Please disable your adblock and script blockers to view this page


Dari Cangkrukan dan Ngopi Bareng, Satukan Rasa Bantu Sesama


SAMBONG ROSO berasal dari kalimat sambung rasa, yang artinya menyambung perasaan. Di Kecamatan Kepanjen, Sambong Roso adalah nama sebuah perkumpulan (komunitas) masyarakat desa. Sambong Roso ini, menerima donatur dari warga untuk disalurkan pada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Puluhan anak yatim piatu dari empat desa yakni Desa Mojosari, Desa Jatirejoyoso, Desa Curungrejo dan Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen berkumpul di depan Pos Kamling RT02, Dusun Pepen, Desa Mojosari, Sabtu (15/6) sore. Mereka dikumpulkan oleh komunitas Sambong Roso, dalam kegiatan 'Peduli Senyum Anak'.
Kegiatan tersebut adalah program tahunan dari Sambong Roso, menjelang ajaran tahun baru sekolah. Selain mendapat santunan berupa peralatan dan kebutuhan sekolah, anak-anak yatim piatu juga dihibur dengan badut serta game. Mereka pun tersenyum dan tertawa lebar.
"Pemberian santunan kepada anak yatim piatu ini, merupakan agenda tahunan dari Sambong Roso. Kami mengambil tema peduli senyum anak, karena kebahagiaan mereka merupakan kebahagiaan kami juga," ungkap Sugeng Prayitno, Ketua Sambong Roso.
Sambong Roso ini, terbentuk tahun 2015 lalu. Anggotanya adalah pemuda serta masyarakat Dusun Pepen, Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen.
Terbentuknya Sambong Roso ini, bermula dari cangkrukan bareng di warung kopi. Idenya tercetus dari anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kepanjen, Lukman Nur Abadi. Ketika nongkrong bersama lima warga, yakni Wahyuri, Ajrun Karim, Solikin, Yudi serta Edi, mengajak mereka untuk membuat kegiatan sosial yang bermanfaat untuk warga.
Ajakan tersebut direspons baik. Mereka lantas melakukan penggalangan dana pribadi untuk disalurkan pada masyarakat yang membutuhkan. "Awalnya hanya enam orang saja. Itupun hanya sekadar kumpul tanpa memiliki nama perkumpulan," ujar Lukman Nur Abadi, yang dibenarkan Sugeng Prayitno.
Nama Sambong Roso untuk perkumpulan warga ini, baru ada sekitar setahun lalu. Setelah jumlah anggota komunitas ini bertambah. Dari semula hanya enam orang, kini anggotanya menjadi 70 orang, mulai usia muda sampai tua.
Sejak mulai banyak anggota, Sambong Roso pun juga mulai mendapat kepercayaan dari masyarakat sekitar, terutama para donatur. Ada sekitar 25 donatur lebih dari warga Dusun Pepen. Belum lagi donatur dari luar daerah. Mereka mendonasikan uangnya setiap bulan.
"Para donatur mempercayakan kepada kami (Sambong Roso, red) untuk menyalurkan bantuan. Karena ketika menyalurkan santunan lewat orang lain, masih kurang percaya," tuturnya.
Ada banyak kegiatan sosial yang dilakukan oleh Sambong Roso. Salah satu kegiatan rutinnya adalah menyantuni anak yatim piatu serta kaum duafa. Kegiatan ini dilakukan setiap satu bulan sekali pada hari Jumat akhir.
Selain itu, pada setiap hari Jumat pagi, melakukan bersih-bersih Masjid. Dalam kegiatan membersihkan Masjid, juga dibarengi dengan makan serta cukur rambut gratis.
"Tujuannya supaya banyak masyarakat yang datang ke Masjid untuk membantu bersih-bersih. Dan Alhamdulillah, setiap Jumat pagi banyak masyarakat yang datang untuk membersihkan Masjid," jelas Lukman, penasehat Sambong Roso ini.
Tidak hanya itu, perkumpulan Sambung Roso ini, juga membagikan takjil gratis setiap bulan Ramadan. Termasuk peduli dengan masyarakat yang kesusahan atau sedang mengalami sakit.
"Karena moto kami adalah menyalurkan bantuan serta berbagi kasih dengan sesama. Termasuk bagaimana mengakrabkan seluruh warga dengan bentuk kegiatan sosial," urainya.
Harapan ke depan, Sambong Roso bisa terus berkembang dan selalu ada untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan. Termasuk bisa menyalurkan bantuan atau santunan kepada masyarakat di luar desa. Karena selama ini, santunan diutamakan baru untuk warga Desa Mojosari.(Agung Priyo/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :