AKP Rizky Tri Putri, Kapolsek yang Juga Atlet Sepeda


Malang Post, Setiap orang pasti memiliki hobi. Begitu juga dengan Rizky Tri Putra. Hobinya bersepeda. Akpol lulusan tahun 2006 ini, dikenal sebagai atlet sepeda di kalangan korps seragam cokelat.
"Sebetulnya saya bukan atlet. Hanya kebetulan hobi saya memang bersepeda," ucap Rizky Tri Putra, merendah sembari tersenyum.
Namun sesama perwira polisi dan pejabat di Polres Malang, selama ini mengenal Rizky sebagai atlet sepeda. Setiap kali ada olahraga bersepeda bersama, tak seorangpun yang sanggup menyaingi dan mengejar laju sepedanya.
Perwira pertama dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP), saat ini menjabat sebagai Kapolsek Karangploso. Di tengah kesibukannya sebagai pejabat publik, Rizky masih menyempatkan waktu untuk bersepeda setiap hari. Sekali mengayuh, minimal jarak 60 kilometer ditempuhnya.
Pria kelahiran Malang 17 Januari 1986 ini, begitu mencintai olahraga sepeda. Sejak kecil, ia sempat gabung dengan club sepeda di Kota Malang. Kemudian sempat vakum selama tiga tahun pada 2003, ketika ia mengikuti pendidikan Taruna Akpol. Begitu lulus 2006, Rizky kembali menggeluti olahraga sepeda sampai sekarang. Saat ini ia bergabung dengan Komunitas RCC (Ratjun Cycling Club) Malang.
Dari hobi yang digilainya itu, Rizky telah mengoleksi delapan unit sepeda. Mulai dari sepeda gunung hingga sepeda balap. Jenisnya, Specialized Tarmac SL4 Sworks Nibali( Roadbike), Trek Emonda SL6 (Roadbike), Mondraker Podium Pro SL (XC- MTB), Rocky Mountain Element Team RSL (XC- MTB), Specialized Stumpjumper HT 29 Sworks (XC- MTB), Brompton M3L, Dahon Curve D3 serta Specialized Epic Sworks.
"Sepeda Dahon Curve D3 serta Specialized Epic Sworks tersebut, adalah jenis sepeda lipat," kata bapak dua anak ini.
Semua jenis sepeda tersebut, sudah pernah digunakan Rizky untuk mengikuti event sepeda. Tidak hanya event lokal saja, tetapi sudah tingkat nasional yang pesertanya adalah dari beberapa kota dan Kabupaten di Indonesia.
Di antaranya, Jawa Pos Bromo 100 KM tahun 2015, 2016 dan 2017, Granfondo Jawa Pos East Java Madura 234 KM tahun 2016, Granfondo Jawa Pos East Java Malang 167 KM tahun 2017, Borobudur Audax 100 KM, tahun 2009, 2010, 2011 serta 2017.
"Tahun 2018 pada April nanti, saya juga akan mengikuti Jawa Pos Bromo 100 KM. Selain itu, saya juga sering kali ikut event sepeda lainnya, seperti di Semarang dan Jogjakarta," terangnya.
Setiap kali mengikuti event sepeda, bukan hadiah atau piala yang dicari. Rizky hanya ingin menyalurkan hobi. Ia ingin menjaga kesehatan dan pola hidup tetap sehat.
"Olahraga apa yang cocok dilakukan oleh polisi, kalau tidak bersepeda. Selain minim cedera, juga untuk tetap menjaga otot-otot tubuh dan jantung," jelas mantan Kasatlantas Polres Blitar Kota ini.
Ketika tidak ada event sepeda, Rizky tetap terus berlatih sepeda. Sekali tidak mengayuh sepeda, tubuhnya justru terasa kurang enak. Minimal sepekan tiga kali ia mengayuh sepeda.
Rute yang dilaluinya, lebih mencari jalan tanjakan dan perbukitan. Termasuk jalur menuju pegunungan. Selain lebih menantang, sekaligus mencari pemandangan pedesaan.
"Kalau hari Minggu selalu dengan komunitas RCC, dengan menempuh jarak 100 kilometer. Namun kalau hari biasa, saya lakukan sendiri dengan jarak tempuh minimal 60 kilometer. Selain menyalurkan hobi, juga sekaligus memantau kondisi wilayah," urainya.
Saking hobinya dengan sepeda, Rizky mengatakan akan tetap terus mengayuh sampai tua. Sekalipun hobinya tidak menurun kepada istri dan dua anaknya.
"Sampai nanti tua, saya pasti masih sanggup bersepeda. Apalagi ketika bisa bersepeda bersama-sama rombongan, akan lebih terasa asyik dan menyenangkan," bebernya.
"Meskipun saya hobi sepeda, tetap keluarga dan pekerjaan adalah yang utama. Apalagi saya memiliki tanggungjawab untuk menjaga Kamtibmas Kecamatan Karangploso. Pelayanan dan kedekatan kepada masyarakat tetap saya lakukan," paparnya.(agung priyo/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :