Ammamilha Rosyaqotus Syaqufa, Food Blogger Malang


Malang Post, Hari pertama Ramadan, sebaiknya hindari melihat karya foto, dari akun instagram @ammamamo, sebelum Magrib. Sebab pasti anda bakal tergoda. Karya foto dari pemilik nama Ammamilha Rosyaqotus Syaqufa, sungguh epic. Ia adalah seorang food blogger. Maka fotonya tentu seputar makanan, yang terasa yummy ketika dilihat mata.
Ya, para milenials, khususnya di wilayah Malang Raya yang rajin membuka akun instagram, tentunya sering melihat postingan makanan yang sering muncul di bagian explore. Tampilan foto makanan tersebut terlihat sangat lezat dan sayang sekali ketika disantap. Dengan pencahayaan yang khas dan kamera sederhana, tampilan makanan tersebut terlihat sangat sempurna. Itulah karta Ammamamo.
Kepada Malang Post, perempuan yang akrab disapa Amma tersebut mengaku tidak pernah kepikiran sama sekali untuk menjadi seorang food blogger. Bahkan, ia juga tidak paham sama sekali soal fotografi.
“Awalnya, saya iseng foto apa saja yang mau dimakan. Kemudian, iseng upload di Facebook. Hal itu saya mulai sekitar tahun 2010,” terang dia.
Perempuan berhijab terebut menuturkan, berawal dari iseng tersebut, dirinya akhirnya mulai mempelajari bagaimana teknik foto melalui internet dan juga sharing dengan temannya yang lain. “Awalnya pakai SLR, saya tidak memiliki trik khusus untuk memotret makanan. Yang paling penting adalah cahaya yang cukup dan angle yang tepat. Sehingga, makanan tersebut terlihat enak,” papar dia.
Amma mengaku, hasil fotonya tersebut tidak langsung sempurna. Sehingga, ia perlu belajar lebih banyak lagi. “Prinsipnya, dicoba terus aja, dari situ nanti kita akan belajar kurangnya dimana. Mau fotonya jelek juga bodo amat. Nanti lama-lama juga pasti sudah tahu celahnya,” kata Amma.
Kemudian, setelah ia yakin bahwa hasil fotonya tersebut enak dilihat, perempuan berkacamata tersebut mulai melakukan kreasi. Ia memadukan foto makanan dengan hasil tulisannya. “Saya sudah hobi nulis sejak kecil. Awalnya, saya buat blog untuk sharing soal makanan yang saya masak, berbagi resep. Sekalian pamer kalau aku juga bisa masak,” ujar dia sambil tertawa.
Sejak saat itu, ia mulai terpikir untuk memadukan hasil tulisan dan foto dalam blog tersebut. Tak hanya itu, ia juga berbagi foto makanan ketika ia sedang nongkrong bersama teman-temannya di cafe. Bahkan, ia menambahkan artikel tipis-tipis agar terlihat semakin menarik.
Sejak saat itu, Amma mengaku mulai mendalami dunia food blogger. Sejak saat itu, ia mulai memiliki banyak kenalan yang bisa diajak sharing soal food blog. Amma akhirnya memiliki teman pena yang berasal dari Malang, Surabaya, Jogjakarta hingga Jakarta. Selain mencari teman, Amma juga tak lupa untuk mengabadikan momen tersebut melalui foto dan juga upload di sosial media miliknya.
“Saya kenal mereka dari wisata kuliner ke daerah tersebut. Kemudian, saya berkenalan langsung dengan foodies yang ada di kota tersebut. Sehingga dapat teman dan semakin akrab,” kata dia.  
Setelah memiliki banyak teman, Amma kemudian terpikir untuk membuat suatu komunitas, yakni @mlgfoodies, yakni kumpulan food blogger. “Saat ini, anggotanya sudah 10 orang. Kami saling sharing informasi soal pengetahuan foto dan lainnya,” kata dia.
Tak berhenti sampai di situ, lulusan Hubungan Internasional Universitas Brawijaya terus mengembangkan bakat yang ia miliki. Bersama dengan beberapa orang teman, ia mendirikan FoodyFloody, yakni jasa food photo menu atau photo stock untuk admin sosial media.
“Satu tim, ada tiga orang. Jasa kami sering digunakan untuk buku menu dan admin akun media sosial (instagram) sebuah cafe atau rumah makan. Alhamdulillah, sejauh ini, klien kami Vargo Kitchen, Coto Makassar Widodaren, Papertown hingga Signora Pasta,” aku dia.
Tahun ini, Amma mengaku semakin bersemangat untuk mengembangkan hobinya tersebut. Perempuan berzodiak Taurus tersebut sudah mulai merambah Youtube, yakni menjadi seorang vlogger.
“Saya sudah sempat bikin vlog dan sudah ada banyak footage yang diambil. Tapi belum sempat buat edit, doakan aja, ya,” kata dia.
Selain itu, ia juga ingin mengembangkan bakatnya, sehingga bisa mempopulerkan kuliner Indonesia. Bahkan, ia berharap, hasil karyanya tersebut bisa dibuat untuk menu hotel dan bisa dikenal semakin luas lagi. “Saya berharap, bisa dikenal di dunia internasional juga. Sebab, saya juga ingin memperkenalkan kuliner Indonesia melalui hasil karya saya,” papar dia.
Amma menambahkan, dirinya juga memiliki cita-cita untuk bikin sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang fokus untuk anak jalanan (anjal). Kemudian, ia ingin menularkan ilmunya tersebut untuk anak jalanan tersebut. Amma mengaku, hal ini sengaja ia buat karena terinspirasi dari salah satu Sekolah Dasar di kawasan Sawojajar yang pernah ia datangi.
“Saya buat demo masak disana. Bikin sandwich dan saya minta mereka buat praktek foto. Hasilnya bagus-bagus. Ada salah satu anak yang kemudian memiliki cita-cita menjadi seorang food blogger,” papar dia.
Sehingga, Amma terpikir untuk memberikan motivasi kepada para anak jalanan untuk menghasilkan karya. Sekaligus, itu merupakan salah satu cara yang dia lakukan agar para anjal tidak gaptek. “Saya ingin berbagi ilmu kepada mereka, kalau apa yang saya lakukan selama ini adalah hal yang sangat menyenangkan dan menantang. Siapa tahu, hal tersebut bisa menjadi salah satu hal yang membuat dia bisa mendapatkan nafkah,” tandas perempuan yang juga ingin membuat buku tersebut.(tea/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :