magista scarpe da calcio Atlet Wushu Cilik Asal Malang Kelar dari Korea, Siap Berkompetisi di Brazil


Atlet Wushu Cilik Asal Malang Kelar dari Korea, Siap Berkompetisi di Brazil

 
Malang, Indonesia dan Kota Malang boleh berbangga atas prestasi yang diraih Aqila Ghaida Fuaziah. Setelah menggaet posisi ke empat tingkat Asia saat bertandang di Kejuaraan The 9th Asian Junior Wushu Championship kelas Taolou 14 September 2017 lalu di Park Jung Hee Stadium, Korea Selatan, Aqila saat ini sedang mempersiapkan diri untuk bertandang ke Brazil untuk mengikuti event wushu tingkat internasional lainnya.
Anak ketiga dari Ahmad Faizin dan Ersty Istyawati ini memang salah satu atlet wushu andalan Indonesia. Dia begitu banyak mendominasi dalam berbagai kejuaraan, baik tingkat daerah, provinsi, dan nasional.  “Aqila sudah banyak meraih medali emas dalam berbagai kejuaraan tingkat lokal dan nasional. Saat mengikuti kompetisi di Korea Selatan ia tidak mampu meraih medali karena kalah poin 0,1,” papar Sekertaris Cabang Olahraga (cabor) wushu Kota Malang Ninik Trisnowati S.Psi. 
Ia menambahkan, seandainya Aqila tidak kehilangan poin saat menampilkan jurus dari kelas Taoulu, maka dia dipastikan juga membawa medali emas dari kompetisi tersebut. Walaupun begitu, dari kompetisi tingkat Asia tersebut, siswi di SD Plus Al Kautsar ini kembali dilirik oleh juri asal luar negeri dan diundang untuk mengikuti kompetisi yang akan diadakan di Negara Samba 2018 mendatang. Saat ini, Aqila fokus berlatih menghadapi kompetisi tersebut.
Kondisi Aqila saat ini sangat dijaga oleh Issidorus Soekarno, pelatihnya di pusat latihan cabang (puslatcab) Surabaya, serta orang tuanya guna memantapkan diri untuk bertanding di tingkat internasional. Porsi latihan Aqila pun ditambah, setidaknya ia harus mampu melahap tiga teknik jurus dalam satu kali latihan.
“Aqila sangat menikmati sesi latihan ketika membawa golok, dia begitu menikmati bunyi sabetan goloknya di udara sehingga gerakannya semankin mantap dan tegas dari jurus ke jurus,” papar Ninik. 
Menurut sang ayah, Ahmad Faizin, Aqila begitu menyukai wushu karena memadukan keindahan seni dan ketangguhan beladiri. Sedari kecil, Aqila suka meniru gerakan kakaknya ketika berlatih di rumah.
“Gerakannya sama persis tanpa cela, hanya saja kuda-kudanya saat itu belum kuat mengingat usianya masih 6 tahun,” katanya.
Melihat hal tersebut, Faizin pun segera membimbing Aqila dengan melatih dan mendaftarkannya sebagai atlet wushu atas bimbingan Ninik Trisnowati sendiri. Di samping itu, orang tua Aqila memang pelatih wushu. Sehingga dia pun sudah sangat familiar dengan olahraga ini sejak kecil. Kombinasi antara kebiasaan, latihan dan kerja keras membuat Aqila melenggang begitu mantap dengan membawa medali emas di setiap kejuaraan yang diikutinya.
Ketika Malang Post menemui Aqila di SD Plus Al Kautsar, dia saat itu sedang makan siang dengan teman-temannya. Ditanya mengenai pengalaman paling berkesan dari aktivitas wushu, Aqila mengaku ia begitu terkenang ketika pertama kali belajar menggunakan senjata golok.
“Saat menggunakan senjata golok, saya meerasa bisa menyatu dengan senjata tersebut dari pada pedang, tombak, tonfa, atau yang lainnya,” ujarnya. 
Gadis yang mempunyai hobi berenang ini mengungkapkan, ia merasa seperti mampu membelah angin di setiap sabetan goloknya. Dia juga mengatakan, terinspirasi dari salah satu karakter jagoan di film kungfu panda. Karena menurutnya, jika diamati karakter Crane dan bersosok bangau tersebut memiliki setiap unsur gerakan wushu.
“Perpaduan dari keindahan, ketegasan dan ketenangan. Padahal biasanya seni beladiri selalu berkesan dengan kegarangan, namun tidak untuk wushu yang berfokus pada ketegasan dalam ketenangan,” pungkasnya. (mg1/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top