Verdi Ardian Firmansyah, Pembalap Drag Race Gondanglegi


MALANG - Berawal dari hobi balap drag race, Verdi Ardian Firmansyah kini mendirikan usaha Speed Shop. Usaha itu juga karena saat balapan ia gemar mengoleksi aneka sparepart sepeda motor. Ia baru sebulan lalu meraih piala, tahun 2018 ini memutuskan pensiun dari dunia drag race. Pemuda asal Desa Putat Kidul, Kecamatan Gondanglegi ini fokus ke usahanya, yang mampu menembus omset Rp 20 juta tiap bulannya.
Jika dibandingkan dengan speed shop besar memang masih jauh. Namun, semangat pemuda Gondanglegi ini patut untuk ditiru pemuda lainnya. Usahanya itu telah dibuka sejak tahun 2010. Awalnya hanyalah sebuah jasa pencucian mobil kemudian berkembang menjadi bengkel dan sekaligus speed shop.
Aneka sparepart sepeda motor berjejer di Speed Shop yang berada di Desa Putat Kidul, Kecamatan Gondanglegi. Mayoritas sparepart tersebut memang diperuntukan bagi Moto Balap Drag Race. Seperti mono shock, serta sepeda motor yang telah dimodifikasi, karburator, knalpot racing, velg racing.
Seluruh sparepart tersebut dipajang rapi di etalase. Ada rak berukuran sangat besar, lebih dari 200 meter persegi. Toko itu memang tidak hanya untuk memajang aneka sparepart tersebut. Namun juga dipergunakan sebagai tempat service sepeda motor khususnya drag race dan sekaligus jasa pencucian mobil.
Di dalam Speed Shop tersebut, tampak beberapa pegawai sedang sibuk melakukan modifikasi sepeda motor drag race. Para pegawai ini diarahkan langsung oleh Verdi Ardian Firmansyah. Mengenakan kaos berwarna merah serta topi di atas kepalanya. Sesekali dia juga turun mengerjakan modifikasi motor.
Lulusan S1 Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ini juga terjun langsung melayani pelanggan dalam menservice sepeda motor. Maupun modifikasi sepeda motor drag race. Modifikasi beberapa sepeda motor itu, memang dipersiapkan untuk ajang balap drag race.
Beberapa perlombaan tingkat Malang Raya hingga Jawa Timur, acap kali diikutinya dan selalu meraih juara. Salah satunya kejuaraan Drag Race se Malang Raya di Sirkuit Stadion Kanjuruhan Bulan November tahun 2017, dirinya meraih juara II.
Sebelumnya, juga mengikuti kejuaraan drag race pada tahun 2014 silam untuk tingkat Jawa Timur. “Ketika balap, saya merasakan adrenaline yang tinggi. Sehingga, saya ingin menjadi yang tercepat dan terbaik dengan meraih juara, pada kejuaraan yang saya ikuti,” kata anak pasangan dari suami istri, H Rustam dan Hj Ning Hariati ini.
Sedangkan beberapa kendaraan kuda besi yang kerap ditungganginya saat mengikuti perlombaan seperti Yamaha FIZR dan Suzuki Satria FU. Diapun memodifikasi beberapa sepeda motor empat tak, salah satunya Honda Supra 125 X. Puas melakukan modifikasi dan mengoleksi beberapa sparepart, lalu dia berlatih balap drag race.

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...