Aiptu Lusianto, Pemeran Parodi Zebra Boss The Series


MALANG - AIPTU Lusianto, tidak menduga dia akan menjadi 'artis' dadakan. Film pendek Parodi Zebra Boss The Series, yang viral di media sosial sampai saat ini, membuatnya dikenal masyarakat. Tak sedikit warga yang mengajaknya foto saat bertemu di jalan.
Badannya tinggi besar. Wajahnya pun terlihat garang. Orang yang melihat pasti akan merasa takut. Apalagi ketika berdiri di tengah jalan raya, dengan seragam polisi saat mengatur lalu lintas. Pengguna jalan yang tidak patuh dan tertib lalu lintas, akan takut berhadapan dengannya. Namun di balik kesangarannya itu, sebetulnya Aiptu Lusianto adalah polisi tegas yang humoris. Ia suka bercanda, baik dengan teman seprofesi ataupun dengan masyarakat.
"Pengguna jalan yang melanggar sangat fatal, pasti akan saya tindak tegas. Karena itu juga demi keselamatannya," ungkap Lusianto, mengawali pembicaraan dengan Malang Post.
Film pendek Parodi Zebra Boss The Series yang kini viral di medsos, menjadi bukti bahwa pria bertinggi 180 sentimeter ini adalah sosok yang humoris. Video tersebut banyak disukai netizen. Logat bicaranya yang malangan, membuat penonton tersenyum.
Sebelum ada film pendek, nama Lusianto memang tidak begitu dikenal. Tetapi kini, namanya melambung bak seorang artis yang sedang naik daun. Setiap kali tugas mengatur lalu lintas, banyak orang yang menyapanya.
"Pak Boss," begitu biasa pengguna jalan menyapa. "Saya langsung jawab, terima kasih dan mengingatkannya untuk tidak melanggar lalu lintas," ujar pria dengan berat badan 100 kilogram ini.
Bahkan, tidak hanya menyapa, beberapa pengguna jalan juga mengambil foto Lusianto saat bertugas mengatur arus lalu lintas. Pernah juga ada warga yang datang ke Pos Karanglo Singosari, hanya untuk menemui dan sekadar mengajaknya selfie.
"Kalau saya pas santai ya tidak apa-apa diajak foto bareng. Tetapi ketika pas sibuk, pasti saya menolak. Karena dasarnya saya ini tidak suka foto ataupun selfie," tuturnya sembari tertawa.
Tidak hanya di jalan saat tugas, di tempat tinggalnya Dusun Kalianyar, Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang pun, Lusianto juga dikenal sebagai artis dadakan. Warga sering bercanda, kalau bapak tiga anak ini sudah menjadi bintang film. Karena selain viral di medsos, Parodi Zebra Boss The Series juga masuk On The Spot di salah satu televisi.
Termasuk juga di kalangan teman anak-anaknya. Lusianto menjadi bahan pembicaraan. "Anak saya yang pertama dinas di Reserse Polsekta Lowokwaru, pernah bercerita kalau dia dicandain teman-temannya kalau saya jadi aktor film dan masuk TV," ucap pria kelahiran Bojonegoro, 1 Agutus 1969 ini.
"Begitu juga dengan anak bungsu yang sekolah di SMPN 1 Lawang, setiap pulang sekolah selalu cerita kalau teman-temannya bilang Papa-nya masuk TV dan jadi artis," sambungnya.
Lusianto mengatakan, dia tidak menduga sebelumnya akan menjadi terkenal. Karena film pendek Parodi Zebra Boss yang dibuat tim kreatif Satlantas Polres Malang, sebenarnya bertujuan untuk memberi edukasi atau wawasan kepada masyarakat tentang tertib berlalu lintas saat Operasi Zebra Semeru 2017.
Oleh tim kreatif, Lusianto ditunjuk untuk menjadi aktornya. Semula ia kaget dan bingung, karena sebelumnya tidak pernah akting. Namun karena pilihan langsung dari satuan, ia menerimanya.
Sama sekali tidak ada latihan. Kata-kata yang disampaikan pun juga tidak ditata. Lusianto hanya diminta untuk mengucapkan kata-kata seperti kesehariannya dia bekerja. "Terus terang tidak ada latihan. Gerakan yang saya peragakan juga spontan. Termasuk kata-katanya, sama sekali tidak ditata. Hanya beberapa kali mengulang, dan mana yang bagus itu dibuat menjadi film pendek," jelas polisi angkatan 1990-1991 ini.
Melalui film pendek yang diperankan itu, Lusianto berharap akan selalu dilihat oleh masyarakat. Karena selain dibuat komedi, video tersebut sebenarnya berisi pesan dan edukasi kepada masyarakat. Terutama pengguna jalan, baik motor ataupun mobil.
Meski sudah dikenal oleh masyarakat, Lusianto tetap menjalankan tugas seperti sebelumnya. Tidak ada toleransi bagi pengguna jalan yang melanggar aturan. "Saya ini kalau ada operasi kendaraan, bagian tilang. Meskipun kenal, tetapi kalau melanggar tetap saya tilang," pungkasnya dengan nada tegas.(agung priyo/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...