Grup Pengamen Nasional Sembarang Gelem (NSG), Mengamen untuk Yayasan Yatim Piatu Al-Ma'un


Nasional Sembarang Gelem (NSG) adalah grup pengamen. NSG berada di bawah binaan seorang ulama asal Kecamatan Pagak, yakni KH. Nur Kholili. Selama ini, NSG mengamen di jalanan untuk kegiatan sosial. Salah satunya menghidupi anak-anak yatim piatu.

NSG berdiri pada tahun 2014 lalu. Anggota grup pengamen ini, adalah kumpulan dari musisi, penyanyi, tukang sound system serta tukang shooting se-Malang Raya. Mereka terbentuk karena memiliki satu tekad yang sama, yakni berbuat sosial dan ada untuk masyarakat yang membutuhkan.
"Anggota NSG ini, adalah kumpulan anak-anak yang dulunya pemabuk. Salah satunya adalah Mas Deny Gondrong, yang dulu adalah pemabuk berat namun sekarang sudah insyaf," ungkap KH. Kholili.
Anggota Nasional Sembarang Gelem ini, dulunya sampai menjalar ke Kota Batu. Namun kemudian Kota Batu pecah, dengan membentuk grup sendiri bernama Batu Organisasi Sosial Seni (BOSS).
"Tetapi kiprahnya tetap sama, yakni hasil mengamen tidak untuk kepentingan pribadi. Melainkan untuk kegiatan sosial, seperti menyantuni anak yatim piatu," ujarnya.
Awal terbentuknya NSG ini, bermula dari kumpulan musisi, penyanyi dan tukang sound system yang insyaf dan ingin berbuat sosial untuk masyarakat. Caranya dengan jalan mengamen sebagai penggalangan dananya.  Supaya NSG ini tidak sampai salah jalur, mereka kemudian menunjuk KH. Kholili sebagai penasihat dari grup tersebut.
"Saat itu, saya didatangi empat orang. Salah satunya Mas Deny Gondrong yang merupakan dedengkot atau pendiri NSG. Mereka meminta saya sebagai penasehat, karena salah satu kiai yang bisa bernyanyi," tuturnya sembari tertawa.
Setelah resmi terbentuk, NSG lalu menunjukkan kiprahnya di masyarakat. Mereka mengamen di jalanan. Hasil mengamen seluruhnya digunakan untuk kegiatan sosial. Tidak hanya sekadar untuk menyantuni anak yatim piatu, tetapi juga menyantuni kaum duafa. Termasuk membantu saudara yang mengalami musibah atau bencana.
Salah satu wujud nyata dari kegiatan sosial NSG, adalah terbangunnya Yayasan Yatim Piatu Al-Ma'un di Kecamatan Ngajum. Sebelum ada bangunan yayasan, anak-anak yatim piatu yang berada di bawah binaan Mas Deny Gondrong, menyewa sebuah rumah kecil.
Namun karena jumlah anak yatim piatu semakin banyak, akhirnya harus berpikir untuk mendapatkan rumah yang layak huni. Atas kerjasama dari Muspika Kecamatan Ngajum, serta Kepala Desa dan tokoh masyarakat diberikan tanah wakaf seluas 8 x 30 meter.
"Selanjutnya untuk pembangunannya, teman-teman NSG se-Malang Raya mencari dananya dengan cara mengamen. Alhasil bangunan Yayasan Yatim Piatu Al-Ma'un berdiri dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp 500 juta," jelasnya.
Dengan bangunan baru tersebut, lanjut KH. Kholili, anak-anak yatim piatu bisa hidup layak. Mereka berangkat sekolah diantar, pulang dijemput dan malam harinya mendapat pelajaran ilmu mengaji.
"Karena pendapat saya, tidak dikatakan anak terlantar siapa yang mati ayahnya. Anak yang terlantar adalah anak yang tidak punya ilmu, etika dan tata krama. Meski tidak memiliki ayah dan ibu, asalkan bisa sekolah dan mengaji maka tidak terlantar. Karenanya tugas kita dan teman NSG yang harus membimbing dan ada untuk mereka," terangnya.
Kegiatan mengamen grup NSG ini, dikatakannya tidak menentu. Biasanya mereka mengamen sepekan sekali di setiap Korwil. Karena anggota NSG tersebar hampir di setiap kecamatan. Hasil mengamen dikumpulkan menjadi satu untuk kegiatan sosial.
"Pada bulan Ramadan kemarin, saya bersama teman-teman NSG mengamen di halaman luar Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Selama 9 hari, terkumpul sebesar Rp 28 juta lebih. Hasilnya dibagi setiap Korwil untuk diberikan kepada anak yatim piatu dan kaum duafa di Malang Raya," urainya.
Ke depan, grup musik pengamen NSG ini diharapkan bisa menjadi contoh. Selain itu, musisi ataupun penyanyi tidak lagi eforia dengan membuka aurat. Termasuk tidak minum minuman keras di atas panggung.
"Selain memberikan santunan pada anak yatim piatu dan kaum duafa, kami juga agendakan mengumpulkan dana untuk program bedah rumah. Program ini akan kami realisasikan secepatnya," paparnya.(Agung Priyo/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :