magista scarpe da calcio Cara MC Rizky Boncell Pikat Penonton


Cara MC Rizky Boncell Pikat Penonton


 ‘Mbok…mbok…mbok….’ adalah jargon khas yang dimiliki Muhammad Rizky Wahyu Utomo atau yang akrab disapa Rizky Boncell ketika sedang membawakan suatu acara. Dengan rambut khas mirip John Lennon, Boncell berhasil memikat para penontonnya. Kepiawaian menjadi Master of Ceremony (MC) nyetrik membuatnya dilirik untuk terlibat dalam salah satu promosi film Filosofi Kopi dan Darah Biru Arema 2.
Malang Post sempat menemui Boncell di sela-sela kesibukan MC-nya. Blak-blakan, Boncell mengisahkan awal karir yang dimulai sejak ia bersekolah di SMKN 8 Malang. “Kalau senang tampil di depan umum, sebetulnya sejak TK. Tapi, mulai dapat kesempatan jadi MC ketika SMA, waktu itu ada class meeting,” papar dia sambil tertawa.
Sifat boncel yang humble dan supel, membuat dirinya memiliki banyak teman dan link. Kebiasaan nge-MC di sekolah dan manggung dengan teman-teman satu band, membuatnya mengenal salah satu personel band indie Malang, Unda-Undi. Dari sana, karier Boncell makin berkibar. “Awalnya, saya hanya membantu Unda-Undi untuk menjual merchandise, kemudian bantu menjadi crew, bantu jadi manager hingga sekarang ikut jadi player bagian pegang ecek-ecek. Nah, dari pergaulan dengan teman-teman Unda-Undi, saya kenal orang banyak dan sesekali minta dibantu buat jadi MC,” ujar pria yang juga sudah menelurkan buku berjudul ‘Susilo Boncell Jombloyono’ tersebut.
Lebih lanjut, Boncell bercerita, ketika baru saja lulus SMA, sekitar 2012, dia dipercaya menjadi MC untuk pertama kalinya pada acara launching video klip pertama milik Atlesta, salah satu band indie di Malang. “Itu pertama kali saya tampil untuk MC. Awalnya grogi, bingung mau ngapain. Tapi, saya nggak berhenti belajar. Saya mencoba untuk membuat diri saya dilihat orang dengan sebuah ciri khas, sehingga pusat perhatian tertuju pada saya. Dengan begitu, orang lebih mudah mengenal dan bawa rezeki buat saya,” lanjut Boncell.
Pria kelahiran 2 Februari 1994 tersebut menuturkan, pada setiap penampilannya, dia selalu memiliki jargon dengan nada bicara yang sedikit ‘menggelitik’. “Nada bicara saya buat se-menyebalkan mungkin. Kemudian, saya selalu punya jargon ‘Mbok, mbok,mbok’ dan intonasi saya yang meledak-ledak. Ini supaya orang yang mendengar dari kejauhan tahu kalau saya yang jadi MC,” tukas dia sambil tersenyum.
Sedangkan untuk style ketika di atas panggung, Boncell mengaku cukup selektif untuk memilih pakaian. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang tersebut mengungkapkan, memilih style khas retro untuk membuat penampilannya semakin eye catching. “Ketika sedang nge-MC, baik siang maupun malam, saya memilih warna baju yang mencolok dan menggunakan kacamata hitam. Biasanya, saya memakai celana pendek dan kemeja khas retro banget. Hal ini saya lakukan supaya para penonton gampang kenal saya, jadi pusat perhatian gitu,” ujar bungsu dari dua bersaudara tersebut sambil terkekeh.
Boncell menambahkan, saat membawakan acara, dia selalu melontarkan candaan sederhana khas malangan. Baginya, candaan tersebut biasa ia lontarkan utamanya untuk acara non formal. “Kalau sedang membawakan acara formal, saya juga sesekali memberikan candaan. Tidak hanya asal nyeplos saja, saya juga harus berpikir supaya candaan saya bisa diterima semua kalangan dan tidak ada yang tersinggung,” papar pria yang saat ini mulai menekuni dunia usaha, Bakso Bakar Celaket dan Gorengan Malang tersebut.
Personal Branding yang dibuat oleh Boncell secara otodidak pun akhirnya membuahkan hasil. Beberapa acara yang berbau anak muda, akhirnya melirik MC yang dikenal melalui rambut khas itu. Ia pun dipercaya untuk menjadi MC di Soundsation, Road to Soundrenaline, Urban Gigs, Kicfest hingga MLD Jazz. Kepiawaiannya tersebut juga mampu membuatnya keliling ke beberapa kota, seperti Jogja, Surabaya, Jakarta hingga Bali. Ia juga sempat didapuk menjadi presenter untuk salah satu televisi swasta di Kota Malang.
Tak hanya itu, dia juga dipercaya sebagai MC untuk promo film Filosofi Kopi di berbagai kota dan juga film Darah Biru Arema 2. Boncell pun sempat dipercaya untuk membuat konten video untuk film Darah Biru Arema 2. “Selama roadshow film Filosofi Kopi, saya dipercaya untuk menjadi MC dan sekaligus dipercaya untuk membantu promosi film tersebut. Sedangkan untuk film Darah Biru Arema 2, saya dipercaya untuk ikut tampil meskipun hanya sebentar,” papar Boncell.
Karir Boncell semakin melesat, ia dipercaya menjadi pembawa acara untuk kampanye Joko Widodo sebelum terpilih menjadi presiden dan juga menjadi MC bersama Ayudia Pasha. Saat ini,  dia bekerjasama dengan Malang Creative Fussion untuk membentuk branding Komisi Pemilihan Umum. “Di sana, saya dipercaya menjadi presenter untuk branding KPU. Bagaimana cara bicara saya, supaya KPU yang awalnya ditakuti masyarakat menjadi berubah. Hal ini sangat menantang untuk saya,” papar pria yang juga tergabung dalam Malang Creator tersebut.
Bagi pria yang saat ini sedang fokus ngevlog dan membuat karya bersama Malang Creator di Youtube itu, menjajaki karier mulai dari nol bukanlah hal yang mudah. Perlu jerih payah dan banyak jaringan untuk membangun rezeki. Baginya, mengejar sukses di usia muda adalah target utama. “Selagi kita masih mampu, lakukan apa yang menjadi hobi dan passion kita. Jadi, ketika menjalani tidak ada yang berat. Yang paling penting, kita harus supel dan baik dengan orang, rezeki itu asalnya bisa dari pintu mana saja,” pungkas pria yyang memiliki hobi sepakbola tersebut.(tea/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top