magista scarpe da calcio Anak Zaman Now Peduli Sejarah, Viralkan Video Situs Watu Gong


Anak Zaman Now Peduli Sejarah, Viralkan Video Situs Watu Gong


Malang Post, Mochammad Ibnu Hernanda, pria berusia 23 tahun yang baru saja menyelesaikan studinya di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sempat membuat heboh jagad internet beberapa waktu lalu. Sekitar pertengahan Agustus 2017, ia menggelitik dunia maya dengan video yang memunculkan tentang peninggalan purbakala yang ada di kawasan daerah Watu Gong, Kota Malang.
Peninggalan itu berupa situs bersejarah Ketawanggede yang dikenal juga dengan nama situs Watu Gong yang kini tersembunyi di antara bangunan resto cepat saji Mc Donald's. Tak banyak yang tahu tentang situs itu karena tertutup pakar tembok melingkar. Sebenarnya, keberadaan situs purbakala yang dibangun pada era Megatilikum itu diketahui publik setelah sejarawan Universitas Negeri Malang (UM) Dwi Cahyono sejak lama.
Hal itupun pernah diberitakan media pada 2012 lalu, namun tak begitu mendapat banyak tanggapan. Situs itu berada di parkir belakang pojok kanan, di samping musala restoran cepat saji yang dikeliling tembok putih dengan pagar digembok. Nah, karena video yang dibuat Mochammad Ibnu Hernanda itu, keberadaan peninggalan purbakala tersebut makin diketahui oleh publik dan dilirik beberapa pihak. Sampai akhirnya, ada plang petunjuk jalan yang dipajang agar wisatawan dengan mudah menemukan situs purbakala tersebut.
Kepada Malang Post, pria yang akrab disapa Memo tersebut menceritakan kisahnya. Berawal dari hobi membuat video dokumenter, ia tidak sengaja menemukan situs Watu Gong tersebut sekitar tahun 2014. Kemudian, ia pun berusaha mencari tahu sekaligus melakukan riset tentang asal mula situs purbakala tersebut. “Penelusuran awal, saya mulai mencari tahu dari kawasan Tlogomas, disana juga ada situs Watu Gong. Di sana, sang juru kunci, Pak Suradi bercerita tentang sejarah situs Watu Gong. Kemudian, dari sanalah saya bisa tahu tentang keberadaan situs Watu Gong yang ada di kawasan Dinoyo tersebut,” ujar dia.
Memo menyebutkan, wilayah Tlogomas konon merupakan salah satu daerah di Kota Malang yang memiliki banyak benda bersejarah peninggalan Kerajaan Kanjuruhan. Salah satunya adalah Watu Gong. Wilayah tersebut merupakan tempat bermukimnya Raja Ken Arok sebelum memimpin Kerajaan Singhasari.
Berdasarkan keterangan Suradi, sang juru kunci, Memo mendapatkan informasi bahwa Watu Gong merupakan rumah hunian keagamaan Hindu pada zaman Prasasti Dinoyo sekitar tahun 760 M. Arca Watu Gong terbuat dari batu yang menyerupai alat musik tradisional yaitu gong. Bentuknya bulat, tebal dan di atasnya terdapat pentolan kecil. Kemudian, pada pendapa tersebut, benda peninggalan bersejarah tidak hanya watu gong saja. Ada lesung terbuat dari batu yang digunakan masyarakat kuno untuk menumbuk padi. Letak lesung tersebut berada di belakang tiga patung arca yang berdiri tegak di tengah pendapa. Situs bersejarah lain peninggalaan Kerajaan Kanjuruhan di Tlogomas di antaranya berada di wilayah Panca Murti RW 05 Kelurahan Tlogomas berupa Reco Lembu Nandi.
Berdasarkan sejarah yang ada, sang juri kunci mengatakan, ada satu purbakala Watu Gong yang ‘tertutupi’ oleh sebuah restoran cepat saji. Menurut sang juru kunci, situs bersejarah yang ada di kawasan Watu Gong tersebut tidak terurus. “Kemudian, saya berusaha menelisik sendiri. Mencari tahu dengan membaca sejarah dan akhirnya saya terpikir untuk membuat video. Saya ingin masyarakat Malang tahu kalau ada situs purbakala di balik sana,” lanjut pria yang mengambil jurusan Ilmu Komunikasi Audio Visual tersebut.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, Memo akhirnya menemukan situs purbakala tersebut. Di bangunan itu terdapat belasan batu-batu yang berbentuk menyerupai gong, salah satu alat musik gamelan, yang bercampur dengan batu-batu biasa di sekitar lokasi. Selain itu terdapat tiga batu besar berbentuk kubus dengan lubang di tengahnya.
Sekitar Agustus 2017, Memo mulai membuat video terkait keberadaan situs itu. Awalnya, ia memosting dua video yang menggambarkan keberadaan Watu Gong di instagram pribadinya. “Selang dua minggu kemudian langsung booming. Banyak yang bertanya dan meninggalkan direct message (DM) ke saya terkait benda tersebut,” kata Memo.
Anak kedua dari tiga bersaudara itu menyebutkan, beberapa orang yang merespon videonya tersebut di antaranya adalah para arkeolog yang berasal dari Solo dan Bandung. Bahkan, karyanya itu juga mengundang banyak wisatawan dari berbagai penjuru Indonesia untuk datang. Karya tersebut juga sempat dilirik oleh Dinas Pariwisata Kota Malang. “Dinas Pariwisata mengatakan segera menindak lanjuti. Sekarang, sudah ada plang penunjuk jalan menuju situs Watu Gong yang dipasang, untuk mempermudah wisatawan yang datang berkunjung. Kemudian, akses masuk ke tempat tersebut juga mudah,” lanjut dia.
Memo menjelaskan, hal tersebut ia lakukan karena ingin sejarah dan kebudayaan Kota Malang bisa maju.”Setidaknya, saya ingin wisata budaya dan sejarah Kota Malang bisa maju. Saya tidak menyangka video yang saya buat bisa membuat banyak orang tertarik dan mau datang langsung ke Watu Gong. Saya berharap, sejarah dan budaya di sekitar Malang Raya bisa dilestarikan dan dirawat dengan baik oleh masyarakat,” pungkasnya.(tea/han)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top