Petualangan Pasutri Italia, Keliling Dunia Naik Skuter


BATU - Pasangan suami istri dari Italia ini benar-benar petualang sejati. Ya, mereka naik skuter keliling dunia selama satu tahun. Filippo, 50 tahun dan Francesca, 32 tahun, Pasutri ini berangkat dari Roma, Italia 28 Agustus 2017 lalu. Mereka mampir ngopi di Kopitiam, Jl Soekarno, Kota Batu dalam perjalanannya menuju Bromo.
Di tempat ini mereka dijamu oleh Forum Komunikasi Vespa Malang Raya (FKVMR). Pasutri yang belum dikarunia anak ini keliling dunia dengan menggunakan skuter merek Lambretta model seri SX 150 CC keluaran pabrikan tahun 1969. Andai ditimbang, skuter dan barang bawaan pasutri ini beratnya mencapai 350 kilogram.
Demi mendapatkan pengalaman yang luar biasa, mereka berdua rela meninggalkan pekerjaan mereka untuk keliling dunia dengan menggunakan Lambretta. Keseharian, Fillippo adalah pengerajin batu marmer sementara istrinya bekerja di perusahaan Nuttela (pasta manis).
 “Kita rayakan ulang tahun Filippo yang ke-50. Dia ingin sesuatu  yang berbeda dalam hidupnya di usia 50 tahun ini, akhirnya dia memutuskan untuk keliling dunia,” ujar Francesca.
Mereka berdua melewati banyak negara mulai dari Yunani, Turki, Georgia, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, kemudian naik pesawat menuju ke New Delhi India, Nepal, Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Singapura dan Indonesia.
 “Indonesia adalah negara ke-17 yang kami kunjungi dari target total 50 negara yang akan kami datangi. Kami tidak ke Afrika Selatan karena katanya tidak aman untuk pengendara skuter kecil seperti kami,” terang Francesca.
Dari Indonesia, rencananya Francesca akan terbang ke Australia, New Zealand, Chile dan naik pesawat ke Amerika, Maroko, Portugal dan Spanyol. “Setelah perjalanan ini, kami tidak yakin kembali ke pekerjaan awal, kami akan mencari pekerjaan baru, akan kita putuskan nanti saat tiba kembali di Italia,” terangnya sambil tersenyum.
Selama perjalanan, mereka terkadang tidur di tenda, kadang menumpang di rumah warga setempat, kadang di guest house atau kadang tidur gratis di hotel. Keduanya memang sering mengirim email ke hotel bintang 3 dan 4 untuk mencari hotel yang gratis, karena mereka juga membutuhkan promosi dan review.
Hal itu mereka lakukan saat di Jogja dan hari ini mereka akan tidur di sebuah hotel di Bromo. “Di Batu kami tidak bermalam, cuma mampir ngopi di sini (Kopitiam) dijamu teman-teman (FKVMR), setelah itu langsung ke Bromo,” ujarnya.
Malam sebelumnya mereka tidur di jalan, tepatnya di daerah Jombang. Selama perjalanan berbagai pengalaman mereka dapatkan. Seperti di dataran tinggi Nepal mereka melihat pemandangan alam bersalju yang menurut mereka paling bagus di dunia.
Sementara itu di Indonesia kedua pasutri ini menyebut negara paling ramah di Indonesia, hampir sama dengan Malaysia. Beberapa kali motor mereka mengalami kerusakan, seperti di Uzbeskistan rem tangki dan ban mereka rusak, kemudian di Myanmar satu ring piston rusak. “800 km baru rusak, itu sudah sangat bagus,” paparnya.      
Di Thailand ia ganti satu piston, di Vietnam ban belakang meletus. “Namun semuanya aman, kami tidak pernah sampai jatuh, Filippo pengemudi yang andal,” puji Francesca.
Keduanya memang sering berpergian berdua menggunakan motor, keduanya mempunyai Vespa dan BMW. Rencana awal, keduanya memang bermaksud keliling dunia dengan menggunakan Vespa, namun saat dicek diinternet ternyata banyak orang yang keliling dunia naik vespa, sementara menggunakan skuter Lambretta, skuter asli Italia, hanya Battaglini.
Battaglini dan istrinya menggunakan dua unit Lambretta yang mereka kendarai sendiri-sendiri, sementara Francesca dan Filippo berboncengan. Dalam perjalanan ini pasutri ini dibekali oleh Lambretta dalam bentuk spare part dan asesoris tanpa uang.
Meski demikian, ia mengalokasikan anggaran sebesar 50 euro per hari. Mereka sedikit terbantu saat berada di Asia, karena sebuah kebutuhan di Asia murah. Satu-satunya kendala yang mengeluarkan anggaran sangat besar adalah biaya pengangkutan menggunakan pesawat. Contoh seperti dari Bali ke Australia bisa menghabiskan anggaran lebih dari 1.000 euro. Sementara menggunakan jalur laut bisa sangat lama perjalanannya.
Perjalanannya ini selalu diuploadnya di Instagram dan facebook berakun Wild Ride on Lambretta dan pada semua medsos. Ia memperkirakan mereka akan tiba kembali di Italia pada musim panas, yakni bulan Juli atau Agustus 2018.(dan/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :