Juara di Singapura, Robot Gondanglegi Bersaing di Level Dunia


SMK Mutu Gondanglegi semakin bersinar di dunia lomba robotik tingkat remaja. Siswa kelas XI SMK Mutu, yakni Dava Ananda Rizki dan Jimly Adam Ahmad menggondol medali perunggu dari Asian Youth Robot Olympiad di Singapore Science Center Desember lalu. Di balik kesuksesan mereka, ada sosok Martono ST, guru pembimbing yang sudah mencetak tim robotik juara SMK Mutu Gondanglegi, sejak tahun 2012.
Bagi Kabupaten Malang, nama tim robotik juara, sudah melekat pada SMK Mutu Gondanglegi. Tim Robotik SMK Mutu Gondanglegi (M-Turbo), telah bersinar di kancah internasional. Berbagai medali juara dari tim robotik terus menjejali lemari piala di ruang kepala SMK Mutu Pahri S.Ag MM.
Sederet prestasi bergengsi pun sudah dicapai oleh SMK Mutu Gondanglegi. Terbaru bulan Desember tahun 2017 lalu, tim robotik SMK Mutu meraih bronze medal dalam Asian Youth Robot Olympiad di Singapura. Tak hanya medali di tingkat ASEAN, tim robotik SMK Mutu juga sudah mengharumkan Kabupaten Malang, dan Indonesia di ajang internasional lain.
Tinta emas yang ditorehkan oleh para siswa SMK Mutu, membuat Kabupaten Malang berbangga. Namun, di balik semua gemerlap gelar juara di kancah dunia, ada sosok guru pembimbing yang berkomitmen, menularkan semua ilmunya tentang robotik kepada siswa SMK Mutu agar prestasi tetap tercetak. Dia adalah guru pembimbing tim robotik, Martono ST.
Di bawah asuhan Martono, SMK Mutu Gondanglegi menancapkan namanya sebagai kontestan yang harus diperhitungkan dalam lomba robotik, baik tingkat nasional maupun internasional. Selain lomba tingkat ASEAN yang baru dimenangkan, pada bulan Agustus 2017 lalu, SMK Mutu merebut gelar juara dua di International Youth Robotic Association (IYRA).
“Saat itu kita bersaing dengan begitu banyak negara, sekitar 20 negara, seperti Amerika, Tiongkok, Kanada, Taiwan, Singapura, Australia, Azerbaijan, Rusia, Thailand, India, Brasil, Korea, Jepang dan Malaysia, pesertanya mencapai 450 tim,” urai Martono kepada Malang Post dikonfirmasi kemarin.
Selain juara di IYRA, SMK Mutu sudah merasakan gemerlap juara di Wonderful Indonesia Robot Challenge di Batu, Olympicad V di Lampung, Kontes Robot Nusantara (KRON) 2017 di BSD Tangerang, KRON 2016 di TMII, serta berbagai lomba lain tingkat nasional maupun internasional.
“Setidaknya, sudah ada 20-an lomba yang kita ikuti, Alhamdulillah sebagian besar selalu dapat medali juara,” ungkap pria kelahiran Sukoharjo Jateng itu.
Namun demikian, Martono sendiri tidak pernah menyangka bahwa semua catatan prestasi tim robotik SMK Mutu, berawal dari sebuah workshop. Martono, tidak memiliki background atau latar belakang pendidikan robotik. Sebaliknya, dia adalah lulusan sarjana teknik elektronik dari Universitas Widyagama Malang. Tapi, pada tahun 2012, Martono dikirim oleh kepala SMK Mutu Gondanglegi, Pahri S.Ag, MM, untuk mengikuti workshop di Surabaya.
“Saat itu, saya dikirim workshop robotik ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Setelah pulang, saya lalu ditantang oleh pak Pahri untuk membuat robot dan mengikuti kompetisi. Saya menerima tantangan tersebut,” kenang Martono.
Saat itu, UMM menghelat National Robotic Competition tahun 2012. Martono ingat betul, bahwa saat itu dia menyusun media pemodul serta melakukan pemrograman robot dengan cara standar dan normal. Betapa kagetnya dia, saat pengumuman peraih medali, SMK Mutu Gondanglegi langsung menyabet gelar juara tiga. Masih tidak percaya dengan hasil karyanya, Martono membawa tim siswanya untuk berlomba di daerah lain.
“Saya sempat bingung, kok bisa menang, karena awalnya memang saya ini bondo nekat. Akhirnya, dengan keseriusan dan latihan, kami membimbing tim siswa SMK Mutu untuk berlomba di berbagai kota, Alhamdulillah bisa meraih prestasi yang membanggakan sekolah,” tambah Martono.
Bapak satu anak itu mengatakan, saat ini tim M-Turbo yang diasuhnya, sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi level dunia di Australia. Setelah menang di Singapura, M-Turbo akan mewakili ASEAN menuju kancah internasional dalam kompetisi robotik. Martono sudah bisa memetakan siapa saja lawan-lawan tim M-Turbo.
“Kita akan ketemu dengan remaja-remaja teknisi muda dari Israel, Rusia, Pakistan, Belanda, Brasil, Khazakstan, Afrika, Mesir hingga Tiongkok. Tapi kami tidak minder. Karena level kita sama, standar robotik kita tidak jauh berbeda dengan mereka,” sambung Martono.
Dia mengatakan, persiapan tim robotik menghadapi kompetisi Australia, adalah pembenahan unsur entertainment. Secara teknis, tim robotik SMK Mutu sudah bisa menjalankan fungsi yang efektif. Namun, dari hasil evaluasi kompetisi di Singapura, Martono merasa perlu menambah unsur teaterikal dari kreasi robotik siswa bimbingannya. Teknisi muda bimbingannya, tengah merancang robot yang bisa berdansa dan menjalankan gerak lain.(Fino Yudistira/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :