonesia 2017.
September lalu, Yono berhasil meraih juara II Festival Musik Keroncong bertajuk ‘Jangan Korupsi’ yang diadakan Sekolah Pilar Indonesia dengan lagu berjudul ‘Wahai Pemimpin Bangsaku’. “Pembuatan lagu ini hanya butuh waktu satu jam untuk membuat notasi, baru kemudian liriknya. Total waktu yang dibutuhkan dua hari,” papar dia.
Lagu ciptaannya itu dikirim ke panitia Festival Keroncong 2017. Dewan juri seperti pengamat musik Bens Leo, Koko Thole dan Didik SSS, musisi keroncong nasional, memilih lagu ini agar dibawakan OK Marlubu untuk tampil di Jakarta. ”Kami dapat dua penghargaan. Pertama, the best original keroncong. Kedua, OK Marlubu menjadi grup keroncong terbaik nomor 2,” kata Yono yang tinggal di daerah Arjosari, Kota Malang.
Oktober ini, hasil karyanya itu dilirik oleh salah satu ajang bergengsi, yaitu Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2017. Lagu itu berhasil memasuki nominasi Karya Produksi Keroncong/Keroncong kontemporer, langgam/stambul terbaik dengan judul lagu ‘Betapa Indahnya’.
 “Mohon doanya saja. Ketika membuat lagu, saya tidak berpikir untuk mengikuti lomba, juara hanya bonus. Yang penting saya berkarya dan mampu melestarikan budaya sendiri. Kita harus mencintai musik asli milik kita sendiri. Jangan malu dengan musik keroncong dan jangan merasa keren dengan karya milik negeri lain,” pungkas pria yang saat ini juga menjadi dosen luar biasa di Universitas Negeri Malang tersebut.(tea/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :