Mengintip Aksi Yossy Aditya Nugraha, Skater Muda Level Nasional


Kota Malang menjadi kuda hitam baru di bidang olahraga inline skate. Yakni, jenis olahraga pacu di atas gelanggang yang mengadu kecepatan para atletnya. Inline skate, memakai sepatu roda yang roller-nya sejajar pada satu garis di bawah sepatu. Nah, Yossy Aditya Nugraha, siswa SMAN 2 Malang, merupakan atlet profesional in line skate asli Malang.
Dia sudah berprestasi dan mengharumkan nama Kota Malang sejak usia muda. Remaja 17 tahun tersebut, merupakan atlet top asli Malang Jawa Timur. Catatan prestasinya pun benderang selama dua tahun terakhir di kancah Indonesia. Dia telah mengoleksi emas di level nasional pada usia 16 tahun.
“Saya mendapatkan tiga emas di Solo Open kelompok umur junior. Tiga emas itu saya dapat di kategori maraton, kategori 10 kilometer serta 1000 meter sprint. Ya cukup berat sih dapat tiga emas itu, karena banyak lawan yang bagus, misalnya saja DKI, Jateng dan Kaltim,” kata Yossy kepada Malang Post.
Remaja yang juga atlet klub Malang Inline Skate (MILS) ini mengatakan, dia juga merebut emas di level nasional setahun sebelumnya. Ketika masih berumur 15 tahun, Yossy sudah menjegal banyak atlet potensial inline skate di level nasional. Dia mencuri dua emas dan satu perak di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016.
Saat berjuang di Bandung, Yossy bersama tim relay Jatim, memenangkan satu medali emas. Yossy merebut emas lainnya di kategori TTT 10 kilometer, serta satu perak untuk ITT 5 lap individu. Tidak mengherankan bila saat ini Yossy merupakan salah satu atlet kebanggaan Kota Malang yang berpotensi tampil di Asian Games 2018.
Pasalnya, Yossy juga sudah memiliki pengalaman tanding di level internasional. Dia empat kali menjajal gelanggang level dunia, setelah berkunjung ke negeri sakura Jepang, Taiwan, serta Republik Rakyat Cina (RRC). Yossy mengaku paling berkesan dengan kompetisi internasional di Cina.
Pada tahun 2016, Yossy mewakili Indonesia untuk tampil di Asian Roller Skating Championship ke-17 di kota Lishui, provinsi Zhejiang. Dia kembali merasakan panggung dunia saat tampil di Nanjing, provinsi Jiangsu. Meskipun belum mencatatkan prestasi di sana, Yossy berbangga karena mengetahui beratnya level dunia.
“Saya bangga karena bisa berkompetisi dengan skater senior dari seluruh dunia. Rasanya bersaing dengan mereka itu menyenangkan, ada tantangannya. Sensasi main skate dan kejar-kejarannya menjadi sangat menegangkan dan mengasyikan,” tambah putra dari pasangan Suwono dan Ari Eka Pinarni itu.
Kendati sudah merasakan level dunia, Yossy awalnya tidak sengaja terjun menjadi atlet inline skate. Pada 2009, Yossy yang masih kelas 3 SD Madyopuro 4, menjajal olahraga ekstrem BMX. Tapi, belum sempat menikmati keseruan BMX, siswa kelas 11 MIPA 4 SMAN 2 Malang itu tertabrak oleh pemain BMX senior.
“Saat itu saya jatuh dan sampai trauma gak berani naik BMX lagi. Tapi, karena ayah saya juga atlet, saya tetap disuruh ikut olahraga lain. Akhirnya milih inline skate. Ternyata, enak dan menyenangkan. Dulu awal-awal latihan skate masih seluncur di Rampal,” kenang pemilik akun Instagram @ochi118-Yossy Aditya ini.
Kala itu, Yossy tak pernah berpikir untuk menjadi atlet inline skate. Dia hanya mengisi waktu dan bermain-main. Tapi, seiring berjalannya waktu, Yossy mulai tertarik untuk berkompetisi karena ditawari oleh ayahnya. Pada tahun itu juga, dengan modal dua bulan latihan, Yossy tampil di kompetisi level regional Jatim.
“Pertama kali ikut kompetisi tahun 2009, saya turun di standart dan kalah. Saya tidak terima, akhirnya latihan lagi, lalu di akhir tahun 2009 ikut kompetisi lagi di Surabaya. Akhirnya saya dapat medali pertama. Saat itu turun di kategori speed, dapat juara 3 tingkat Jawa Timur,” tutur Yossy.
Sejak saat itulah, Yossy serius menjadi atlet dengan dukungan kedua orangtuanya yang juga hobi berolahraga. Saat ini, Yossy sedang bersiap menghadapi pelatnas Asian Games 2018 cabor sepatu roda. Namanya tercantum sebagai atlet Jatim yang lolos seleksi timnas cabor sepatu roda, pada 29 November 2017 di Sidoarjo.
Dia mengalahkan puluhan atlet putra dari penjuru Indonesia, pada nomor lomba eliminasi 20 kilometer untuk masuk pelatnas Asian Games 2018.(fino yudistira/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...