magista scarpe da calcio Raisya Amalia, Ratu Voice Over Asal Malang


Raisya Amalia, Ratu Voice Over Asal Malang


Malang Post, Ketika membuka Youtube dan sekilas melihat salah satu iklan produk kecantikan Olay, terdengar suara wanita sedikit nge-bass dan merdu, suara itu milik Raisya Amalia. Mengawali karier penyiar di salah satu radio swasta di Kota Malang sejak 2011, membuat Raisya sering dipercaya mengisi dubbing atau voice over iklan sebuah produk. Beberapa perusahaan juga sering menggunakan suaranya untuk membuat profile video hingga safety instruction.
Sekitar tahun 2014, perempuan berusia 26 tahun tersebut mulai tertarik untuk merambah dunia voice over. Menurutnya, tidak banyak orang tahu, mengisi suara untuk iklan suatu produk atau company profile mampu menghasilkan uang. “Tak banyak yang tahu kalau voice over itu bisa menghasilkan uang. Hasilnya juga lumayan,” kata dia kepada Malang Post.
Sepanjang 2017 ini saja, ada lebih dari 30 job voice over yang diterimanya. Dalam melakukan rekaman, Raisya mengaku melakukan perekaman sendiri dengan beberapa fasilitas yang dimiliki oleh kantornya. Untuk merekam suara, Raisya mengaku membutuhkan waktu hingga lima jam untuk kebutuhan voice over selama 15 menit. “Saya beruntung kerja di radio. Jadi, kalau ada orderan untuk voice over, mulai dari mic, alat recording dan segala aplikasinya sudah lengkap. Teknologinya juga khusus. Jadi, saya tidak perlu repot-repot datang. Kalaupun harus dating (ke lokasi pembuatan iklan atau video), tarifnya beda lagi,” papar Raisya sambil tertawa.
Ketika merekam suara, ia melakukan penyesuaian terhadap suara dan video yang disediakan oleh perusahaan tersebut. Ketika sudah selesai melakukan perekaman, Raisya mengirimkan hasil jadi ke perusahaan bersangkutan. “Biasanya akan ada revisi, sekitar satu sampai dua kali. Tapi, revisinya kan tidak semua, hanya satu atau dua bagian saja,” lanjut wanita berzodiak Libra tersebut.
Raisya menerangkan, beberapa hasil voice over tersebut diunggah ke channel Youtube pribadinya. Hal tersebut ia lakukan supaya banyak orang bisa melihat hasil karyanya. Namun, ada beberapa video yang tidak diunggah lantaran perjanjian dengan sang klien. “Terkadang ada yang membeli suara saya. Jadi, ketika saya isi voice over, ya sudah, suara saya jadi milik perusahaan mereka. Istilahnya beli lepas gitu. Jadi, saya nggak boleh upload apapun,” ujar Raisya.
Hasil karya voice over Raisya tersebut di antaranya adalah Company Profile Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Kabupaten Pasuruan, Voice Over Zee Pos, Embipay Aplikasi, Sekolah Al Azhar, iClean, Shampoo Clear Sakura, Griya Melati Diagnostic Malang hingga Olay. Selain itu, ia juga dipercaya untuk mengisi suara untuk simulasi kebakaran Indonesia Power, Safety Instruction untuk Pabrik Gula Kebonagung, petunjuk penggunaan untuk Signa Manual Book, branding produk Valo hingga mengisi voice over untuk opening film Naura di bioskop.
Pada saat mengisi vokal, Raisya menceritakan, ada berbagai macam hal yang harus dihadapi. Ada beberapa produk yang membutuhkan translate dulu ke Bahasa Indonesia, kemudian diucapkan kembali. “Ada satu produk yang sudah mendunia. Iklan mereka menggunakan Bahasa inggris. Jadi, saya harus translate dulu, terus memahami materinya dan diaplikasikan ke Bahasa Indonesia yang kemudian dibacakan ulang. Agak panjang itu,” tukas lulusan Teknologi Hasil Pangan universitas Brawijaya ini.
Perempuan yang pernah menjadi co-host untuk acara Kick Andy, Mata Najwa dan Sony Tulung tersebut melanjutkan, ketika hendak mengisi voice over opening film Naura pada November lalu, dia sempat sakit flu. Sebelumnya, dia sudah melakukan perekaman suara. Namun, kliennya tersebut melakukan revisi pada satu bagian tertentu. Namun, klien itu malah jatuhcinta dengan suara bindeng khas orang flu dan membuat Raisya harus mengulang kembali rekamannya tersebut. “Awalnya hanya revisi bagian yang diinginkan klien saja. Tapi, mereka malah pengin saya take ulang. Menurut mereka, suara saya ketika sakit jauh lebih bagus daripada saat sehat. Sempet kaget dan nggak nyangka. Saya udah takut mereka nggak suka dengan suara saya, eh malah ketagihan,” tukas dia sambil terbahak.
Dalam menciptakan voice over, Raisya selalu mengutamakan beberapa hal selain membaca dan memahami script. Apalagi, para klien voice over banyak yang meminta dalam waktu singkat. “Padahal, dalam memahami naskah dan juga jeda pembacaan, butuh waktu. Apalagi, jeda baca hanya kita sendiri yang bisa ukur. Biasanya, sehari sebelum take vocal, saya selalu membaca dan memahami script itu. Kalau terburu waktu, satu jam sudah paling singkat,” tukas Raisya yang juga memiliki kemampuan sebagai character reader tersebut.
Raisya juga secara rutin melakukan senam mulut selama beberapa jam sebelum melakukan voice over. Teknik tersebut ia lakukan supaya menghasilkan suara dan juga intonasi agar stabil dan klien tidak meminta untuk melakukan revisi. “Karena, kalau revisi, moodnya udah beda. Bangun mood untuk melakukan voice over itu juga penting. Itu akan memengaruhi intonasi dan juga ekspresi yang dikeluarkan ketika berbicara,” lanjut perempuan yang pernah didapuk menjadi MC untuk kedatangan Presiden Joko Widodo pada acara APEKSI di Malang.
Raisya menambahkan, sebisa mungkin , ia menjaga kondisi tubuhnya dengan mengonsumsi vitamin, memperbanyak minum air putih dan juga tidur cukup. Menurutnya, kondisi fisik bisa memengaruhi produksi suara. “Saya kalau capek sedikit, suara bass semakin besar. Apalagi kalau sedang demam, saya lebih memilih puasa ngomong,” pungkas wanita yang akan memiliki project besar pada 2018 tersebut.(tea/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top