Pertama Tanpa Ibunda, Berdoa Merayakan di Surga


Malang Post, Di penghujung tahun 2017 ini, suasana perayaan Natal keluarga besar Ir. R. Agoes Soerjanto terasa berbeda. Sekeliling rumah keluarga, di Jalan Serayu no. 1 Kota Malang, masih dikepung ratusan papan bunga tanda duka cita. Ini tahun pertama, keluarga besar merayakan Natal tanpa Ny. Fientje Roring Soenardi, ibunda Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim itu, dikebumikan di TPU Samaan Jumat (22/12) lalu.
Para pelayat dari berbagai daerah hingga Senin, 25 Desember, kemarin, masih terus berdatangan ke rumah duka alm. Ibu Fientje Roring Soenardi. Mereka menyampaikan duka cita, sekaligus untuk mengucapkan selamat meerayakan Natal.Para tetamu ini, memang terus mengalir sejak pemakaman, dari seluruh daerah di Indonesia.
Ratusan petakziah lainnya dari berbagai daerah juga masih terus berdatangan di rumah duka. Keluarga besar Agoes Soerjanto, sejak pemakaman di Samaan Jumat 22/12 secara rutin menggelar doa di rumah duka untuk mendoakan almarhumah. Bagi keluarga besar,perayaan Natal tahun ini terasa sangat berbeda karena tidak lagi dirayakan bersama sama Eyang Putri sapaan akrab almarhumah.
"Semoga ibu merayakan Natal di surga," harap putra bungsu, Ir. R. Agoes Soerjanto.
Bagi Agoes Soerjanto, ibundanya memang sangat dekatnya. Banyak pelajar positif diberikan oleh  Ny. Fientje Roring Soenardi kepada anak-anaknya. Salah satunya, sang ibunda memberikan sulaman kain berisi pesan khusus kepada anak-anaknya.
“Lima anak, semuanya mendapatkan pesan tersebut,” doa Agoes kepada Malang Post.
Almarhumah meninggalkan lima anak, 11 cucu, empat cucu menantu dan tiga cicit. Putra putrinya antara lain Ir. Freddy Budi Kuswandono, Dr. Rr. Budi Kusumaning Atiek SH MH, Dra. Rr. Budi Kusumaning Diah, Ir. R. Budi Wasono dan Ir. R. Agoes Soerjanto. Menantunya Ir. Tririni Yuniarti, Dr. Raymond F. Runtu SpK, Liki Sutomo Layani Skom, Dra. Retno Wulansari dan Dyah Mayangsari.
11 cucunya antara lain, Wira Wahyu Reliano SE, Wika Wahyu Susetio SH M.Kn, dr. Yeremia Prawiro Mozart Runtu, Jonathan C. Kusuma Runtu BITS, MBF3, Elizabeth Irianti Mayangsari Runtu SH, Elizabeth Dewi Pratiwi Layani, Josef Aditya Prawiro Layani, Clara Renny Kartika, Angela Sonia Natalia, Nickolas C. Budi dan Billy Putranda Suryanto.
Sedangkan cucu menantunya, Santi SE, Resty Ayu Amalia S.Pd, drg. Dipa Eliyana dan drg. Gladys Kurniawan. Cicit almarhumah ada tiga, Muhammad Rajendra Sidharta, Qaireen Rallyna Ardelia dan Sherilia Kaina Aurally.
“Ini adalah Natal pertama tanpa ibu,” aku Agoes Soerjanto.
Sang putra bungsu ini, sejak ibunya dimakamkan selalu meluangkan waktu ke makam Samaan. Bercengkerama dengan para penjaga dan pembersih makam. Bahkan di antaranya sudah kenal akrab dengannya. Pagi dan sore, Agoes masih mengunjungi makam ibundanya yang bersanding dengan makam ayahnya, R. Soenardi.
“Saya ini hingga SMA kelas 3 masih tidur sama ibu,” ujarnya menceritakan kedekatannya dengan sang ibu.
Meninggalnya, Ny. Fientje Roring, juga menjadi momen pertemuan Ir. R. Agoes Soerjanto dengan para sahabatnya. Di antaranya adalah Dr. Brotoseno, Komandan SAR Daerah Istimewa Jogjakarta, Kolonel Kav Erdy Lumintang mantan atase pertahanan RI di Thailand yang datang ke rumah duka. Momen duka menjadi terasa ringan karena Agoes kedatangan para sahabatnya.
Sebab, di Jalan Serayu 1, Agoes dan sahabatnya tak hanya membahas perjuangan ibundanya semasa hidup. Mereka juga mendiskusikan banyak hal. Misalnya, perbincangan hangat antara Dr. Brotoseno, Kolonel Kav Erdy Lumintang, Sekda Kota Malang Wasto dan Agoes Soerjanto. Mereka serius membahas pentingnya Pancasila untuk kehidupan saat ini.
“Saya asli Manado, tapi sekarang tinggal di Jakarta,” ujar Kolonel Erdy Lumintang kepada Malang Post di tengah perbincangan.
Erdy yang pernah indekos di rumah keluarga tersebut, tinggal di Malang ketika Agoes Soerjanto proses mengerjakan tugas akhir kuliahnya. Maka ketika mendengar kabar Ny. Fientje Roring wafat, yang kali pertama dilakukan ada pesan bunga.
“Saat pesan, semua toko bunga di Malang habis, kirim ke Serayu 1 semua,” akunya.
Di sekitar rumah duka, memang tersebar ratusan karangan bunga. Di antaranya dari mantan Panglima TNI Jenderal  TNI Gatot Nurmantyo, KASAD Jenderal TNI Mulyono,pejabat TNI dan Polri se Indonesia, Drs. Ahmad Basarah M.HWasekjen DPP PDIP, Ketua Badan Sosialisasi MPR RI dan Ketua Pengurus Pusat GM FKPPI. Serta  Ketua Pengurus Pusat GM FKPPI Hans Silalahi dan segenap pengurus pusat GM FKPPI. Juga karangan bunga dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Termasuk dari Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna.(ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...