Bagus Sulistyawan, Camat Dampit yang Berprestasi


KIPRAH Bagus Sulistyawan AP MSi dalam mengemban tugas sebagai Camat Dampit, patut diajungi jempol. Dalam setahun kinerjanya menjadi camat di wilayah itu, dia sukses meraih tiga penghargaan bergengsi, yakni sebagai Camat Terbaik 2017 se Kabupaten Malang, Juara Umum Panji-Panji Keberhasilan Pembangunan 2017 se Kabupaten Malang. Dan meraih Juara I Lomba Sinergitas tingkat Jawa Timur.
Sepanjang karirnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Bagus sudah mengembang tugas sebagai camat di berbagai wilayah. Ia kali pertama mengawali karirnya sebagai camat pada tahun 2009. Sebagai camat harus melewati serangkaian proses yang panjang dan disertai perjuangan yang keras. Hal itu dirasakannya tidak mudah.
Sebelum menjadi camat di lima tempat, dia pernah menjadi Sekretaris Camat di dua tempat yakni Lawang dan Kepanjen. Selain itu, pria kelahiran Blitar ini juga pernah menjadi pelaksana tugas di beberapa Organisasi Perangkat Daerah.
Sudah menjadi cita-citanya sejak kecil untuk menjadi abdi negara tersebut. Maka dari itu, selepas lulus dari SMAN 1 Blitar tahun 1993, pria berusia 43 tahun ini langsung memilih melanjutkan studinya di STPDN dan lulus empat tahun kemudian tepatnya tahun 1997.
“Sejak dulu saya memang berkeinginan menjadi PNS. Hal ini didukung orang tua saya, kemudian saya melanjutkan studi ke STPDN tersebut,” ujar Bagus Sulistyawan kepada Malang Post.
 Selepas dari STPDN dia mendapat tugas berat. Lantaran pada tahun 1998 ditempatkan di Kabupaten Dili yang sekarang termasuk bagian dari Negara Timor Leste. Sedangkan tugas pertama kali di Kabupaten Malang, menjadi PJ Lurah Candirenggo, Singosari pada tahun 2002. Mengemban jabatan itu merupakan awal karirnya mengabdi di Kabupaten Malang. Sejak itu, dia bertekad untuk mempersembahkan yang terbaik dalam setiap pekerjaannya.
“Apalagi Malang letaknya dekat dengan Blitar. Sehingga dekat dengan tempat kelahiran saya,” akunya.
Selama dipercaya sebagai camat, dirinya selalu mempersembahkan yang terbaik. Seperti saat menjadi Camat Wajak, dia sukses mengembangkan minapolitan di tempat tersebut. Minapolitan merupakan sistem bertani sekaligus berbudidaya ikan di lahan sawah.
Begitupula saat menjadi Camat Pagelaran, dia sukses membina petani tebu. Puncak karirnya saat dipercaya oleh Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna menjadi Camat Dampit sejak akhir Desember 2016. Selama setahun kinerjanya di tempat tersebut berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi.
Yakni sebagai Camat Terbaik 2017, Juara Umum Panji-Panji Keberhasilan Pembangunan dan meraih Juara I Lomba Sinergitas tingkat Jawa Timur. Penghargaan terakhir sekaligus sebagai prestasi terbaiknya. Saat itu, ia berhasil mengembangkan Kopi Dampit dengan baik.
Menurutnya, sebenarnya nama Kopi Dampit sudah mendunia. Namun, dia melakukan pemberdayaan kepada masyarakat supaya dapat mengolah kopi tersebut menjadi aneka produk. Sekaligus juga mengembangkan berbagai jenis kopi yang ada tempat tersebut dan meningkatkan produktivitasnya setiap tahun. Sehingga, petani Kopi yang ada di wilayah ini terus dapat meningkatkan produktivitas. Sehingga pendapatan petani kopi terus meningkat.
“Produktivitas kopi di wilayah kami ini mencapai tiga ribu ton tiap tahunnya,” imbuhnya.
Dengan potensi kopi yang luar biasa itu, kata dia, para pelaku usaha juga kreatif dalam mengolahnya menjadi produk yang kreatif dan memiliki nilai jual tinggi. Di antaranya ada kopi Luwak, kopi Espresso, Kopi Late dan  beberapa jenis kopi lain.Melalui potensi kopi Dampit ini, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan produktivitas dan membina pelaku usaha kopi.
“Di sinilah kunci kesuksesan sinergi yang kami lakukan. Sehingga kami berhasil menjadi juara lomba sinergitas. Hal ini berkat sinergitas yang baik dari seluruh pihak.,” tuturnya.
Meski telah meraih berbagai prestasi bergengsi, dirinya tidak berhenti sampai di sini. Melainkan tetap berupaya mempersembahkan yang terbaik bagi Kabupaten Malang. Menurutnya, penghargaan bukanlah sebuah tujuan utama. Melainkan hanya sebuah hadiah atas ganjaran dari sebuah persembahan kinerja terbaik.  Yang terpenting bagi alumnus Pasca Sarjana Unmer Malang ini, tujuan utama adalah melayani masyarakat dan sekaligus membina masyarakat.
“Hakikat dari seorang camat itu merupakan pembinaan kewilayahan serta membina masyarakat. Seorang camat harus tahu kejadian dan permasalahan yang terjadi di wilayahnya. Sehingga, dapat mencari solusi dan sekaligus mengayomi seluruh masyarakat dari berbagai macam latar belakang,” paparnya.
Diapun mengajak seluruh camat supaya dapat mempersembahkan kinerja terbaiknya dalam mealayani masyarakat dan terus berupaya menghasilkan inovasi untuk kemajuan di wilayahnya masing-masing. (Binar Gumilang/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...