Karena Gambus, Ngejam Bareng Gitaris Guns N’ Roses


MALANG - Menekuni  musik apapun dapat meraih sukses.  Jika dipelajari dengan sungguh-sungguh dan mau berinovasi, keberhasilan dalam bermusik pun akan diraih. Begitulah yang dikatakan Syech Razie. Lantaran ketekunan dan kesungguhannya bermain musik gambus, pria asal Kota Malang ini tidak hanya sukses di panggung hiburan nasional. Tapi juga internasional.
Karena kepiawaiannya bermain musik gambus, pria yang memiliki nama lengkap Syech Razie Ali Maula Dawilah ini pernah jamming dengan gitaris band rock legendaris Guns N’ Roses, Ron Bumblefoot.  ”Itu terjadi 2014 lalu. Waktu itu saya kerja di Malaysia, di sana sedang ada tour silang budaya Malaysia dengan Amerika. Kemudian saya dapat kesempatan ngejam bareng,’’ katanya  mengawali cerita.
Razie mengaku sempat  kaget saat dia diajak ngejam bareng. Terlebih yang mengajak adalah gitaris dari band legendaris. ”Jelas seneng, karena bagaimanapun Ron Bumblefoot salah satu yang saya idolakan. Kolaborasi  kami di panggung saat itu sangat luar biasa,’’ ucap alumni SMA Islam Kota Malang ini.
Razie menceritakan, dia mengenal musik sejak SMA. Tapi tidak langsung bermain musik gambus. Melainkan memulainya dari band rock. Di mana saat itu, Razie dan beberapa temannya membentuk band beraliran rock, dan dia dipilih sebagai vokalisnya.
Aksi panggung yang gokil dengan suara sang vokalis yang merdu, band rock Razie pun kerap mendapat tawaran main. Hingga kemudian ikut lomba band tingkat Provinsi Jawa Timur di Surabaya. ”Saat lomba band kami juara dua tapi saya terpilih sebagai the best vocalist,’’ katanya.
Kendati mendapatkan prestasi memuaskan tapi karir vokalis Razie tidak mulus. Itu karena keluarganya melarang dia bermain musik rock. ”Ayah saya melarang, tapi beliau tidak melarang saya bermain musik, sehingga beliau membelikan saya gitar gambus,’’ kata ayah dua anak itu.
Beberapa saat, Razie enggan menyentuh alat musik tersebut. Jiwa mudanya tidak mau belajar gambus, karna menurutnya gambus adalah musik orang-orang tua dan tidak gaul. Tapi pikirannya berubah beberapa bulan kemudian. Setelah dia sering mendengarkan musik gambus. Ide kreatifnya langsung muncul saat itu. Sehingga dia pun berniat mendalami genre ini.
Tak main-main, untuk memperdalam musik gambus dia belajar langsung kepada maestro gambus Indonesia yaitu Habib Segaf Assegaf. “Dari Habib Segaf Assegaf, saya belajar banyak, dan ternyata gambus sangat menarik. Musik ini memiliki pakem, tapi bukan berarti kita tak bisa berinovasi saat bermain. Bahkan saat ini untuk memberikan suansa berbeda, kita dapat bermain gambus elektrik sehingga menghasilkan suara yang keren, tapi nggak keluar dari pakemnya,’’ jelasnya.
Kesempatan Razie memperdalam musik gambus datang setelah lulus SMA. Dimana saat itu dia dapat kesempatan belajar di Ajman University, Dubai. Dimana di Dubai dia banyak bertemu dengan para artis gambus.
Saat belajar, Razie tak mau yang biasa. Dia menginginkan musik gambus yang luar biasa, agar dia atau musik yang diciptakannya pun dikenal. Belajar musik gambus pun tak bisa dilakukan pada satu orang, tapi banyak orang dan dilakukan dari satu kota ke kota lain di Dubai.
Kegiatan musik gambusnya sempat vacum, seiring dia mendapat pekerjaan di Dubai. Saat itu Razie diterima sebagai polisi di Uni Emirat Arab. Tapi itu tidak lama, karena beerapa tahun kemudian dia justru berhenti menjadi polisi. Dia ditarik Pemerintah Indonesia, kemudian bekerja sebagai diplomat di Dubai. Pekerjaannya fokus pada urusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Saat bekerja sebagai diplomat inilah aktivitas bermusik gambusnya kembali muncul. Tidak jarang dia menghibur tamu saat ada event. Permainan musik alumni SD Lowokwaru 2 ini cukup memukau. Sehingga dia pun mendapatkan banyak kesempatan tampil.
Lama di Dubayi, Razie merasa bosan. Dia memilih Malaysia sebagai negara yang disinggahinya. Malaysia dipilih karena selain lebih dekat dengan Indonesia, di negara itu musik gambus juga berkembang pesat. Bahkan, karena musik gambus yang dimainkan, Razie beberapa kali datang ke Amerika untuk bermain gambus di sana.
Dari panggung ke panggung dilaluinya. Hingga akhirnya, dia mendapatkan kesempatan untuk ngejam bareng dengan Ron Bumblefoot. Dia juga pernah tampil mengiringi penyanyi Rap asal Amerika, yaitu Baraka melalui gitar gambusnya.
”Kalau hanya bermain gambus, banyak orang yang bisa, bahkan lebih baik dari kita. Nah, saya tidak mau yang biasa, saya mengombinasikan musik gambus dengan effect,’’ katanya.
Dia juga mengatakan, karena musik gambus yang digeluti, dia pun sudah menelurkan single Ya Rasulallah Salamun Alaika. Kendati cukup sukses dalam dunia musik gambus, Razie tak mau berhenti. Dia terus belajar. Bahkan sampai dengan saat ini, dia mengaku sebagai pembelajar.
Beberapa waktu lalu, Razie tampil di Festival Dawai Nusantara #3. Dia datang sebagai musisi dawai delegasi Jakarta. ”Festival ini menjadi ajang pulang kampung saya, karena sekarang saya tinggal di Jakarta dan hanya waktu-waktu tertentu saja pulang,’’ kata alumni SMPN 2 Kota Malang ini.
Pria kelahiran 1976 ini juga mengatakan, meskipun mendalami musik, dia tidak memiliki keinginan untuk bekerja di dunia musik. Dia mendalami musik untuk sekadar hobi, tapi bukan pekerjaan. Dan itulah yang membuat dia enjoy sampai dengan sekarang.  ”Musik gambus bagi saya ibarat belahan jiwa. Dan melalui musik gambus ini juga kita bisa bersiar tentang agama. Karena selain berisi syair bersifat hiburan gambus juga memiliki syair religi,’’ tandasnya.(ira ravika/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :