Anak-anak Bisa Terjemahkan 30 Juz Alquran dalam Tiga Tahun

Berdasarkan penelitian selama hampir tiga tahun itulah, akhirnya pada 2002, alumni Ponpes Al Huda ini, mencoba mempraktikkan kepada anaknya serta anak-anak tetangganya. Awalnya, pembelajaran dilakukan dengan cara biasa. Hasilnya, uji coba tersebut memang tidak bisa dijalankan oleh anak-anak.
Ustad M Taufik pun, lantas mencari cara lain. Berhari-hari, berminggu-minggu hingga beberapa bulan, akhirnya ia menemukan pola 4-3-2-1. Pola itu, ditemukan ketika ia mencoba meminta anak-anak untuk menghafalkan penerjemahaan satu kata berulang. Ternyata pola tersebut bisa cepat diterima mereka. Kemudian pada 2004, M Taufik kembali mencoba mempraktikkannya kepada sekitar 7 anak.
“Pola 4-3-2-1 ini artinya, seorang guru mengucapkan satu kata beserta artinya, kemudian murid mengikutinya dengan mengulang sebanyak 4 kali, kemudian 3 kali, dua kali dan sekali,” ungkap bapak empat anak ini.
Misalnya ayat pertama surat An Nas yang diterjemahkan per kata. Anak-anak diminta mengucapkannya beserta artinya. Dimulai dari Qul (katakanlah), A’uudu (aku berlindung), Birobbinnas (kepada Tuhan yang menguasai manusia). Anak-anak diminta mengulang empat kali, tiga kali, lalu dua kali, terakhir satu kali. Pola tersebut membuat mereka yang belajar dapat mengingat tiap kata, sekaligus diajari merangkai arti dalam satu kalimat.

Hasilnya, empat tahun kemudian pada 2008, tujuh anak yang diajarinya tersebut telah selesai dan mampu dengan tangkas menerjemahkan Alquran 30 juz. Dan dari semula hanya tujuh anak, sampai sekarang ini sudah tercatat ribuan anak yang belajar menerjemahkan Alquran dengan metode An-Nashr. Karena selain mendirikan TPQ pada 2007, Ustad M Taufik, juga mulai mendirikan Ponpes serta lembaga sekolah sejak 2010.
“Metode An-Nashr ini, berbeda dengan metode belajar menerjemahkan Alquran pada umumnya. Karena ini belajar arti dulu, baru belajar Nahwu dan Shorof. Sebab belajar Alquran, tidak hanya sekadar bisa membaca, tetapi harus tahu ilmu pendukungnya,” urai pria berusia 43 tahun ini.
“Nah untuk belajar Nahwu serta Shorof kami juga memiliki metode An-Nashr. Kalau Nahwu, belajarnya dengan metode menghafal lagu. Ada 43 lagu dari 44 bab ilmu Nahwu. Sedangkan untuk ilmu Shorof, dengan menghafalnya. Sehingga mudah dipahami dan cepat diingat oleh anak-anak,” paparnya sembari menunjukkan buku belajar ilmu Nahwu dan Shorof An-Nashr.

Berita Lainnya :