Dari Hobi, Miliki Penangkaran Burung Kencana Ungu



MALANG POST - USAHA penangkaran burung belum banyak digemari masyarakat lantaran dinilai belum memiliki prospek menjanjikan. Namun, hal itu ditepis oleh Sumanan. Ketua Koperasi Sumber Rejeki, Desa Waturejo Ngantang ini sukses menekuni usaha penangkaran burung Kencana Ungu Farm yang beromzet sebesar Rp 80 juta per bulan.
Penangkaran burung Kencana Ungu Farm terletak di Jalan Trunojoyo, Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang. Untuk menemukan tempat ini sangatlah mudah. Lantaran letaknya berdekatan dengan Balai Desa Waturejo dan hanya berjarak kurang lebih 10 meter.
Tepatnya berada persis di depan Koperasi Sumber Rejeki, yang ada di desa tersebut. Desain serta warna tempatnya juga mencolok, dominasi ungu.
Namanya saja Kencana Ungu. Ketika memasuki tempat itu, langsung disambut kicauan burung yang sangat merdu dari Burung Murai Batu Medan Super yang dikembangkan oleh Sumanan.
Burung tersebut berada di dalam sangkar berukuran besar dan terdapat beberapa tumbuhan. Jumlah sangkarnya cukup banyak, 50 unit.
Saat Malang Post ke sana, Sumanan sedang asik memberi makan burung sembari berbincang-bincang dengan salah satu calon pembeli Burung Murai Batu Medan Super. Usai melayani calon konsumen, ia menceritakan kesuksesannya dalam mengembangkan usaha penangkaran burung.
Pria asli desa tersebut memang memiliki hobi beternak burung berkicau. Mulanya, dia beternak burung semacam love bird dan jalak. Kemudian, Sumanan beralih beternak Burung Murai Batu Medan Super. Bukan tanpa alasan dia beternak burung tersebut.
“Biasanya burung ini untuk lomba burung berkicau. Lantaran suaranya gacor dan sangat merdu,” ujarnya Sumana kepada Malang Post.
Sembari menunjukkan beberapa koleksi burung Murai Batu Medan Super di tempat tersebut, dia melanjutkan ceritanya. Untuk beternak burung ini, dikatakannya, tidak mudah.  Dibutuhkan ketelatenan dan keseriusan.
“Tidak semua orang bisa beternak dan melakukan penangkaran terhadap burung jenis ini. Karena harus cocok-cocokan dan disesuaikan dengan jodohnya, antara yang betina dengan jantan,” kata dia.
Setelah jodoh burung itu cocok, sambungnya, maka akan bertelur. Telur itulah yang kemudian dipindahkan ke tempat mesin penetasan yang hangat. Setelah sampai waktunya, telur akan menetas dengan sendirinya. Setiap bulan, dia mampu menetaskan sebanyak 40 ekor.
“Frekuensi penetasan telur tersebut dalam jangka waktu 25 hari. Anakan dari burung yang menetas tersebut, dibiarkan di mesin penetasan,” kata pria ramah itu.
Setelah satu bulan dan kondisinya dinilai siap, maka anakan akan ditempatkan di kandang burung yang berusia kecil. Setiap 40 ekor yang menetas, sebanyak 20 ekornya dikembang biakkan dan 20 ekor lainnya dijual.
Untuk satu ekor Burung Murai Batu Medan Super berjenis kelamin jantan, dijual seharga mulai dari Rp 2,5 Juta hingga Rp 5 Juta. Sedangkan untuk Burung Murai Batu Medan Super betina produktif, dijual hingga Rp 9 juta per ekor.
“Kalau yang betina memang mahal, lantaran bisa dikembangbiakkan lagi,” imbuhnya.
Lebih lanjut dia menceritakan, pembeli burung hasil penangkarannya itu ada dua macam. Yakni pembeli yang memang membeli untuk keperluan lomba dan pembeli yang berniat mengembang biakkan Burung Murai Batu Medan Super.
Ciri khas dari burung ini, selain suaranya yang merdu, juga bentuk ekornya panjang. Sehingga, kata dia, bila bentuk bodi burung tersebut bagus, maka membuat harga jualnya semakin tinggi.
“Kebanyakan yang membeli memang untuk keperluan lomba. Karena saat ini sedang ngetren lomba burung berkicau, mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia,” tuturnya.
Mengenai perawatan, Sumanan mengatakan, Burung Murai Batu Medan Super membutuhkan makanan hewan jangkrik dan buang-buahan. Ditambah dengan ektra makanan dan vitamin untuk menjaga kesehatan jenis burung tersebut.
Biaya perawatan burung hingga penetasannya, dia mengaku mengeluarkan maksimal Rp 20 juta. Biaya tersebut, sudah termasuk menggaji lima orang pegawai untuk mengurus burung dan segala bentuk operasional
Saat ini, dia memiliki 400 ekor burung jenis itu. Sumanan mendesain penangkaran burungnya dengan desain unik dipenuhi banyak tumbuhan supaya burung semakin nyaman
“Supaya burung tidak gampang stres,” imbuhnya.
Dia mengajak para peternak burung lain untuk serius mengembang biakkan Burung Murai Batu Medan Super. Lantaran keberadaan burung ini mulai langka.
“Saya membuat penangkaran burung ini, supaya populasinya tidak punah. Diharapkan melalui penangkaran ini, keberadaan Burung Murai Batu Medan Super yang saat ini mulai berkurang dan langka, kedepannya tidak punah,” pungkasya. (big/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...