Grup Sholawat Makota Police, tim Al-Banjari Polres Makota


Berawal dari Festival Sholawat TNI-Polri yang dihelat oleh Yayasan Al-Hikmah Kebonsari Sukun tahun  2018, Polres Makota melahirkan para pelantun sholawat yang semuanya polisi. Di luar tugas harian sebagai pengayom hukum, mereka menghidupkan kelompok Al-Banjari yang diberi nama Grup Sholawat Makota Police.
Turi Putih Turi putih, Di tandur neng kebon agung. Ono cleret tibo nyemplung, mbok ira kembange opo. Shalatullah Salamullah, Alla Toha Rasulillah. Shalatullah Sallamullah, Alla Yasin Habibillah. Sepenggal nyanyian sholawat yang konon diturunkan oleh Wali Songo, dilantunkan oleh Aiptu Antok, koordinator Grup Sholawat Makota Police.
Lagu ini menceritakan turi putih sebagai simbol jenazah yang sudah dikafan dan ditanam di kebun besar, yang menjadi simbol pemakaman. Serta pendeknya, masa hidup seorang manusia yang diwakili lirik ono cleret tibo nyemplung. Lagu sholawat ini, terlantun merdu dan syahdu dari bibir Antok.
Iringan rebana, darbuka dan bass yang rancak , mengikuti suara vokal nan kompak dari polisi wanita. Sholawat ini kian merasuk ke sukma. Pendengar, dipandu untuk mengikuti nada yang mudah didengar. Sekaligus memaknai tiap kata-kata dalam lirik yang disebutkan dengan bahasa jawa.
Grup Sholawat Makota Police menunjukkan kepiawaiannya dalam membawakan sholawat di atas panggung. Mereka mampu membawakan sholawat ini dengan percaya diri dan matang, disaksikan masyarakat dan petinggi dalam momen-momen spesial.
Kepada Malang Post, Antok dengan suara merdu, kembali melafalkan nyanyian sholawat tersebut. Dia mengatakan, lagu Turi Putih yang dibawakan Grup Sholawat Makota Police, menjadi kesukaan warga.
“Ini lagu Turi Putih. Masyarakat yang mengikuti pengajian dan mendengar Grup Sholawat Makota Police, senang mendengarkan nyanyian ini,” ujar Antok kepada Malang Post, Sabtu malam.
Namun, bukan hanya Turi Putih saja yang bisa dilantunkan oleh grup yang jumlah anggotanya 30 orang polisi ini. Berbagai jenis lagu sholawat, dari banyak referensi, dipakai oleh Grup Sholawat Makota Police, untuk melantunkan musik bernapas Islami. Dia menyebut, ada Maulid Diba’ yang biasa dilantunkan oleh majelis sholawat besar seperti Riyadlul Jannah hingga Ar Ridwan.
“Maulid Diba’ sering kami lantunkan. Begitu juga, lagu-lagu Nissa Sabyan. Kami selalu mengkombinasikan beberapa lagu sholawat dalam penampilan musik Grup Sholawat Makota Police,” tambah Antok.
Menurutnya, karena lagu yang dipakai oleh Grup Sholawat Makota Police bukan lagu sendiri, mereka lebih mudah melakukan kreasi dan improvisasi.
Setiap lagu sholawat yang dinyanyikan, memiliki intonasi, pelafalan dan pengucapan yang berbeda. Namun, setiap lagu, selalu didukung oleh backing vocal dan alat musik. Karena, grup ini sendiri terdiri dari 20 Polwan dan 10 polisi laki-laki yang menambah warna dan kekayaan nada dalam sholawat.
Ditambah, ada alat musik yang dipakai. Yaitu, 8 rebana, dua darbuka dan 1 bass. Antok, adalah salah satu vokalis utama, bersama empat vokalis lain. Sementara, polwan dan polki lain yang memegang alat musik, mengiringi sebagai backing vocal. Sebelum manggung, mereka biasa mempersiapkan diri dengan latihan. Minimal, ada tiga hari waktu latihan.
“Dengan tiap sesi latihan, dua jam, di masjid Baiturrohman Polres Makota,” sambung Antok. Grup Sholawat Makota Police, sudah manggung di hadapan pejabat tinggi. Misalnya saja, Oktober 2018 lalu, mereka tampil di markas Kodam V Brawijaya, tampil di depan Kapolda Jatim dan Panglima Kodam V Brawijaya.
Mereka juga acapkali manggung dalam event tablig akbar dan pengajian di Polres Makota. Namun, tak jarang pula, masyarakat yang menggelar pengajian, mengundang Grup Sholawat Makota Police untuk membawakan lantunan nada islami. Karena, penampilan mereka, ditampilkan di media sosial.
Menurut Antok, grup sholawat ini, terbentuk saat Yayasan Al Hikmah Kebonsari Sukun, menggelar Festival Sholawat TNI-Polri. “Pak Kapolres AKBP Asfuri beri instruksi untuk bikin grup. Pak Wakapolres Kompol Bambang temui saya, dan tanya apakah bisa bikin grup sholawat, saya bilang bisa,” ujar Antok.
Setelah itu, semua personel grup sholawat yang terdiri dari 20 polwan dan 10 polisi laki-laki, bertemu, berlatih dan belajar lagu, hingga akhirnya tampil di festival sholawat tersebut. Sampai sekarang, grup ini masih terus mengumandangkan sholawat dan membawa nama Makota Police untuk melantunkan nada-nada islami.
Bripka Edy Santoso, salah satu anggota Grup Sholawat Makota Police, mengaku senang karena sholawat bermanfaat bagi pribadinya maupun rekan-rekannya. “Bagi saya pribadi, senang karena mendapat pahala. Tapi, grup ini juga memberi rasa kesatuan bagi teman-teman, serta bersemangat syiar kepada masyarakat,” tambahnya.(fin/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :